
"Nyonya, ada besan Anda" ucap asisten rumah tangga Mama Rani
Mama dari Ken itu segera keluar untuk menemui Ayah Saka. Setelah melihat Mama Rani, Ayah Saka segera berdiri.
"Ada apa kamu datang pagi - pagi?"
"Aku ingin bertemu dengan Ken"
Beruntung, orang yang dimaksud datang tanpa diminta. Ken sudah bersiap untuk berangkat ke kantor. "Ayah", Ken cukup terkejut melihat kedatangan mertuanya pagi - pagi begini
Ayah Saka tersenyum, ia berjalan ke arah Ken lalu
Bug
"Ken!", teriak Mama Rani, "Apa yang kamu lakukan pada putraku?!", Mama Rani menatap besannya marah
"Seharusnya aku memberinya pukulan lebih dari itu!" Ayah Saka terlihat begitu marah
"Beraninya kamu memukul anakku!"
Ken berusaha menenangkan Mamanya, ia tak mau Mamanya malah bertengkar dengan Ayahnya Yazna
Keributan yang terjadi membuat Papa Tri, Oma serta Opa menuju ke ruang tamu
"Ada apa ini?"
"Saka datang tiba - tiba lalu memukul Kenzie. Aku rasa dia sudah mulai gila!"
Ayah Saka tersenyum sinis, "Harusnya kalian bertanya pada putra kesayangan kalian itu, apa yang sudah dia lakukan pada putriku!"
"Apa yang sebenarnya terjadi, Ken?" tanya Papa Tri
Bukannya menjawab, Ken malah menatap mertuanya. Jujur ia juga tak apa yang sudah ia perbuat pada Yazna
"Yazna kenapa?"
Pertanyaan bodoh itu meluncur begitu saja dari mulut Ken, tentu saja hal itu membuat Ayah Saka semakin murka.
"Kamu masih bertanya apa yang terjadi?"
"Aku bertanya karena sungguh tak tahu apa - apa" sahut Ken
__ADS_1
"KAMU MENINGGALKAN YAZNA YANG PINGSAN DI CAFE DAN LEBIH MEMILIH WANITA ITU!!"
Semua orang terdiam, dan Ken. Tentu saja ia langsung paham duduk perkara yang mertuanya maksud.
"Aku tidak tahu jika Yazna yang pingsan di cafe itu"
Ayah Saka menarik kerah kemeja yang Ken kenakan. Tatapannya begitu tajam, memancarkan aura kemarahan yang besar.
"Lepaskan tanganmu dari leher putraku!", Mama Rani memukul lengan besannya
"Duduk dulu, kita bisa bicarakan masalah ini baik - baik", Opa Damar menengahi
Ayah Saka melirik sekilas lalu mendorong Ken sedikit keras hingga pria itu mundur beberapa langkah.
Akhirnya semuanya duduk, dan Papa Tri memulai pembicaraan
"Sekarang jelaskan apa yang terjadi, Ken"
Ken menatap semua orang lalu menghela nafas, "Tadi malam aku memang makan malam dengan Kristal di cafe. Dan memang sempat ada orang pingsan di kamar mandi. Tapi aku sungguh tak tahu jika orang itu adalah Yazna"
"Bagaimana kamu mau tahu kalau kamu malah asyik dengan wanita itu!!", Ayah Saka terlihat geram, "Aku mempercayakan putriku padamu! Tapi bukannya memperlakukan dia dengan baik, kamu justru mengejar wanita lain yang jelas - jelas sudah bersuami!!"
"Kristal hilang ingatan. Lalu apa salahnya dengan makan malam bersama. Dia juga anaknya Diandra, keluargaku!" Mama Rani menyahut tanpa takut
Wajah Mama Rani berubah sedikit tegang, "Maksudmu apa berkata seperti itu?"
"Kalian, khususnya Ken dan juga kamu, Ran. Kalian tidak pernah menganggap Yazna sebagai bagian dari keluarga ini! Yazna di abaikan, tidak diperhatikan bahkan tidak dianggap istri oleh putramu! Apa kamu pikir, aku sebagai Ayahnya tidak terluka?!"
"Bukankah Om tahu jika aku terpaksa menikahi Yazna?"
Deg
Jantung Ayah Saka berdetak semakin cepat
"Ken, jangan semakin memperkeruh suasana!" tegur Papa Tri
"Akhirnya kamu menampakkan siapa dirimu sebenarnya Ken. Rupanya aku sudah salah mempercayakan Yazna pada pria sepertimu!!"
