
Hari ini adalah hari ulang tahun DV Hotel. Hotel milik Mama Diandra yang sudah diserahkan kepada Papa Triyoga untuk di kelola. Dan saat ini, Ken yang bertanggung jawab lebih besar untuk mengelola hotel keluarganya tersebut.
Acara digelar begitu mewah. Tamu undanganpun, bukan sembarang orang. Pejabat, penanam saham, direktur, karyawan bahkan artis - artis papan atas turut menjadi tamu undangan malam ini. Dekorasi, catering bahkan hiburan yang dipersiapkan juga menggunakan jasa wo nomor satu.
Mama Dian dan keluarganya juga bersiap untuk menghadiri acara tersebut. Sebagai pemilik, tentu wanita itu harus datang.
"Kita akan berangkat sekarang?" tanya Kristal yang baru saja turun. Gaun lengan panjang warna hitam bertabur berlian terlihat begitu cantik di pakai oleh istri Langit itu. Di padu dengan sepatu warna senada tak lupa kalung dan anting yang juga dari berlian, Kristal terlihat begitu memukau.
"Kamu cantik sekali malam ini, Sayang" puji Papa Gama
"Putri Papa sudah cantik sejak dulu!"
Papa Gama tersenyum, "Suamimu akan terpesona melihat kecantikanmu malam ini"
Kristal berdecak, "Memangnya dia akan datang? Dia saja seperti di telan bumi"
Bukan tanpa alasan Kristal berkata demikian, pasalnya, sudah tiga hari Langit tidak pulang. Dan yang lebih menyebalkan lagi, pria itu sama sekali tidak memberinya kabar.
"Bukankah Kristal terlihat cantik malam ini, Lang?" tanya Mama Dian
"Tentu saja, Ma. Dia bahkan terlihat sangat cantik"
Suara bariton itu membuat Kristal menoleh ke belakang, benar saja, Langit sudah berdiri di belakangnya entah sejak kapan. Suaminya itu terlihat begitu tampan dengan setelah tuxedo senada dengan warna gaun yang ia kenakan. Apalagi dengan potongan baru rambut pria itu, Langit terlihat jauh lebih tampan dan menawan.
"Sudah siap pergi?" Langit mengulurkan tangannya
Meski sempat memanyunkan bibirnya, namun tak urung Kristal menyambut uluran tangan suaminya.
"Kalian akan menjadi Raja dan Ratu malam ini" seru Oma Clara
"Kalau begitu, jangan membuang waktu. Kita berangkat sekarang saja" ucap Papa Gama
Langit menatap Papanya lalu tersenyum, "Aku dan Kristal akan naik mobil sendiri"
"Baiklah, kita bertemu disana"
Langit segera membawa istrinya menuju mobil, tak lupa membukakan pintu untuk istrinya. Selama perjalanan, tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Hanya suara musik yang menemani. Saat hampir tiba di DV Hotel, suasana terlihat cukup padat. Banyak mobil - mobil yang akan masuk ke hotel. Begitupun dengan mobil Langit yang juga mengantri untuk masuk ke dalam. Tidak berhenti di depan lobi seperti kebanyakan tamu, Langit justru membawa Kristal menuju ke area parkir.
"Penampilanku sudah sangat sempurna. Kenapa kamu malah membawaku kemari?" tanyanya jengkel
Langit tak menjawab, begitu mobil berhenti pria itu segera turun dari mobil. "Turun" ucapnya sembari membuka pintu mobil samping, dimana istrinya berada.
__ADS_1
"Ck. Menjengkelkan!"
Langit menggandeng tangan istrinya lalu masuk lewat pintu belakang. "Sebenarnya apa yang kamu rencanakan? Kenapa kita malah lewat sini?!"
"Surprice!", Singkat, padat dan jelas. Begitulah jawaban Langit.
