Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 45


__ADS_3

"Dimana Mutiara?" tanya Ken pada salah satu penjaga klub


"Mutiara sudah pergi!" sahutnya sinis


"Pergi kemana?"


"Jangan tanya aku! Aku sibuk!"


Ken terlihat frustasi saat wanita yang ia kencani beberapa waktu lalu itu menghilang. Ponselnya tidak aktif. Bagaimana ia mencari tahu tentang kebenaran hamilnya Mutiara jika wanita itu kini menghilang bak di telan bumi.


Ken melangkah keluar klub malam itu dengan langkah gontai.


Bug


Ken tersungkur saat mendapat sebuah pukulan


"A-ayah"


Ayah Saka menatap menantunya tajam, "Jangan panggil aku dengan sebutan Ayah, bajingan! Kamu tidak pantas memanggilku seperti itu!!"


"Maaf" ucap Ken lirih


"Kamu pria paling brensek yang pernah aku temui, Ken! Setelah membuat Yazna hancur, kini kamu meleburnya dengan menghamili wanita simpanan!!"


Ken menatap mertuanya terkejut. "Aku tidak sengaja-"


"Kamu mau mengatakan jika kamu tidak sengaja menghamilinya? Atau kamu juga akan mengatakan jika kamu tidak sadar saat tidur dengannya?!!"


"Ayah tidak berhak menghakimiku jika Ayah sendiri sama denganku!"


Deg


Wajah Ayah Saka berubah seketika, "Tapi itu masa lalu"


Ken tersenyum sinis, "Apa bedanya masa lalu dengan sekarang? Nyatanya Ayah pernah melakukannya!"


Ayah Saka tak bisa menyangkal!

__ADS_1


"Anggap saja ini sebagai karma atas perbuatan Ayah di masa lalu!"


"Ken!"


"Setidaknya kamu tidak menikahi wanita yang salah"


Ken kembali tertawa, "Aku bahkan menikahi wanita biadab!"


"Jangan mengatakan hal itu untuk Yazna!"


"Lalu aku harus mengatakan apa? Aku menikahi wanita sempurna? Putrimu adalah pembunuh, Tuan Saka! Dia membunuh anaknya sendiri dan juga anak dalam kandungan Kristal! Yazna pembunuh!!"


Ayah Saka terkejut, dia shock mengetahui fakta yang baru saja ia dengar, "Itu tidak mungkin"


"Jika Anda bisa mengetahui yang terjadi padaku dengan cepat. Harusnya Anda bisa mengetahui sejahat apa putri kesayangan Anda!"


Ken berjalan meninggalkan Ayah Saka. Namun ia berhenti setelah beberapa langkah, "Aku akan menceraikan Yazna! Semoga saja setelah ini dia bisa berubah! Dan jangan lupa meminta maaf pada keluarga Kristal. Mereka memilih untuk tak membawa kasus ini pada polisi. Namun aku tidak yakin setelah ini Yazna bisa hidup dengan tenang!"


Ken benar - benar pergi meninggalkan calon mantan mertuanya.


"Pergi kalian dari sini! Kami tidak mau memiliki tetangga seorang pembunuh!"


"Usir saja Pak RT. Kami tidak mau terkena sial karena bertetangga dengannya!"


Yazna terduduk di tanah. Wanita itu sedang di hakimi para tetangganya.


"Ada apa ini? Kenapa kalian menghakimi putriku seperti ini?"


"Nah, ini dia biang keroknya! Tolong segera tinggalkan komplek ini Pak Saka!"


"Kenapa saya harus meninggalkan rumah saya sendiri?" tanya Saka tak terima


"Kalian adalah keluarga pembunuh! Kami tidak mau terkena sial dengan adanya kalian di komplek kali. Jadi, silahkan pergi dari sini secepat mungkin!"


