Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 36


__ADS_3

Dokter mengatakan jika Kristal mengalami amnesia anterograde. Amnesia anterograde adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengingat informasi yang baru saja diterimanya. Informasi yang seharusnya disimpan dalam memori jangka pendek menghilang. Kondisi tersebut terjadi karena kerusakan di otak mengakibatkan ketidakmampuan untuk mentransfer informasi atau peristiwa yang baru terjad. Meski demikian, penderita amnesia anterograde masih dapat mengingat informasi dan peristiwa lama yang terjadi jauh sebelum mengalami cedera.


Jadi wajar jika Kristal tidak mengingat Langit. Bukan hanya Langit, Kristal juga tidak mengingat Mama Maura. Hanya orang - orang yang ia kenal sejak kecil yang ia kenali. Hal ini jelas membuat Langit sedih. Ia bahkan hampir putus asa untuk meyakinkan istrinya bahwa mereka memang sudah menikah. Apalagi dengan sikap Kristal yang begitu cuek dan tak mempercayainya sama sekali.


Melihat menantunya melangsa, Papa Gama, Mama Dian, Opa David dan Oma Clara pun berusaha membantunya untuk meyakinkan Kristal. Sayangnya, hasilnya sama saja.


"Jangan putus asa, Lang. Kristal pasti akan mengingatmu suatu saat nanti. Kamu hanya perlu berjuang lebih keras lagi. Sabar dan tetap berdoa" ucap Oma Clara


Langit mengangguk berat, dia menyandarkan punggungnya di kursi tunggu di depan ruang rawat Kristal. Kehadirannya yang selalu di tolak membuat Langit hanya bisa melihat istrinya dari kaca pintu.


"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya, Oma. Jangankan mengenalku sebagai suaminya. Kristal bahkan tak mau dekat - dekat denganku" pilu, kalimat yang Langit ucapkan membuat Oma Clara dan Mama Maura iba


"Ini hanya sementara, Lang. Kristal pasti akan mengingatmu cepat atau lambat" Mama Maura berusaha menyemangati putranya


Tiba - tiba Ken datang lalu melewati mereka. Jangan lupakan kantong makanan yang dia bawa dari salah satu resto ternama


"Anak itu benar - benar tidak mau menyerah", omel Oma Clara, "Kamu harus menjaga Kristal, Lang. Jangan sampai Ken memanfaatkan situasi untuk berusaha merebut Kristal darimu" lanutnya


"Tentu saja, Oma. Kristal istriku, aku akan selalu menjaga dan mengawasinya"


Langit berdiri, ia berjalan ke arah pintu kemudian melihat ke dalam. Ken duduk disamping istrinya, sedangkan Kristal, wanita itu makan makanan yang Ken bawa dengan begitu lahap. Ken yang menyadari Langit tengah menatap ke arahnya, tersenyum menang. Dia seolah mengatakan, aku pemenangnya.


Tidak akan kubiarkan kamu merebut Kristal dariku, Ken. Kita lihat, seberapa besar usaha yang bisa kamu lakukan untuk menarik perhatian istriku


🌻🌻🌻*


Setelah di rawat selama enam hari di rumah sakit, hari ini Kristal sudah di perbolehkan pulang. Ken tidak bisa menjemput karena ada rapat. Hal ini di manfaatkan Langit untuk membawa istrinya pulang. Karena Kristal tak mengingatnya dan bersikap dingin padanya, Papa Gama menyarankan agar sementara, Kristal tinggal dirumah mereka. Langitpun menyetujuinya. Setidaknya, Kristal aman berada dirumah keluarganya.


"Dia ikut kita?" tanya Kristal sambil menatap Langit tak suka


"Kris, bersikap baiklah pada Langit. Bagaimanapun, dia suamimu"


Teguran Mama Dian membuat Kristal memutar bola matanya malas


"Sayangnya aku tak mengingat hal itu. Lagipula, bagaimana bisa aku menikah dengan pria ini?"


Mama Dian hanya mampu mendengus kesal. Sifat keras kepala Kristal kali ini begitu susah di atasi.


"Semua sudah siap, Ma. Kita bisa pulang sekarang"


Kristal berjalan lebih dulu mendahului Langit,


"Yang sabar ya. Mama yakin, Kristal akan kembali seperti dulu"


Langit mengangguk, "Iya Ma"


"Ya sudah, ayo kita pulang" ajak Papa Gama

__ADS_1


Mobil sudah berada di depan lobi, Langit sendiri yang akan mengemudikannya. Papa Gama duduk di depan sementara Kristal dan Mama Dian berada di kursi belakang.


Begitu sampai dirumah, Oma Clara dan Opa David langsung menyambut kedatangan mereka.


"Akhirnya kamu pulang juga, Sayang"


"Aku sebenarnya bisa pulang kemarin. Tapi seseorang membuatku tertahan di rumah sakit"


Orang yang Kristal maksud adalah Langit. Kemarin, Kristal memaksa untuk pulang. Namun sebagai suami, Langit melarangnya. Dia hanya ingin memastikan jika kondisi Kristal benar - benar pulih benar. Akhirnya dia harus menginap lagi semalam.