"Jangan menyalahkan putraku! Dari awal kamu tahu bahwa dia mencintai Kristal! Jika bukan karena trik murahan yang putrimu lakukan! Ken tidak akan pernah menikahi Yazna!!"
"Ran, tenanglah. Jika kalian sama - sama emosi, masalah ini tidak akan pernah selesai" tegur Oma Yasari
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak emosi, Bun. Sejak awal aku tidak menginginkan Yazna menjadi menantuku! Gara - gara wanita itu, aku harus merelakan Kristal dinikahi pria lain!!"
Ayah Saka sungguh kecewa dengan apa yang mereka katakan. "Kalian sungguh mengecewakan! Dan kamu, Ran. Sebagai seorang ibu, bukannya mengajarkan sikap baik pada putramu. Kamu malah mendukungnya untuk selingkuh!"
Mama Rani tertawa sinis, "Aku tidak pernah mengajarkan Ken selingkuh. Dia hanya berusaha mengejar cintanya yang belum usai. Dimana salahnya? Seharusnya kamu instropeksi diri dan berkaca pada diri sendiri. Tidakkah kamu merasa semua ini adalah karma dari perbuatanmu?!"
Deg
Ayah Saka terbungkam. Dia tak bisa membalas apa yang besannya katakan. Bibirnya terasa kelu dan kaku. Bahkan untuk sebatas mengucapkan beberapa kata saja ia tak bisa.
Papa Tri memegang lengan istrinya saat melihat reaksi besannya. Pria itu sebenarnya merasa tak enak hati atas perilaku istrinya.
"Kalau kamu mau mengejar wanita itu. Ceraikan dulu putriku!"
Ken menatap mertuanya sejenak, kemudian "Aku akan segera menceraikan Yazna!"
Deg
🌻🌻🌻
Ayah Saka pulang dengan harapan hampa. Awalnya ia akan meminta Ken datang dan menjenguk Yazna. Siapa sangka harapannya hanyalah angan. Reaksi Ken dan keluarganya justru membuatnya kecewa.
Ya Allah, apakah ini memang karma untuk perbuatanku dimasa lalu. Tapi kenapa harus pada putriku? Tidak cukupkah dengan dia lahir tak sempurna? Sekarang rumah tangganya bahkan berada di ambang kehancuran
Begitu tiba dirumah, Ayah Saka segera masuk ke kamar Yazna. Putrinya itu masih tidur, mungkin karena efek obat penenang yang tadi dokter berikan. Semalam, ia di telpon pihak Cafe yang mengatakan jika Yazna pingsan di kamar mandi. Tanpa menunggu lama, Ayah Saka datang ke alamat yang mereka berikan. Begitu sampai, ia malah melihat pemandangan menyayat hati, dimana Ken malah makan malam dengan wanita lain yang tak lain adalah anak dari mantan istrinya, Diandra. Mengesampingkan rasa kecewa dan marahnya, Ayah Saka segera masuk dan melihat keadaan Yazna. Sayangnya, meski beberapa orang yang membawa Yazna lewat di dekat meja dimana Ken berada. Pria itu sama sekali tak terusik.
Kesedihan Ayah Saka tak sampai disitu, begitu tiba dirumah, Yazna berteriak histeris dan mengatakan aku tidak membunuhnya. Aku tidak membunuh bayi itu. Karena tak bisa di kendalikan, Ayah Saka memanggil dokter dan terpaksa Yazna harus di suntik dengan obat penenang.
"Kenapa Ayah malah membuat Ken akan menceraikan aku!"
Ayah Saka memejamkan mata, ia tak tahu dari mana Yazna mengetahui hal ini.
"Apa maksudmu? Ayah tidak mengerti!"
Yazna menatap Ayahnya dengan kilatan amarah, dia menunjukkan ponselnya yang tertera panggilan dari Mama Rani tiga puluh menit yang lalu. "Ayah masih mau mengelak?!"
Rupanya Rani memang menginginkan percaraian Ken dan Yazna.
"Ayah bisa menjelaskan semuanya, Yaz"
"Apalagi yang mau Ayah jelaskan! Ayah sudah menghancurkan rumah tanggaku!!" teriak Yazna penuh kebencian
__ADS_1
Ayah Saka menatap putrinya dengan sendu, "Maafkan Ayah. Ayah hanya tidak mau kamu terluka. Kenzie tidak pernah mencintai kamu"
"Aku tidak peduli!", Yazna terlihat frustasi, "Jika aku tidak bisa memiliki Ken. Maka Kristalpun tidak akan bisa memilikinya!!"