Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 46


__ADS_3

"Ones a gain, baby" bisik Langit


"I am very tired. Just continue tomorrow, hm?"


"Ini hukuman untukmu atas kesalahan kemarin. Kamu menghukumku satu setengah bulan. Jadi aku juga menghukummu sekarang"


Kristal memberenggut, "Meski begitu kamu harus tetap puasa. Aku ...", Kristal tak meneruskan ucapannya. Dia jadi teringat akan bayinya yang sudah tiada.


"Jangan sedih. Allah lebih menyayanginya, Sayang"


Kristal menatap suaminya, "Apa dia tidak marah padaku? Aku tidak bisa menjaganya dengan baik" lirih istri Langit tersebut


Langit memeluk tubuh istrinya, "Dia menyayangi kita. Sama seperti kita menyayanginya. Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Kris. Semua yang terjadi adalah takdir"


"Aku merasa gagal menjadi calon ibu"


"Kamu bukan calon ibu yang gagal. Kamu sudah menjaganya dengan baik. Hanya saja, sudah menjadi takdirnya dia tidak sampai di lahirkan"


Kristal mengangguk, "Apa aku masih pantas memiliki anak lagi suatu hari nanti?"


"Tentu saja. Jangan berkecil hati. Mungkin sekarang Allah sedang menguji kita. Dan pasti, suatu saat akan kebahagiaan yang kita dapatkan. Percayalah, rencana-Nya lebih indah dari rencana kita", Langit mengusap air mata sang istri, "Makanya, kita harus bekerja keras sekarang. Tentunya selain berdoa"


Kristal tertawa pelan, "Kamu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan"


"Aku hanya sedang mengobati rasa rinduku padamu"


"Tapi hampir dua hari kegiatan kita hanya dikamar. Aku bosan, Mas. Apa bedanya dengan dirumah kalau kamu hanya mengurungku seperti ini?"


Langit tersenyum sambil terus memeluk istrinya, "Aku pernah menonton film. Mereka bercinta di atas kapal yacht. Bagaimana kalau kita juga melakukannya?"


Kristal mendelik, "Kamu jangan gila! Bagaimana kalau nahkodanya mengintip?"


"Benar juga. Bagaimana kalau di tengah laut?"


Kristal memutar bola matanya malas, "Jangan mencemari laut"


"Lalu?"


"Ya dimana saja asal jangan di dua tempat yang kamu katakan tadi. Aku tidak setuju"


"Baiklah, sepertinya kasur ini menjadi tempat terbaik untuk sekarang. Dan kamu -", Langit menatap istrinya menyeringai, "Yang akan memimpin"


🌻🌻🌻

__ADS_1


Tak hanya menikmati bulan madu indah bersama suaminya, Langit juga mengajak Kristal menikmati indahnya ciptaan yang Maha Kuasa di Maldives. Menikmati hamparan laut yang luas membentang, Langit membawa Kristal menaiki kapal yarct.


"Kamu suka?" tanya Langit sambil memeluk istrinya dari belakang


Kristal mengangguk, "Sangat. Terima kasih sudah memperlalukanku istimewa"


Langit membalik tubuh Kristal hingga menghadap ke arahnya, "Kamu akan selalu istimewa. Karena kamu-", Langit membawa tangan Kristal dan menaruhnya di dadanya, "Kamu yang menempati ini sejak awal hingga selamanya"


Cup


Kecupan manis mendarat sempurna di kening Kristal. " Aku mencintaimu, Kris. Apapun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu, Mas"


Berpelukan di tengah kapal yarct, keduanya terlihat romantis.


"Aku masih mengingat-"


"Stop, Mas! Turunkan imajinasimu yang aneh itu"


Langit terkekeh, "Di tengah laut sepertinya menarik. Awh", Langit menjerit saat Kristal mencubit pinggangnya kencang


"Kamu semakin bar - bar!"


"Sayangnya iya!"


"Hahaha, aku lebih mencintaimu"


"Akupun lebih mencintaimu"


Mereka memutuskan kembali ke resort setelah menikmati sajian makan siang yang bisa dibilang sedikit terlambat. Seperti pasangan pengantin baru, keduanya selalu menebar senyum. Tak pula dengan tangan yang saling berkaitan.


"Kamu mau berenang?"


Kristal mengangguk, "Tentu. Menjelang sore memang waktu yang tepat untuk berenang"


Langit merengkuh pinggang sang istri, "Jangan memakai pakaian yang seksi. Aku tidak mau banyak orang yang memperhatikanmu!"


"Katakan saja aku tidak boleh berenang!"


Langit mengangguk dan tersenyum, "Daripada berenang dan kamu akan menjadi pusat perhatian. Bukankah sebaiknya kita menikmati sore hangat kita?"


Tanpa menunggu jawaban, Langit membopong istrinya lalu masuk ke dalam kamar. Kristal mengalungkan tangannya di leher sang suami.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah lelah dalam urusan ini?"


