Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 39


__ADS_3

"Pelakor tak tahu diri!! Sudah aku bilang, jauhi suamiku!!"


Byur


Yazna mengguyur kepala Kristal dengan jus yang ada di meja, membuat istri Langit itu berjengkit kaget


"Yaz! Apa yang kamu lakukan?!" tanya Ken terkejut


Istri Kenzie itu menatap suaminya tak suka, setelah perdebatan dengan Ayahnya. Yazna memilih pergi dari rumah. Ia ingin menenangkan diri. Tapi siapa sangka, lagi - lagi ia malah melihat Ken makan dengan Kristal "Kamu masih bertanya? Tentu saja aku memberi pelajaran pada pelakor ini!!"


Ken terlihat geram, dia menggeret tangan Yazna untuk segera pergi. Sayangnya wanita itu memberontak. Hal itu membuat pelanggan lain menatap ke arah mereka. Suasana menjadi cukup gaduh.


"Wanita gatal!! Kenapa kamu terus saja menjalin hubungan dengan suamiku!! Kamu juga punya suami!!"


Cibiran dan tatapan tidak menyenangkan segera menghujani Kristal. Tapi bukannya panik atau cemas, Kristal terlihat membersihkan kepalanya dengan santai.


"Tanyakan pada Ken, siapa yang mengajakku bertemu!"


"Pasti kamu! Kamu sengaja mendekatinya lagi kan? Dasar tidak tahu diri!"


Yazna akan memberikan tamparan pada Kristal tapi wanita itu menangkisnya, begitupun dengan Ken yang berusaha menahan istrinya agar tidak semakin mengamuk.


"Sebaiknya kamu pergi Kris! Maaf tidak bisa mengantarmu!" ucap Ken


"Urusan kita belum selesai!! Kamu tidak bisa pergi begitu saja dari sini, wanita sialan!!!"


Yazna terus mengamuk, bahkan Ken semakin kesulitan menahan amarah istrinya. Dengan langkah anggun dan santai, Kristal mendekati Yazna kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Yazna terdiam seketika. "Kartu as mu ada padaku, Yaz. Bersiaplah untuk kehancuranmu sebentar lagi!"


Kristal melangkah meninggalkan restoran. Meski sebagian bajunya basah karena siraman jus, tapi kecantikan Kristal sama sekali tidak berkurang.


"Pelakor emang sok kecantikan"


"Modal badan aja bangga!"


Kristal menghentikan langkahnya kemudian menatap dua ibu - ibu yang tadi mencibirnya. "Saya memang cantik. Badan saya juga bagus. Dan semua yang ada pada tubuh saya ini asli! Tidak seperti kalian yang hanya modal sumpalan tisu!"


Wajah keduanya memucat, mereka langsung menunduk dan berpura - pura melanjutkan makannya.


Ken terlihat frustasi dengan tingkah Yazna. Ia merasa sudah kehabisan kesabaran, "Kali ini kamu sungguh keterlaluan, Yaz. Aku akan segera mengurus perceraian kita!"


"Aku tidak mau cerai!! Apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah mau bercerai denganmu!!"


Ken meninggalkan Yazna begitu saja. Niat hati ingin menyusul Kristal sayangnya wanita itu sudah menghilang.


"Arrg. Sial!! Semua ini gara - gara Yazna!!"

__ADS_1


"Ken!!"


"Apalagi?" tanya Ken jengkel saat Yazna menyusulnya


"Aku pulang denganmu!" seolah seperti tak terjadi apa - apa, Yazna sungguh tak memiliki rasa malu meminta pulang dengan Kenzie


"Pulang saja naik taksi!" sahut Ken dingin


Tak kehilangan akal, Yazna lebih dulu menuju ke mobil suaminya. "Aku mau pulang denganmu", ucap Yazna dengan tampang memelas,


Merasa di perhatikan banyak orang karena kejadian tadi, akhirnya Ken mengizinkan Yazna pulang bersamanya.


Selama perjalanan, Ken sama sekali tak mengajak Yazna bicara.


"Ken!"


Tidak ada jawaban


Yazna menatap suaminya, lalu menghela nafas, "Aku tidak mau bercerai sampai kapanpun. Dan aku tidak akan membiarkanmu kembali bersama Kristal"


"Ayahmu bahkan memintaku menceraikanmu. Bukankah sebaiknya kita bercerai. Kamu tahu benar, aku sama sekali tidak mencintaimu"


Perih, sakit, dan kecewa. Itulah yang Yazna rasakan. Namun demi cintanya, ia tak mau menyerah. "Beri satu saja kesempatan padaku, Ken"


Yazna tersenyum kecut, "Aku bahkan sudah terluka sejauh ini. Apa kamu tidak bisa melihat sedikit saja betapa besar aku mencintaimu?"


