Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 50


__ADS_3

Kristal tak henti tersenyum. Bagaimana tidak, ia baru saja mendapat kejutan manis dari sang suami. Sebagai seorang wanita, ia merasa begitu beruntung. Tidak hanya tampan, Langit juga begitu penyayang dan pengertian. Selain itu dia juga setia.


"Terima kasih, Mas. Kamu selalu membuatku bahagia"


"Sebagai suami, tentu aku harus selalu membuatmu bahagia"


Kristal terharu, "Betapa beruntungnya aku bisa menjadi istrimu, Mas"


Langit terkekeh, "Sekarang bilang beruntung, dulu sok menolak. Kemarin bahkan aku di bohongi habis - habisan. Untung sayang"


"Maaf untuk itu, Sayang. Aku janji, kedepannya aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Apapun yang terjadi, aku akan selalu berbagi padamu"


"Itu harus. Apapun masalah yang kamu hadapi, ingatlah selalu ada aku yang siap menjadi sandaranmu"


Kristal tersenyum lalu menatap ke arah jalanan, "Kok macet ya?"


"Sepertinya ada kecelakaan"


Mobil Langit melaju perlahan, "Mas, bukankah itu Yazna?"


Langit menatap sisi kiri jalan dan memang benar, Yazna sedang duduk di trotoar. wanita itu di kerubuti banyak orang.


"Berhenti, Mas"


"Mau apa, Sayang? Dia bukan urusan kita. Kamu lupa apa yang dia lakukan padamu? Jangan bilang kamu mau menolongnya?"


Kristal menggeleng, "Aku hanya ingin melihat kondisinya. Sebentar saja"


Langit tampak keberatan, namun tak urung menepikan mobilnya.


Kristal segera turun dari mobil kemudian berjalan ke arah kerumunan. Diikuti Langit di belakanganya. Kristal melihat kaki kiri Yazna berdarah, terdengar erangan keluar dari mulut istri Ken itu. Karena menunduk, Yazna sampai tak menyadari kedatangan Kristal. "Oh, rupanya memang kamu, Yaz"


Yazna terkejut, ia menatap Kristal dengan mata mendelik, "K-kamu!"


"Nona, Anda mengenal wanita ini? Sejak tadi tidak ada yang mau menolongnya. Jika Anda mengenalnya, silahkan bawa dia ke rumah sakit" ucap salah seorang warga


"Aku tidak mengenal wanita ini! Lagipula, aku bisa kerumah sakit sendiri!" tolak Yazna


Kristal mengangguk, "Anda dengar kan? Dia tidak mengenal saya", istri Langit itu melipat kedua tangannya, "Kalaupun saya mengenalnya, saya juga tidak mau menolongnya. Kalian tahu?" Kristal menatap beberapa orang yang mengerubungi Yazna, "Wanita ini pembunuh! Dia sudah membunuh calon anakku!"


Orang - orang nampak terkejut, tatapan tidak bersahabat dan cacian mulai terdengar. Kristal yang melihat hal itu tersenyum ke arah Yazna, sedangkan Yazna? Jangan ditanya bagaimana wajahnya sekarang. Merah padam, "Dia berbohong!"

__ADS_1


"Tidak ada maling yang mau mengaku bukan? Asal kalian tahu, selain membunuh calon anakku, dia juga membunuh anaknya sendiri. Aku sarankan, jangan dekat - dekat dengannya. Dia itu wanita berbahaya!"


Pluk


Seseorang melempar kulit pisang ke arah Yazna. Tentu saja ia tak terima, "Berani kamu melempariku sampah!"


"Jangankan sampah, jika ada aku ingin sekali melemparimu kotoran kucing!"


Tidak hanya kulit pisang, sampah - sampah mulai mendarat di tubuh wanita itu. "Hentikan! Apa yang kalian lakukan!"


Mereka tak mengindahkan. Bahkan telurpun dilemparkan ke arah Yazna. "Semua ini karena kamu, Kris!! Hentikan!!" teriak Yazna pada orang - orang


Kristal memeluk lengan sang suami, kemudian segera pergi. Ia bahkan tak memperdulikan teriakan Yazna. Selain tidak ada yang membantunya, sekarang tubuh Yazna penuh kotoran dan sampah.