"Ya sudah. Yang penting kamu kan sudah pulang sekarang. Sebaiknya sekarang kamu ke kamar dulu untuk istirahat. Oma akan memanggilmu setelah makan siang siap"


Kristal mengangguk, ia kembali acuh pada suaminya dan berlalu begitu saja meninggalkan Langit. Pria tampan itu hanya bisa menghela nafas berat.


"Lang, sebaiknya susul Kristal. Papa tahu kamu mengerti apa yang harus kamu lakukan. Papa percaya padamu"


Langit mengangguk, ia segera menaiki tangga menuju kamar istrinya.


"Kenapa kamu masuk ke kamarku?"


Langit acuh, dia menaruh tas berisi pakaian Kristal lalu mengeluarkannya dan menaruhnya di keranjang kotor. Pria itu sama sekali tidak menghiraukan Kristal yang menatapnya tak suka.


"Kalau sudah selesai, cepatlah pergi dari sini"


Langit menatap Kristal dengan tatapan mematikan. Jelas saja hal itu membuat Kristal sedikit tidak nyaman.


"Aku akan menebus semuanya, Kris. Tetap jaga batasanmu. Dan ... Mintalah bantuanku jika kamu mengalami kesulitan"


🌻🌻🌻


"Lang, kamu mau pergi?"


Langit tersenyum pada mertuanya, "Ada hal yang harus ku urus, Pa. Aku titip Kristal sebentar"


"Tentu, kamu tidak perlu khawatir. Kristal aman bersama kami"


"Terima kasih"


Setelah kepergian Langit, beberapa menit kemudian, Kristal menuruni anak tangga. Dari penampilannya, sepertinya ia juga akan pergi.


"Kamu mau kemana, Kris?"


"Aku mau kerumah Ken. Mama Rani membuat cake kesukaanku"


Mama Dian dan Papa Gama saling tatap, "Kamu itu baru sembuh. Apa tidak sebaiknya kamu istirahat dulu?"


Kristal menggeleng, "Aku sudah janji akan datang. Lagipula, aku sekarang merasa baik - baik saja"

__ADS_1


"Baiklah kalau itu maumu. Tapi kamu harus pergi di antar sopir"


"Iya, Ma"


"Ya sudah, hati - hati dijalan"


Begitu Kristal hilang dibalik pintu, Mama Dian menatap suaminya, "Apa tidak sebaiknya kamu meminta pengawal untuk menjaga Kristal? Aku kahwatir-"


"Menantu kita sudah melakukannya"


"Maksudmu?"


Papa Gama tersenyum, "Jangan remehkan menantu kita, Sayang. Dia tahu harus melakukan apa"


"Baiklah jika seperti itu"


🌻🌻🌻


Kristal baru saja tiba di rumah Mama Rani, dia disambut hangat oleh semua orang.


"Mama sudah menyiapkan cake nya. Kamu harus menghabiskannya"


"Aku bisa gendut jika makan banyak"


Keduanya sama - sama tertawa. Ken yang melihat hal itupun merasa bahagia. Ia membayangkan jika Kristal adalah istrinya, pasti ia semakin bahagia.


Berbeda dengan Ken dan Mama Rani yang merasa bahagia. Yazna justru sebaliknya. Sejak kejadian makan malam beberapa waktu lalu, Mama Rani melarang mereka pulang kerumah sendiri. Alasannya karena wanita paruh baya itu takut Yazna akan meracuni putra semata wayang mereka. Jadi, berakhirlah mereka disini.


Kabar kecelakaan dan keguguran Kristal tentu membuat Yazna bahagia. Ia sempat mendoakan Kristal agar segera di ambil Tuhan. Sayangnya, wanita itu justru amnesia dan hanya mengingat orang - orang yang ia kenal sejak dulu. Dan yang lebih membuatnya kesal saat Ken memintanya untuk merahasiakan pernikahan mereka di depan Kristal. Yazna juga diminta tak menampakkan diri sama sekali. Sebagai seorang istri, tentu harga dirinya terluka.


Kletuk


Yazna dibuat terkejut dengan bunyi benda jatuh yang terdengar seperti dibelakangnya. Saat ini ia berada di dalam kamar.


"Suara apa itu?"


Yazna berjalan ke arah pintu balkon. Matanya tak sengaja menangkap sebuah kotak kecil berwarna hitam


"Siapa yang melempar ini kemari?", dia mengintip keluar. Tidak ada orang sama sekali. Apa orang iseng? Pikirnya. Tapi kenapa kotak ini bagus sekali?


Rasa penasaran membuatnya membuka kotak tersebut. "Kertas?", Yazna membuka kertas tersebut, tangannya tiba - tiba tremor. Matanya membelalak dengan wajah penuh keterkejutan


"S-siapa yang mengirim ini?"


Yazna memeriksa kembali sekitar balkon, benar - benar tidak ada orang. Dia meremas kertas itu lalu membuangnya ke tempat sampah.


"Siapapun yang melakukan ini, aku tidak membiarkan dia membongkar semuanya. Tidak akan pernah!!"

__ADS_1


🌻🌻🌻


Kira - kira apa ya isi kertas tersebut?


__ADS_2