Setibanya mereka didalam, bukannya langsung menuju ballroom, Langit malah membawa Kristal ke salah satu kamar VVIP.
"Aku tanya sekali lagi, sebenarnya apa yang kamu rencanakan?"
Langit menatap istrinya lalu tersenyum, smirk. "Bukankah kamu yang memiliki rencana, kucing nakal?"
Deg
🌻🌻🌻
Acara akan segera dimulai, namun tamu spesial yang Ken tunggu belum juga datang. Tentu dia merasa gelisah. Padahal Mama Dian, Papa Gama, Opa David dan Mama Clara sudah datang sejak lima belas menit yang lalu. Lalu dimana Kristal sekarang?
Banyak wartawan yang menyorot acara ini, tentu saja, Ken sebagai CEO menjadi sorotan utama pencari berita.
Senyum terukir manis dibibirnya tatkala melihat mobil yang ia minta untuk menjemput Kristal tiba di depan lobi. Dengan langkah tergesa dan penuh semangat, Ken bergegas untuk menyambut sang pujaan hati. Pria itu berdiri di depan pintu saat karyawan membuka pintu belakang mobil. Tangan Ken turulur, namun seketika senyum itu menghilang saat yang turun justru Yazna, bukannya Kristal. Wajah terkejut sekaligus kesal terpancar jelas di wajah tampan itu.
"Tuan Ken, apakah dia kekasih Anda?"
Mengingat banyak media yang meliputnya sekarang, mau tak mau Ken tetap menyambut Yazna. Yazna terlihat begitu cantik, orang yang melihatnya pun akan terkagum. Pemburu berita pun banyak mengambil gambar ini. Moment dimana CEO DV Hotel menyambut kedatangan sang kekasih. Ketika Yazna keluar dari mobil, wajah mereka berubah terkejut saat tahu kekasih Kenzie itu memakai tongkat. Jelas hal ini membuat Ken malu. Lihatlah wajah heran mereka sekarang.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanyanya berbisik
Yazna yang awalnya tersenyum begitu manis, langsung menatap suaminya penuh tanya. Apalagi saat nada suara Ken terdengar begitu dingin "Bukannya kamu yang memintaku datang? Bahkan gaun dan perhiasan ini, sengaja kamu pesan khusus untukku bukan?"
"Kamu bermimpi, Yaz! Semua yang kamu kenakan sekarang adalah barang yang aku pesan khusus untuk Kristal!"
Deg
Langkah Yazna terhenti, hampir saja ia menjatuhkan tongkatnya. Beruntung Yazna masih bisa menjaga keseimbangannya. Sadar jika sekarang posisinya bak simalakama, Yazna berusaha untuk tidak membuat Ken bertambah malu.
Meski hatinya perih, namun Yazna berusaha menampilkan senyum terbaiknya. Begitu memasuki ballroom, pandangan semua orang tertuju pada pasangan yang cukup menyita perhatian itu. Bisik - bisik tak enak di dengarpun membuat keluarga Ken merasa tidak nyaman.
"Sayang sekali CEO DV Hotel yang tampan malah bersanding dengan gadis cacat"
"Selera Tuan Ken rupanya gadis cacat"
__ADS_1
Dan masih banyak lagi cibiran yang mereka tujukan untuk pasangan tersebut. Ken membawa Yazna duduk di meja dimana keluarganya berada. Sementara dirinya langsung pergi dan menghampiri tamu undangan lain. Tatapan tajam langsung Mama Rani tujukan untuk menantu yang tak di harapkannya itu.
"Siapa yang memberimu izin untuk datang ke pesta ini! Bikin malu saja!" cibir Mama Rani
"Ran, sudahlah. Apa yang salah dengan Yazna datang kemari. Dia istrinya Ken" Oma Yasari menimpali
"Tapi gara - gara dia sekarang kita jadi bahan perbincangan! Sudah bagus dia kembali pada Ayahnya. Kenapa malah sekarang ada disini!"
