Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 37


__ADS_3

Sejak hari dimana seseorang mengiriminya kotak misterius itu, hari - hari Yazna jadi tidak tenang. Hampir setiap hari ia mendapat teror dari orang tak di kenal.


Klontang


Lagi - lagi Yazna dibuat berdenyit kaget. "Apa lagi itu?"


Kali ini bukan kotak atau kaleng seperti kemarin - kemarin. Melainkan sebuah bungkusan berwarna hitam. "Lebih baik aku tidak membukanya. Jika aku membukanya, nanti yang ada aku semakin tidak tenang"


Yazna langsung memasukkan bungkusan itu ke tempat sampah. Kemudian dia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Sejak Kristal hilang ingatan, Ken jadi sering pulang terlambat. Yazna mengecek GPS untuk mengetahui keberadaan suaminya, sayang sudah tidak aktif. "Kenapa tidak aktif? Apa mungkin Ken sudah mengetahuinya?"


Yazna mengambil tas lalu keluar kamar. Saat diruang tamu, ia berpapasan dengan Mama Rani. "Mau kemana kamu malam - malam begini?"


"Aku akan menginap dirumah Ayah malam ini"


"Apa kamu sudah meminta izin pada Ken?"


Yazna berdecak, "Untuk apa? Memangnya dia peduli aku sedang apa dan ada dimana? Jangan membuatku ingin tertawa seolah - olah aku istri dan menantu yang di inginkan", Yazna melangkah keluar rumah setelah mengatakan hal itu


"Dasar turunan wanita ular! Tidak ada sopan santunnya sama sekali pada orang tua! Bagaimana bisa Ken menikahi wanita seperti dia!"


Yazna samar - samar mendengar apa yang mertuanya katakan. Tapi ia tidak peduli. Istri Ken itu terus berjalan keluar rumah. Lalu menunggu taksi online yang sedang dia pesan.


"Mbak Yazna"


"Iya, Pak" Yazna segera masuk ke dalam mobil.


"Sesuai aplikasi ya Mbak"


Wanita itu mengangguk. Saat ini ia menuju ke salah satu Cafe yang sering Ken dan Kristal kunjungi ketika sekolah. Ia tak tahu, Ken ada disana atau tidak. Tapi fellingnya mengatakan jika bisa jadi suaminya sedang makan malam dengan mantan kekasihnya disana.


Begitu tiba di Cafe, Yazna segera masuk. Ia mengedarkan pandangannya lalu mencari keberadaan suaminya. Benar saja, Ken dan Kristal sedang duduk di salah satu meja yang berada di ujung. Tak mau keberadaannya di ketahui, Yazna sengaja duduk sedikit jauh.


"Silahkan, Nona"


"Tapi saya belum memesan" ucap Yazna cukup terkejut saat pelayan mengantarkan makanan padanya


"Tapi ini di pesan khusus untuk Anda"


Setelah menyajikan makanan yang di tutupi tudung kecil dan segelas jus di atas, pelayan itu segera pergi. Yazna tampak ragu, dia menatap Ken dan Kristal yang sepertinya masih tak menyadari keberadaannya.


"Siapa yang mengirim makanan ini?"


Yazna membuka makanan tersebut, matanya membola melihat isinya. Perutnya seketika mual. Daging mentah dengan banyak darah. Baunya yang anyir membuatnya tak tahan. Yazna segera pergi ke toilet saking mualnya. Dia berjalan terseok - seok karena kakinya melangkah terburu - buru. Yazna masuk ke salah satu kamar toilet.


Huek ... Huek


Wanita itu segera membasuh mulutnya setelah muntah. Dadanya naik turun dengan nafas terengah - engah. "Siapa sebenarnya orang yang sudah menerorku? Bahkan disinipun, aku tak luput dengan terornya"

__ADS_1


Tiba - tiba ia mendengar air kran menyala. Awalnya Yazna pikir, ada orang lain diluar. Saat ia keluar, nyatanya tak ada orang.


Oek Oek Oek


"Bayi? Suara bayi siapa itu?"


Yazna berjalan pincang ke salah satu kamar toilet. Jika tidak salah dengar, suara bayi itu berada di ujung kamar toilet.


"Apa mungkin pelanggan lain?"


Dengan gugup, Yazna berjalan mendekati kamar toilet itu. "Apa ada orang?"