Ken menggeleng, " Kamu tahu betul, sampai kapanpun, hanya Kristal yang aku cintai"


Kalau begitu, akan ku singkirkan Kristal dengan caraku


Sementara di sebuah kantor, sang asisten melapor pada atasannya.


"Istri Anda baru saja terlibat masalah dengan istrinya Ken, Tuan"


Langit menatap asistennya sejenak, "Apa yang terjadi?"


"Istri Anda sedang makan siang dengan Ken. Dan tiba - tiba istrinya datang. Dia bahkan menyiram istri Anda dengan segelas jus"


Tangan Langit mengepal, mendengar istrinya di perlakukan buruk tentu ia tak terima. "Lakukan rencana A sekarang juga. Aku mau, bulan depan saat ulang tahun hotel, semua menjadi milikku!!"


"Baik Tuan"


Setelah asistennya pergi, Langit memijat pelipisnya, "Kamu harus di hukum, Kris! Tapi tidak sekarang. Dan saat hukuman itu tiba, kamu akan tahu siapa suamimu sebenarnya!" ucap Langit menyeringai


🌻🌻🌻

__ADS_1


Kristal baru saja pulang, tentu saja dengan penampilan yang sedikit berantakan, "Astaga Kris! Kenapa penampilanmu berantakan seperti ini?" tanya Mama Dian yang cukup terkejut dengan penampilan putrinya


"Apes, Ma!"


"Apa yang terjadi?"


"Biasalah"


"Sudah cepat sana bersihkan diri. Sebentar lagi jam pulang kantor. Suamimu akan segera pulang"


"Hm"


Kristal hanya berdehem lalu naik ke kamar atas. Wanita itu segera berendam air hangat untuk merilekskan pikirannya. "Rasanya begitu nyaman"


Entah karena kelelahan atau memang karena rasa rileks yang di rasakan. Kristal tertidur di dalam bathup. Ia bahkan tak tahu jika Langit sudah pulang. Saat akan mandi, Langit sempat terkejut melihat Kristal terlelap di dalam air.


"Kucing nakal. Bagaimana aku bisa menghukummu jika kamu semenggemaskan ini, hm"


Dengan pelan, Langit membawa Kristal dan menidurkannya di atas ranjang. Pria itu kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, rupanya Kristal masih mengarungi alam mimpi. Langit memperhatikan wajah damai istrinya yang sedang tidur. "Mimpi indah, Sayang"


Langit duduk di sofa, membuka laptop kemudian memeriksa beberapa berkas yang harus di selesaikan. Pria itu terlihat begitu fokus, ia bahkan tidak menyadari jika Kristal tadi terbangun dan sekarang memperhatikannya.


Ting


[Semua sudah beres, Tuan]


[Kerja bagus]


"Kalian akan tahu, dengan siapa kalian berhadapan"


🌻🌻🌻*


Sejak kejadian di restoran, Langit melarang istrinya untuk pergi kemanapun. Langit bahkan memasang CCTV tersembunyi untuk mengetahui apa saja yang wanita itu lakukan. Beruntung, ia memiliki mertua dan Oma mertua yang bisa di ajak kerja sama. Dengan demikian, Langit tak terlalu repot untuk mengawasi Kristal.


Karena banyaknya pekerjaan, akhir - akhir ini Langit sering pulang malam. Bahkan terkadang, suami Kristal tidak pulang. Meski sudah tiga minggu berlalu, namun hubungan Kristal dengan Langit tidak bisa di katakan ada kemajuan. Mereka sibuk dengan diri masing - masing. Bahkan di dalam kamarpun, keduanya seperti orang asing. Namun, kesibukan Langit belakangan ini mampu membuat Kristal sedikit badmood pasalnya, wanita itu terlihat sering uring - uringan tak jelas. Apalagi kalau Langit tidak pulang. Esok harinya, Kristal akan berubah ke mode galak.


"Langit sering tidak pulang. Bisa jadi dia sudah bertemu wanita lain yang lebih perhatian" Mama Dian sengaja berkata demikian saat melihat Kristal baru saja menuruni tangga


"Mungkin saja", sahut Oma Clara, "Lagipula, pria mana yang tahan di cueki istri hampir sebulan penuh. Dia juga pria normal, butuh kasih sayang lahir dan bathin. Langit itu tampan, mapan, dan mempesona, wanita mana yang mampu menolak pesonanya" Oma semakin memanas - manasi


"Lihat saja kalau dia berani macam - macam diluar sana! Akan ku potong King Cobranya itu!"


"Memangnya kamu berani memotong kenikmatan yang membuatmu terbang melayang, hm?"


Deg

__ADS_1


__ADS_2