Deg


🌻🌻🌻

__ADS_1


Di rumah sakit, Mama Rani terus saja menangis. Dia sudah sadar beberapa waktu yang lalu, tapi tangisannya sama sekali belum mereda. Pasalnya, selain terkejut dan shock tentang fakta jika Ken menghamili wanita panggilan, ia juga khawatir pada Bundanya yang belum juga bangun akibat serangan jantung. Oma Yasari berbaring tak berdaya. Wanita sepuh itu di vonis terkena serangan jantung oleh dokter.


"Ran, makan ya? Kamu belum makan sama sekali" bujuk Mama Dian


Mama Rani hanya menggeleng pelan, membuat Mama Dian menghela nafas, "Kalau kamu seperti ini terus, kamu akan semakin sakit"


Mama Rani menatap sahabatnya lekat, "Kenapa kamu masih baik padaku setelah semua yang terjadi di antara kita?"


Mama Dian tersenyum, "Karena kamu sahabat sekaligus keluargaku"


Tangis Mama Rani semakin pecah, "Maafkan aku, Di. Maafkan aku!"


Mama Dian segera memeluk sahabatnya erat. "Aku sudah memaafkanmu"


Mama Rani menatap Mama Dian dengan lekat. "Kamu mau memaafkan aku?"


Mama Dian tersenyum, "Setiap orang pasti melakukan kesalahan. Dan setiap kesalahan berhak mendapatkan maaf. Tapi yang terpenting, kita menyadari kesalahan yang kita buat. Lalu tidak mengulangi kesalahan yang sama"


Mama Rani menunduk, apa yang dikatakan sahabatnya benar. Selama ini dia juga sadar jika sudah melakukan kesalahan. Hanya saja, ego membuatnya bertindak semau dirinya sendiri.


"Kenapa hidupku jadi seperti ini, Di? Semuanya hancur. Dulu aku begitu bahagia saat memiliki Ken dan aku berharap Ken akan jadi anak yang membanggakan. Tapi dia justru melempar kotoran ke wajah orang tuanya"


Mama Dian menghela nafas, "Ini ujian untukmu, Ran. Tidak perlu menyesali apapun. Cobalah ikhlas menerima semuanya. Dengan begitu, kamu bisa melanjutkan hidup dengan lebih damai"


"Sulit, Di. Semua tidak semudah mengucap kata"


"Allah pasti menyiapkan hal baik setelah semua kejadian yang terjadi. Lihatlah aku, Ran. Dulu kamu tahu betul seperti apa kehidupanku. Sekarang aku jauh lebih bahagia. Karena aku memasrahkan semuanya kepada Allah. Kita hanya bisa berencana, tetapi Dialah yang menentukan segalanya"


"Entah dosa apa yang kulakukan di masa lalu. Ken menghamili Yazna sebelum pernikahan. Yazna membunuh cucuku dan sekarang Ken mengulang kesalahan yang sama. Bahkan jauh lebih parah karena dia menghamili wanita malam"


Mama Dian tak menjawab apapun. Dia tahu kesedihan yang sahabatnya rasakan. Tapi apa mau di kata, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Segala sesuatu yang terjadi tidak bisa di putar kembali.


"Bagaimanapun, Ken harus mencari wanita itu. Terlepas bagaimana latar belakangnya, Ken tetap harus bertanggung jawab"


Ucapan Mama Dian membuat Mama Rani semakin terisak, "Apa aku sanggup menerima dan menjalani semuanya? Bagaimana kata orang-"


"Jangan memikirkan apa yang orang katakan, Ran! Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi! Mulut orang memang tidak ada habisnya untuk mencibir dan mengkritik kita. Tapi bukan mereka yang menjalani semuanya! Pikirkan masa depan anak dalam kandungan wanita itu! Masa depan Ken juga! Setidaknya, jika sekarang dia menjadi manusia yang buruk, di kehidupan kedepan, dia harus menjadi manusia yang lebih baik lagi! Begitupun denganmu!"

__ADS_1


__ADS_2