"Aku kira kamu akan membantunya. Kamu hebat, Sayang" puji Langit


Kristal terkekeh, "Bukankah aku sudah bilang. Hukuman sosial jauh lebih menyiksa", Kristal masuk ke dalam mobil setelah Langit membukakannya pintu, "Ini belum seberapa. Aku pastikan, Yazna akan menerima balasan yang jauh lebih kejam! Bahkan meski ia merangkak meminta ampun sekalipun, aku akan terus membuatnya hidup bagai di neraka!"


🌻🌻🌻


Langit dan Kristal baru saja kembali ke kantor usai makan siang. Tentunya setelah memberi Yazna sedikit pelajaran.


Begitu memasuki lobi, keduanya berpapasan dengan Ken yang juga baru datang.


"Aku baru saja menyelesaikan sebuah urusan"


Kristal melipat kedua tangannya, "Semua orang punya urusan! Tapi pekerjaan dan tanggung jawab tetap harus diutamakan! Jika kamu masih ingin bekerja disini, patuhi aturan yang berlaku! Masih banyak diluar sana orang yang dengan senang hati mengisi posisimu!"


Ken mengepalkan tangan, ia tak menyangka jika Kristal tega mempermalukannya seperti ini. "Akan ku ingat semua yang Anda katakan!", sahut Ken lalu pergi


"Aku kagum akan perubahanmu, Sayang. Kamu terlihat lebih, sangar", Langit mengedipkan sebelah matanya


Kristal menatap suaminya kemudian tersenyum, "Bukankah wanita sangar lebih menakutkan? Dan tentunya ... Lebih menarik"


"Kamu benar. Kamu begitu menarik, bahkan aku ingin sekali mengurungmu dan mendekapmu sepanjang hari"


"Hahaha, itu pikiran kamu saja yang mesum"


"Tidak ada yang salah mesum dengan istri sendiri"


Kristal mengangguk, "Sebaiknya kita segera melanjutkan pekerjaan tadi. Sebelum kamu bertindak diluar batas"

__ADS_1


Langit tertawa, hal itu tak luput dari perhatian para karyawan. Tentu mereka merasa kagum dan semakin mengidolakan Langit.


Melihat tatapan memuja para karyawan wanita pada suaminya, tentu Kristal tak tinggal diam. "Jika kalian masih ingin bekerja, jaga mata kalian sebelum aku mencongkelnya!"


Semua segera bubar dan kembali ke ruangan maaing - masing.


"Pawangku lebih menakutkan" kekeh Langit


"Ya. Makanya jangan coba - coba bermain - main denganku!"


Sementara di ruangannya, Ken melepas dasinya kemudian melemparnya asal. Sungguh, dia merasa kesal karena teguran dari Kristal. "Semua jadi kacau!", ia duduk di kursi kerjanya. Tumpukan berkas begitu banyak, hampir seluruh bagian meja terisi map - map yang harus dia kerjakan. "Lihat saja, aku akan membuktikan bahwa aku bisa bekerja dengan baik!"


🌻🌻🌻


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Langit mengajak istrinya untuk segera pulang. Pekerjaan jika kerjakan memang tiada habisnya. Jika dituruti, kesehatan yang jadi taruhannya


"Kita langsung pulang atau mau makan malam dulu?" tanya Langit pada sang istri


"Pulang saja, Mas. Aku akan masak dirumah"


"Kamu nggak capek?"


Kristal menatap suaminya lalu tersenyum, "Tidak ada kata capek untuk membuat suami semakin sayang"


Langit terkekeh, "Kamu semakin pandai menggombal"


"Loh, kan memang kenyataan. Kok di bilang menggombal sih? Bukankah aku istri yang baik, Bang Langit?"


Bukannya senang, Langit justru terlihat kesal. "Panggilanmu mengingatkan aku sama si ulet keket"


Kristal tertawa, "Kenapa, Bang? Abang?"


"Jangan menggodaku, Kris"


"Uh ... Atu atu, Abang marah"


Mobil Langit memasuki halaman rumah, "Kamu sudah membuatku kesal, Sayang. Jadi bersiaplah untuk menerima hukumanmu" seringai Langit terlihat menyeramkan


Matilah kau, Kris. Kenapa kamu malah menggoda Langit. Alamat kamu tidak akan tidur semalaman


"Malam ini kita lembur"

__ADS_1


Benar kan? Matilah aku


__ADS_2