KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )

KUTUKAN MANTAN ( Istri Jelekku )
PINGSAN


__ADS_3

Rafa, pria itu kesal pada mama Mita. Padahal dulu bilang iya mau ngasih modal. Tapi sekarang malah mau mengelak. Padahal dia sudah mendapatkan tempat yang cocok untuk buka bengkel. Kalau tak segera dibayar biaya sewanya, pemilik tempat akan melempar keorang lain. Dia tak mau kehilangan tempat bagus yang akan membuat usaha barunya berkembang.


Dan siang ini, dia nekat mendatangi rumah mama Mita. Sengaja datang siang karena dijam ini, Heaven ada di kantor.


"Sayang, aku seneng kamu datang kesini." Mama Mita kegirangan melihat kedatangan Rafa setelah 3 hari pria itu tak mau menjawab teleponnya. Segera dia peluk kekasihnya itu tapi sayang, Rafa melepaskan pelukannya dengan tatapan dingin.


"Aku butuh uang sekarang. Aku bisa gagal dapat kontrakan bagus jika gak segera bayar uang sewa."


Mama Mita langsung panik. Dia bingung karena tak bisa memberikan apa yang Rafa mau. "Tapi aku gak bisa ngasih, rekening aku dibekukan sama Heaven."


Rafa berdecak sebal. "Ya kamu bilang dong sama anak kamu biar bisa kembali gunain uang kamu. Kamu ini ibunya, masa takut sama anak," cibir Rafa.


"Bukannya takut, tapi...." Mama Mita bingung menjelaskan.


"Ya sudah gini aja, kamu ada perhiasankan? Kasih dulu aja itu ke aku."


"Tapi...."


"Astaga Mita," desis Rafa. Dia mulai kehabisan kesabaran pada wanita itu. Sepertinya dia harus lebih tegas dan menekannya. "Ya udah kalau gak mau ngasih. Sepertinya kamu memang gak sayang sama aku. Kamu gak serius pengen berumah tangga sama aku. Padahal aku ingin buka usaha untuk masa depan kita. Biar aku gak disepelein sama anak kamu. Tapi sepertinya, aku hanya berjuang sendiri. Karena wanita yang aku perjuangkan tak mau membantuku."


Mayra yang sejak tadi menguping, rasanya pengen muntah mendengar ucapan Rafa. Dasar tukang silat lidah. Daridulu tak pernah berubah. Mayra bahkan masih ingat saat dulu Rafa selalu bilang mau menikahinya saat mau pinjam uang. Nyatanya apa, pria itu malah selingkuh, dan uangnya, sepeserpun tak ada yang diganti oleh Rafa.


"Baiklah sayang, baik." Mama Mita terpengaruh omongan Rafa. "Aku akan ngasih perhiasanku ke kamu. Tapi jangan dijual, digadai saja biar nanti bisa ditebus."


Rafa seketika tersenyum senang. Diraihnya kedua tangan mama Mita lalu dikecupnya. "Terimakasih sayang. Kamu memang yang paling ngertiin aku. Jadi makin sayang sama kamu." Sebuah kecupan Rafa daratkan dikening mama Mita. Membuat mama Mita langsung tersipu malu. Dia lalu naik keatas untuk mengambil kotak perhiasan miliknya.


Beberapa saat kemudian, mama Mita kembali menemui Rafa sambil membawa sekotak perhiasan. Senyum Rafa langsung mengembang sempurna. Tak sabar dia ingin segera menjual perhiasan itu.


Tangan Rafa sudah terulur untuk meraih kotak perhiasan ditangan mama Mita. Tapi baru memenyentuh ujungnya sedikit, Mayra lebih dulu merebutnya.

__ADS_1


"Jangan dikasih kedia Mah."


Rafa langsung melotot, dia tak percaya Mayra berani merusak rencananya.


"Kamu apa apa sih May, kembaliin." Mama Mita hendak mengambil perhiasannya tapi malah disembunyikan dibelakang badan oleh Mayra.


"Dia itu penipu Mah. Dulu sudah banyak ngutang ke aku tapi gak pernah dikembalikan. Dia itu cuma mau manfaatin Mama."