Yazna meremas gaunnya, selalu saja hinaan yang dia dapat ketika berkumpul dengan keluarga suaminya.
"Jangan dengarkan mertuamu, Nak. Dan jangan dengarkan cibiran orang - orang"
Yazna berusaha tersenyum meski hatinya perih mendengar apa yang tadi mertuanya ucapkan. Sedangkan Mama Rani, dia menatap tak suka atas kehadiran Yazna.
"Hadirin yang terhormat. Tibalah kita untuk memulai cara Ulang Tahun DV Hotel yang ke 55. Sebagai pembukaan, kita akan mendengar sambutan dari pemegang saham terbesar sekaligus pemilik DV Hotel. Mari kita sambut Angkasa Langit Pradipta!"
Deg
Bukan hanya Ken dan juga keluarganya yang terkejut, semua tamu undangan ikut terkejut. Bukankah seharusnya Kenzie yang dipanggil. Kenapa malah orang lain.
"Apa - apaan ini?!!" teriak Mama Rani tak terima
Pintu ballroom yang sudah ditutup kembali di buka. Langit dan Kristal melangkah masuk ke dalam gedung. Pemburu berita langsung mengabadikan momen ini. Pasangan itu terlihat seperti raja dan ratu. Ketampanan dan kecantikannya mampu membuat para tamu undangan berdecak kagum
"Bagaimana semua bisa jadi seperti ini!!" Ken mengepalkan tangan. Selain terkejut dengan fakta yang baru dia dengar, ia juga cemburu melihat Kristal memeluk lengan rivalnya itu.
Langit tampak begitu gagah, bahkan ketika ia menaiki podium, tiba - tiba riuh tepuk tangan mengiringi langkahnya. Semua orang berdiri memberikan applouse. Tak mau naik sendirian, Langit mengajak serta sang istri untuk naik ke podium bersamanya.
Mama Rani yang tak terima dengan hal ini segera menghampiri meja Mama Dian. "Apa - apaan ini, Di. Kamu sengaja ingin mempermalukan putraku dengan membuat menantumu menggantikannya!!"
"Tenanglah dulu, Ran. Aku sendiri tidak tahu masalah ini"
Mama Rani tertawa sinis, "Kamu tidak tahu? Aku sungguh percaya! Kamu sudah mengabaikan keluarga kita sejak kamu menikahkan Kristal dengan pria itu!"
"Ma, kembali ke meja kita. Kita selesaikan semuanya nanti. Banyak wartawan yang memperhatikan kita sekarang. Jangan menambah masalah sekarang!" pinta Papa Tri
Mama Rani menghentak kesal, dia memalingkan wajahnya dan berlalu begitu saja. Sementara Mama Dian yang tidak tahu apapun hanya bisa memijat kepalanya yang tiba - tiba berdenyut nyeri.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya pada Papa Gama
"Kamu akan tahu nanti"
__ADS_1
Atensi semua orang kini tertuju pada dua insan yang berada di atas pentas. Begitu banyak pujian yang terdengar untuk mereka berdua. Langit baru saja memberikan sambutan, memperkenalkan diri sebagai pemilik baru hotel bergengsi itu. Selain itu, tak lupa Langit memperkenalkan Kristal sebagai istrinya. Dalam kesempatan ini, Langit juga menawarkan keuntungan kerjasama yang lebih menjanjikan dibanding sebelumnya. Tentu saja hal itu semakin menarik perhatian para penanam saham juga partner kerjasama DV Hotel lainnya. Melihat Langit yang mampu menarik perhatian semua orang dengan kecerdasan dan pesonanya, tentu Ken semakin merasa kesal. Dia semakin membenci suami Kristal tersebut.
Kau sudah merebut Kristal dariku, sekarang kau juga merebut posisiku. Aku akan membalasmu Langit! Aku pastikan kamu akan mendapatkan balasannya segera