Tidak ada sahutan, namun suara bayi itu terdengar semakin jelas. Dengan tangan bergetar, Yazna mendorong pelan pintu toilet.


"Arrggkkk!"


Bruk


🌻🌻🌻


"Ada apa ya, Mas. Kenapa beberapa pegawai menuju ke belakang?" tanya Ken saat membayar makanannya dengan Kristal


"Ada pengunjung yang pingsan di kamar mandi, Mas"


"Kok bisa?"


Deg


Seketika Ken terpikir pada Yazna. "Apa mungkin itu Yazna? Tapi bisa jadi orang lain. Aku sudah mematikan GPS di ponselku"


Ken segera pergi setelah membayar makanannya.


"Sudah?" tanya Ken pada Kristal


Wanita cantik itu mengangguk, keduanya berjalan keluar dari Cafe. Ken berencana mengantar Kristal pulang, sayangnya di depan Langit justru berdiri bersedekap dada sambil menatap keduanya.


"Kristal pulang bersamaku!" suara Langit terdengar begitu dingin


"Aku yang mengajaknya kemari. Aku pula yang seharusnya mengantar dia pulang" jawab Ken tak mau kalah


Langit tersenyum sinis, "Aku harap kamu tidak lupa jika Kristal adalah istriku!"


"Tapi-"


"Aku pulang dengannya, Ken"


"Tapi Kris-"

__ADS_1


"Terima kasih atas makan malamnya"


Kristal segera masuk ke dalam mobil Langit dan meninggalkan Ken yang masih berdiri sambil menatap kepergiannya. Langit tersenyum smirk ke arah Ken lalu masuk ke pintu kemudi. Tak lama, mobil itu segera melaju pergi


"Arrgg. Gagal lagi!!!" Ken berteriak kesal


Sementara di dalam mobil, tak ada pembicaraan antara Langit dengan Kristal. Pria itu memasang wajah dinginnya dan fokus menyetir.


"Apa kamu memang sekaku ini?"


Langit menatap Kristal sekilas tanpa berniat menjawab pertanyaan istrinya. Kristal yang merasa di acuhkan pun memilih diam.


Begitu sampai dirumah, seperti biasa, Kristal akan masuk terlebih dahulu.


"Bagaimana makan-" pertanyaan Mama Dian terhenti begitu melihat Kristal acuh. Wanita yang melahirkan Kristal itu menghela nafas


"Lang, kamu harus sabar ya"


Langit mengangguk, "Papa ada di ruang kerja?"


"Iya"


"Aku akan menemuinya"


Mama Dian mengangguk, meski sedikit penasaran dengan apa yang akan suami dan menantunya bahas. Namun Mama Dian tak akan mencari tahu, nanti Papa Gama pasti akan memberi tahunya dengan sendirinya.


🌻🌻🌻


Langit baru keluar dari dari ruang kerja mertuanya pukul sembilan malam. Pria itu segera menaiki tangga lalu masuk ke dalam kamar. Begitu membuka pintu, ia melihat Kristal rebahan sambil nonton drama di laptopnya. Langit segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat keluar dari kamar mandi, Kristal rupanya masih menonton drama. "Tidurlah, ini sudah malam"


Kristal melirik Langit sejenak, "Aku bukan remaja yang harus dibatasi jam tidurnya" sahutnya santai


Langit tak menanggapi, ia berjalan ke arah ranjang lalu tidur disamping Kristal yang masih asyik menonton drama yang ia tonton.


"Kenapa kamu tidur disini?"


"Jangan lupa kalau aku suamimu! Tidak ada ceritanya suami istri tidur diranjang yang berbeda" sahut Langit dengan mata terpejam


Kristal berdecak, "Tapi aku tidak ingat jika pernah menikah denganmu"


Langit kembali membuka mata, "Kamu ingin aku mengingatkannya?"


Tatapan Langit yang begitu tajam membuat Kristal gugup, "T-tidak perlu"


Langit tersenyum, "Tidurlah. Jika kamu masih tidak mau tidur juga. Jangan salahkan aku jika aku yang akan membuatmu tertidur", tatapan Langit semakin terlihat horor, "Aku sangat bisa membuatmu tertidur dengan sangat cepat!"

__ADS_1


__ADS_2