"Karena aku menyukainya. Dan aku akan membuat kamu terbang bersama"


Langit mencium lembut bibir Kristal. Menyesap pelan dan menikmati daging kenyal kesukaannya itu. Kristal pun tak tinggal diam, dia membalas ciuman dari suaminya. Makin lama, ciuman tersebut semakin panas dan menuntun. Naluri dan pengalaman membuat Langit dengan mudah membuat Kristal melayang. Erangan kecil yang keluar dari bibir wanita cantik itu membuat Langit semakin bersemangat. Cukup lama keduanya melakukan pemanasan. Akhirnya Kristal yang memulai lebih dulu.


"Kamu yang terbaik, Sayang"


"Akan ku tunjukkan padamu, bahwa hanya aku yang mampu mengimbangi dan memuaskanmu, Mas"


Langit kembali tersenyum, "Aku milikmu seutuhnya, Kris"


🌻🌻🌻


Jika Langit dan Kristal tengah dimabuk asmara, beda dengan Yazna. Dia dan Ayahnya di usir dari komplek perumahan tempat tinggal mereka. Tak punya pilihan lain, Yazna mengajak Ayah Saka pergi ke rumahnya bersama Ken. Setidaknya, mereka masih memiliki tempat tinggal untuk sementara. Selama perjalanan, baik Yazna ataupun Ayah Saka sama - sama terdiam. Mereka larut dalam pikiran masing - masing. Sesekali Ayah Saka melirik ke arah putrinya. Kesalahan Yazna memang sangat fatal, namun sebagai seorang Ayah dan keluarga satu - satunya yang Yazna miliki, Ayah Saka tidak tega jika harus meninggalkan Yazna sendirian.


"Setelah ini, jadilah manusia yang lebih baik lagi, Yaz. Minta maaflah pada orang - orang yang sudah kamu lukai. Setelah urusan perceraianmu dengan Ken selesai, kita akan pergi dari kota ini"


Yasna menatap ayahnya tak percaya. "Aku tidak akan pergi kemana-mana!"


"Apa yang kamu harapkan jika tetap tinggal di sini? Ken dan keluarganya sudah tidak mau menerimamu lagi. Sidang perceraianmu juga akan dimulai minggu depan. Daripada menyakiti diri sendiri, bukankah lebih baik kita memulai hidup baru yang aman dan damai?"


"Aku tidak mau menyerah, Yah! Bagaimanapun aku adalah istrinya Ken. Dan aku tidak terima jika diceraikan begitu saja!" kekeh Yazna


Ayah Saka menatap Yazna sinis. "Kamu masih berharap bisa menjadi istri dari Ken? Tidak Ingatkah jika kamu sudah membunuh anak dari orang yang kamu cintai itu?!"


"Aku tidak sengaja melakukan itu!", jawab Yazna sedikit meninggi


Ayah Saka ingin sekali tertawa rasanya. Ia tak habis pikir. Kenapa Yazna memiliki sikap yang sungguh egois. "Menghilangkan nyawa bayi yang tak berdosa itu yang kamu sebut tidak sengaja? Seharusnya, tahu atau tidak pun ayah dari bayi yang kamu kandung, kamu tidak seharusnya membunuh janin itu!"


Yazna menatap ayahnya sebal. "Aku sedang tidak ingin berdebat dengan ayah. Daripada membuatku semakin emosi ada baiknya Ayah diam!" ucapnya dengan tegas.


Tak ingin membuat suasana semakin panas, Ayah Saka memilih untuk diam. Keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Yazna.


Hampir satu jam perjalanan akhirnya keduanya sampai diperumahan yang cukup elit. Rumah tampak begitu sepi. Karena memiliki kunci cadangan, Yazna dengan mudah membuka pintu. Ayah Saka membawa tas milik Yazna dan milik dirinya sendiri masuk ke dalam rumah. Namun samar-samar keduanya mendengar suara yang membuat keduanya terdiam. Suara ******* dan erangan, persis suara orang yang sedang bercinta.


"Apakah ada orang lain yang tinggal disini?", Yazna menggeleng,


Keduanya kembali melangkah, namun suara itu terdengar semakin keras. "Bukankah itu seperti suara suamimu?" tanya Ayah Saka


Yasna tak menjawab. Ia segera berjalan menuju ke kamar yang biasa ia tempati bersama Ken. Suara itu semakin jelas. Dan Yazna semakin yakin jika suara itu memang suara suaminya. Jantungnya berdegup kencang. Apa benar jika Ken yang ada di dalam? Lalu, dengan siapa suaminya itu bercinta?


Begitu tiba di depan pintu, perlahan Yazna membukanya. Mata yasna membeliak saat dirinya melihat sang suami tercinta tengah bercinta dengan seorang wanita yang entah dia tak tahu siapa. Hatinya begitu nyeri melihat orang yang kita cintai sedang menggagahi wanita lain. Ken bahkan terlihat menikmatinya. Tak tahan melihat semuanya, Yazna mendorong pintu dengan keras.

__ADS_1


"Beraninya kalian melakukan hal ini di sini!!"


__ADS_2