
Tanpa diminta, sang pelaku akhirnya mengaku. Semua orang menatap ke arah Yazna. Wanita yang sejak tadi hanya duduk itu kini menunduk dengan wajah tegang.
"Yaz, benarkah yang kamu katakan? Jadi kamu yang mencelakai Kristal?" pertanyaan Ken semakin membuat Yazna tersudut
Kristal mendekati Yazna, berdiri tepat didepan wanita yang kini mulai bergetar itu. "Lihatlah, akhirnya dia mengaku dengan sendirinya!", suara dingin Kristal membuat Yazna menatap pada wanita itu. Yazna takut, jujur saja kali ini tatapan Kristal terlihat begitu mengerikan
"Aaarrgg!!", Yazna mengerang saat Kristal menjambak rambut istri Ken tersebut. Tentu semua orang terkejut melihatnya, pasalnya, Kristal dikenal memiliki sikap yang baik. Dan baru kali ini Kristal terlihat seperti manusia kejam
"Kris, hentikan Sayang", pinta Papa Gama
Kristal abai, cengkraman itu bukan kian mengendur, melainkan semakin kencang. Tangan Yazna mulai meraih tangan Kristal agar wanita itu melepaskan tangannya. Sayangnya, tenaga Kristal begitu kuat.
Ken akan menolong Yazna, tapi di tahan oleh Mama Rani, "Biarkan saja, Ken! Yazna memang pantas mendapatkan perlakuan itu. Dia pembunuh, Ken! Pembunuh!"
Bukan hanya rasa perih di kelapanya, Yazna juga merasa nyeri hati saat dirinya disebut pembunuh oleh mertuanya sendiri.
"Kau harus menerima balasan yang mengerikan atas perbuatan jahatmu, Yaz! Kau akan menyesal telah berurusan denganku!!"
"Arrg!", Yazna terjungkal saat Kristal mendorongnya keras
Wanita itu masih memandang Yazna penuh dendam. "Ya! Aku memang sengaja melakukan itu! Aku membencimu! Aku sangat membencimu! Kau selalu saja bahagia diatas penderitaanku!"
Plak
Yazna hanya bisa menahan sakit tanpa bisa melawan. "Pukul aku, Kris! Pukul! Sebanyak apapun kamu memukulku, semua tidak akan berubah! Hahahahah!!"
Mendengar tawa Yazna, Kristal mencekik leher Yazna hingga istri Ken itu kesulitan bernafas. Merasa sudah hilang kendali, Mama Dian menghampiri Kristal untuk menghentikan tindakan putrinya.
__ADS_1
"Kris, hentikan Nak. Dia bisa mati" ucap Mama Dian, "Jangan kotori tanganmu, Sayang. Biar hukum yang memberinya hukuman"
Kristal menatap Mamanya sekilas, lalu kembali menatap Yazna, "Hukum tidak akan mampu menebus semua kejahatan yang sudah dia perbuat! Apalagi mengembalikan anakku yang sudah mati! Aku akan membuat hidupnya seperti di neraka!"
"Kris", suara Ken membuat istri Langit itu menatapnya, "Kamu mau membela istrimu? Ah ... Ya, aku lupa jika kalian adalah pasangan yang cocok dan serasi. Manipulatif dan tidak tahu diri!!"
"Kris, Yaznalah yang bersalah. Kenapa kamu melibatkan Ken juga? Lagipula, sebentar lagi Ken akan menceraikan wanita jahat itu!" seru Mama Rani
"Oh ya? Lalu kata apa yang cocok untuk menggambarkan keduanya? Bajingan?"
"Kamu sudah sangat keterlaluan Kris!!"
Wajah Yazna terlihat berantakan. Sekali lagi, istri Langit itu menghampiri Yazna. Menatap wajah Yazna yang mulai terlihat pucat. "Lihat? Kamu tidak diinginkan, Yaz! Bahkan kamu akan dibuang seperti sampah!! Penderitaanmu baru akan dimulai! Kamu akan merasakan hal yang lebih menyedihkan dibanding saat ini. Dan kau ... Akan merasa ingin mati dibuatnya!!"
"Hentikan, Kris!" pinta Papa Gama
Wanita itu menatap semua orang bergantian, "Aku tidak akan melaporkan Yazna ke polisi. Hukuman penjara jauh lebih ringan dibanding hukuman sosial!", wanita itu menyeringai kemudian menyentikkan jarinya, hingga muncul sebuah video yang menunjukkan beberapa bukti transaksi. Semua orang menatap terkejut. Mama Rani yang paling shock di antara yang lainnya. Video tersebut adalah bukti dimana Yazna memesan obat penggugur kandungan.
"Istri tercintamu sudah membunuh darah dagingmu, Ken!"
Deg
Tubuh Yazna bergetar hebat. Susah payah dia menyingkirkan bukti tersebut. Kenapa sekarang masih ada
"Jadi ... Kamu sengaja melenyapkan anak itu, Yaz?"
Yazna kian tersudut. Mau mengelak, semua bukti sudah menunjukkan jika dia bersalah. "Benar! Aku memang melenyapkannya! Aku tidak menginginkan bayi itu!"
__ADS_1
Plak
Sekali lagi Yazna menadapat tamparan, bukan dari Kristal melainkan dari Mama Rani, "Perempuan busuk!! Teganya kamu membunuh anakmu!!"
Yazna tertawa keras, wajahnya tidak menunjukkan kesedihan sama sekali. "Bukankah kalian tidak pernah mau aku mengandung dan melahirkan anaknya Ken? Kenapa sekarang kalian seolah merasa kehilangan?"
Tangan Ken mengepal, "Aku tidak menyangka kamu bisa sejahat ini, Yaz!"
Prok Prok Prok
"Drama kalian sungguh menyedihkan! Tapi ada satu hal lagi yang harus kalian tahu!", Kristal menyeringai
Mama Rani memijit kepalanya yang terasa berdenyut nyeri, "Apa lagi fakta yang akan terkuak malam ini?" tanyanya mulai lemas
"Ken tidak hanya melakukan kesalahan di hotel. Dia juga-", Kristal menatap Langit
Ken tampak was - was, sementara Mama Rani, dia mulai lemas. Papa Tri membawanya duduk di kursi yang tak jauh dari sana,
"Ken sering menghabiskan waktunya di klub malam", wajah Ken mulai terlihat pucat, "Dia juga sering menghabiskan waktu dengan salah satu wanita malam disana!!"
"Ken!! Benarkah yang Langit katakan?!!!" teriak Mama Rani
Ken baru akan menjawab
"Dan sekarang wanita itu mengandung anak Ken!"
Deg
__ADS_1