Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 61


__ADS_3

"Aku mau ke toilet sebentar" ucap Langit saat keluarganya masih asyik mengobrol. Suami Kristal itu segera pergi untuk menuntaskan hajatnya. Toilet berada di bagian belakang restoran. Begitu sampai di depan toilet pria yang bersebelahan dengan toilet wanita, Langit justru tidak masuk ke dalam. Ia berdiri didepan pintu toilet wanita.


Ceklek


"Jika kamu berfikir ingin mengusik kebahagiaan Kristal untuk yang ke sekian kalinya, maka lawanmu kali ini adalah aku!"


Deg


Wanita bertongkat yang baru saja keluar dari dalam toilet itu membeku saat mendengar kalimat yang dilontarkan suami Kristal padanya. Langit melipat kedua tangannya dan menatap Yazna dengan tajam, "Aku masih menyimpan semua bukti kejahatanmu! Jadi, jika kamu tidak mau membusuk didalam penjara, enyah dari kota ini selamanya!"


Wajah Yazna berubah pucat, ancaman Langit terdengar serius dan menakutkan. Namun Yazna tetaplah Yazna, dia berusaha menepis rasa takut dan bersikap seperti biasa. "Istrimu sudah menghancurkan hidupku! Bukankah wajah jika aku juga ingin dia hancur?!"


Langit memajukan langkah, menatap Yazna dengan mata elangnya yang terlihat dingin dan sangat tajam, "Lakukan jika kamu meragukan ancamanmu! Tapi aku pastikan, kamu akan mengalami nasib yang sama dengan mendiang ibumu!"


Deg


"K-kau!"


"Jangan menyalahkan orang lain atas ketidakberuntunganmu! Jika kau menanam kebaikan, maka akan menghasilkan kebaikan. Tapi jika kau menanam kejahatan, maka kau juga akan mendapatkan kejahatan! Sebelum hidupnya jauh lebih hancur, berdamailah dengan keadaan. Khususnya dengan dirimu sendiri!"


Langit melangkah pergi, namun kemudian berhenti, "Aku serius dengan apa yang aku katakan!" ucapnya tanpa menoleh lalu benar - benar pergi.


Bagaimana Langit bisa tahu keberaan Yazna? Tadi saat mereka makan, Langit tak sengaja melihat Saka dan Yazna. Meski berjauhan, Langit tahu jika Yazna menatap tak suka ke arah keluarganya. Jadi saat wanita itu beranjak, Langit juga beranjak dengan alasan pergi ke toilet. Kali ini, dia tidak akan lengah lagi. Jika Yazna masih nekat untuk mengusik atau mencelakai Kristal dan calon anaknya, maka Langit pastikan Yazna benar - benar akan mendekam di penjara selamanya.


🌻🌻🌻


"Kenapa lama sekali, Mas? Kita semua mau pulang" seru Kristal


"Maaf, Sayang. Toiletnya penuh"


"Sayang sekali habis makan enak malah dibuang" cibir Opa David


Langit mendengus kesal, sejak Kristal hamil, Opa dari Kristal itu semakin menyebalkan dimatanya


"Sudah. Sebaiknya kita sekarang pulang. Sayang, hati - hati ya" ucap Mama Dian

__ADS_1


"Mama juga hati - hati"


Mama Dian cipika - cipiki dengan Kristal dan Mama Maura. Mereka harus berpisah karena rumah yang tak searah.


"Bye, Sayang. Kalau ingin apa - apa katakan sama Mama"


"Iya Ma"


Mereka masuk ke dalam mobil masing - masing.


Perjalanan dari restoran ke rumah Langit tidak terlalu jauh. Hanya saja, karena bertepatan dengan jam pulang kantor, jalanan cukup padat dan macet. Tepat selesai magrib, mereka sampai dirumah.


"Sebaiknya kalian masuk ke kamar dan istirahat. Sayang, kalau kamu tiba - tiba lapar, panggil Mama ya" ucap Mama Maura


"Iya Ma. Terima kasih. Mama Jangan lupa istirahat juga"


Mama Maura mengangguk lalu masuk kedalam kamar. Begitupun dengan Langit dan Kristal.


"Kamu mau mandi, Sayang? Aku siapkan air hangat ya?" tawar Langit


Begitu Langit masuk ke dalam kamar mandi, Kristal melepas semua pakaiannya hingga menyisakan dalaman saja. Sejak kehamilannya memasuki trimester kedua, Kristal jadi lebih agresif. Bahkan tak jarang dia yang meminta lebih dulu.


"Sayang, aku su-" ucapan Langit menggantung melihat sang istri. Meski dengan perut buncitnya, Kristal justru terlihat semakin seksi dan menggoda.


Langit langsung memeluk sang istri dan mencium leher jenjangnya, "Kamu sengaja mau menggodaku kan?"


Kristal terkekeh, "Tanpa digodapun, bukankah aku selalu menggoda dimatamu, Sayang" hembusan nafas Kristal menyapu leher Langit. Tentu sebagai pria normal, ia tergoda


"Kamu sangat nakal, honey. Jangan salahkan aku jika aku akan memuaskanmu"


"Lakukan Sayang"


Langit menggendong Kristal ala bridelstyle. Merebahkan dengan pelan tubuh istrinya di atas ranjang. Tak lama, nada - nada kenikmatan keluar dari mulut keduanya. Mereka saling menyalurkan cinta, berbagi keringat dan peluh yang bercampur menjadi satu.


"Kau selalu membuatku candu, Kris"

__ADS_1


"*I Love You, My Husband"


"I Love You too, My Wife"


🌻🌻🌻*


Ke esokan harinya, mereka kembali ke rutinitas awal. Langit akan kembali bekerja setelah beberapa hari libur. Sementara Kristal, ia juga akan bekerja namun dari rumah.


"Selamat pagi, Sayang" Langit mengecup pipi sang istri.


"Pagi, Mas", Kristal beranjak dari duduknya. Bumil cantik itu baru selesai memakai bedak. Kini saatnya dia membantu sang suami berpakaian.


Langit tersenyum saat Kristal mengambil alih handuk kecil yang bertengger di atas kepalanya lalu mengusap rambutnya pelan


"Kenapa bayi besarku ini terlihat semakin tampan, hm"


Langit terkekeh, "Terima kasih pujiaannya, Sayang"


Setelah jas berwarna nany membuat penampilan Langit semakin berkharisma. Tentunya semakin mempesona. Melihat suaminya tampak gagah begini, Kristal jadi enggan melepas kepergiannya walau hanya ke kantor saja.


"Kenapa memandangiku seperti itu, hm?"


Kristal mendongak, menatap suaminya. "Boleh tidak, kalau hari ini kamu tidak pergi kerja? Aku rasanya tidak rela jika kamu akan jadi pusat perhatian para wanita genit diluar sana"


Tawa Langit meledak, istrinya jika cemburu begini terlihat sangat menggemaskan aku.


"Jadi, kamu mau aku menemanimu dirumah saja?"


Kristal menggeleng, "Kamu harus kerja, Mas. Masih banyak kebutuhan kita yang belum dibeli. Khususnya kebutuhan baby twins"


Langit kembali tertawa, "Padahal aku kira kamu akan memintaku menemanimu. Aku sudah bersiap untuk melayanimu seharian penuh"


Kristal melotot, "Kamu ini selalu saja otaknya mesum"


Langit merengkuh pinggang sang istri dan memeluknya posesif. "Padahal aku sudah nyiapin gaya kuda terbang"

__ADS_1


"Mas Langit!!"


__ADS_2