"Dulu?" Mama Mita mengerutkan kening..


"Rafa itu mantan aku Mah."


Mama Mita langsung melotot dengan mulut terbuka lebar. Mayra mantan Rafa, sesempit inikah dunia?


"Astaga May, tega ya kamu memfitnah aku? Sepertinya kamu belum bisa move on dari aku. Makanya mencoba merusak hubunganku dengan tante Mita." Rafa menyeringai lebar. Tak ada wajah wajah gelisah apalagi takut yang dia tunjukkan. "Jangan-jangan kamu yang sudah mempengaruhi Heaven supapa memblokir rekening tante Mita."


"Gak bener mantu kamu ini. Dia pasti mau nguasai harta keluarga kamu."


Mayra naik pitam mendengar Rafa memfitnahnnya. "Jangan memutar balikkan fakta. Justru kamu yang ingin memoroti harta mama Mita."


Rafa terkekeh. "Aku sudah kenal kamu lama May. Makanya aku mutusin kamu dan lebih milih tante Mita karena aku tahu kamu itu cewek matre, cewek gak benar."


"Dasar tukang fitnah." Mayra mendorong Rafa hingga terhuyung kebelakang dan kepalanya terbentur tembok.


"Mayra, kamu itu apa apaan sih?" Mama Mita yang melihat Rafa meringis kesakitan sambil memegangi kepala langsung menghampirinya. "Kamu gak apa apakan Sayang?"


Mulut Mayra menganga melihat mama Mita malah menolong Rafa. Dia tak percaya ini, mama Mita sungguh sudah dibutakan oleh cinta.


"Aku gak papa kok sayang. Sepertinya menantu kamu masih punya dendam sama aku. Belum bisa terima kenyataan kalau aku lebih milik kamu daripada dia."

__ADS_1


Mama Mita menarik kasar kotak perhiasan ditangan Mayra. "Ini punya mama."


Rafa tersenyum miring sambil menatap Mayra. Dia merasa diatas angin karena mama Mita lebih percaya padanya.


"Ini sayang kamu bawa pulang gih."


Dengan senang hati, Rafa langsung menerima perhiasan tersebut. Dia lalu mengecup bibir mama Mita sesaat. "Makasih sayang. Aku pulang dulu ya."


Rafa melirik Mayra sambil tersenyum miring. Senyuman yang menggambarkan sebuah kepuasan atas kemenangan.


Mayra mengepalkan kedua telapak tangannya. Ya, hari ini dia kalah. Tapi lain kali, dia tak akan membiarkan Rafa menang.


Rafa bersiul sambil melangkah menuju pintu. Tapi tiba tiba, dia terkejut saat Heaven ada dihadapannya dan langsung merebut kotak perhiasan yang ada ditangan Rafa.


"Jangan harap kau bisa mendapatkan harta mamaku sepeserpun." Heaven menendang Rafa hingga pria itu terjatuh kelantai yang keras. Punggungnya yang terasa sakit membuatnya tak bisa langsung bangun.


"Heaven!" Pekik mama Mita. Dia langsung berlari untuk menolong Rafa.


Baru saja mama Mita hendak berjongkok untuk menolong Rafa. Heaven lebih dulu melemparkan beberapa lembar foto Rafa dengan beberapa wanita paruh baya yang seumuran mama Mita.


Mama Mita syok melihat foto mesra Rafa dengan Laila, teman sosialitanya. Tak hanya dengan Laila, tapi juga dengan Kristina. Bulan lalu, dia mengenalkan Rafa dengan sangat bangganya pada teman temannya itu.


"Apa ini Rafa?" Mama Mita menatap nanar foto foto tersebut.


"I, ini editan." Rafa langsung merebut foto ditangan mama mita dan mengambil beberapa foto lainnya.


"Asal mama tahu. Pacar mama ini, pria yang selalu janji mau menikahi mama." Heaven menunjuk tepat dimuka Rafa. "Dia adalah seorang gigo lo."


Pandangan mama Mita seketika gelap. Dan beberapa saat kemudian, dia pingsan.

__ADS_1


__ADS_2