Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 51


__ADS_3

"Kemana lagi aku harus mencarimu, Nak?"


Ayah Saka sudah mencari Yazna sejak semalam. Namun hingga pagi hari, ia tak juga menemukan putrinya. Entah kemana Yazna pergi, semalam, Yazna memaksa turun dari mobil saat ia mengatakan akan membawa Yazna ke desa. Bukan Tanpa Alasan Ayah Saka akan membawa Yazna ke desa. Selain karena mereka sudah tidak diterima di Kompleks Perumahan. Ayah Saka sudah menyerahkan masalah perceraian Yazna dan Ken pada pengacaranya. Sebagai satu-satunya keluarga yang Yazna miliki, tentu Ayah Saka ingin yang terbaik untuk putrinya. Setidaknya, setelah semua masalah yang Yazna buat, Ayah Saka bisa membuat putrinya sadar dan mau berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sayangnya, niat baik itu tidak disambut baik oleh Yazna. Putrinya itu menolak keras keinginan Ayah Saka hingga menyebabkan perdebatan yang berakhir dengan hilangnya Yazna sampai saat ini.


Entah sudah berapa kali Ayah Saka mengelilingi dan memutari tempat-tempat yang biasanya datangi. Pada kenyataannya, ia tidak menemukan di mana keberadaan Yazna. Khawatir dan juga cemas menyelimuti hati dan pikiran Ayah Saka. Yasna tidak memiliki cukup tabungan untuk bertahan lebih dari satu minggu di kota ini. Bagaimana ia akan bertahan hidup? hal itulah yang membuat Ayah Saka sangat mencemaskannya.


Saat melewati pertigaan, Ayah Saka melihat seorang wanita berjalan di trotoar. "Dia seperti Yazna", gumam pria paruh baya itu. Tapi ia sedikit tidak yakin karena penampilan orang yang mirip dengan Yazna itu terlihat berantakan. Ayah Saka segera menepikan mobilnya kemudian mengikuti gadis pincang yang mirip dengan putrinya itu.


"Yaz?", Gadis itu berhenti kemudian berbalik,


"Astagfirullah! Rupanya benar kamu, Nak? Kenapa kamu jadi seperti ini? Apa yang terjadi?"


Yazna menatap kesal Ayahnya, "Jangan banyak bertanya. Sebaiknya cepat bawa aku pergi!"


Yazna bergegas masuk ke dalam mobil. Sementara Ayah Saka hanya bisa menghela nafas berat, entah apa yang sudah terjadi pada putrinya hingga Yazna terlihat seperti gembel.


"Cepat, Yah!!"


"I-iya", sahutnya kemudian masuk ke dalam mobil


Ayah Saka segera melajukan mobilnya. Bau tak sedap seketika menyerang indra penciumannya. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya pelan


"Aku keserempet mobil. Bukannya ditolong, aku malah ditinggalkan! Orang - orang juga tidak ada yang mau menolongku!"


"Kamu keserempet mobil? Bagian mana yang luka? Ayo kita ke rumah sakit"


"Hatiku yang luka, Yah!", sahutnya kesal, "Semua ini gara - gara Kristal! Jika saja dia tidak datang dan menghasut orang - orang! Mereka tidak akan melempariku dengan sampah!"


"Kristal?"

__ADS_1


"Ya! Dialah yang membuatku seperti ini! Aku pastikan akan membalasnya nanti!"


"Yaz, tidak bisakah kamu menurut pada Ayah sekali saja?"


Yazna menatap Ayahnya sekilas, "Jangan memintaku hal seperti kemarin kalau Ayah tidak mau aku pergi lagi!"


Ayah Saka kembali menghela nafas. Untuk sementara, ia tak akan berdebat dengan Yazna.


"Kita cari penginapan ya? Kamu perlu ganti pakaian dan istirahat"


"Ke hotel saja. Penginapan tidak nyaman!"


"Baiklah", jawab Ayah Saka pelan


🌻🌻🌻


Semua hotel menolak mereka. Mulai dari hotel biasa hingga hotel bintang lima, semua mengatakan jika semua kamar penuh. Akhirnya Hingga Yazna meminta sang Ayah membawanya ke DV Hotel.


"Memangnya kenapa? Ayah takut?"


Ayah Saka menatap Yazna, "Kamu jelas tahu kesalahan yang kamu lakukan pada mereka bukanlah kesalahan kecil. Di tolaknya kita di semua penginapan dan hotel, apa kamu pikir tidak ada hubungannya dengan mereka? Sebaiknya kita segera pindah ke desa jika ingin hidup damai"


Yazna memutar bola matanya malas, "Makanya aku mau kesana. Aku yakin Kristal sedang merencanakan sesuatu. Dan aku, ingin mengikuti permainan yang dia lakukan!"


"Yaz, sebaiknya kamu berhenti Nak. Sudah cukup kamu menyakiti banyak orang. Sudah saatnya kamu bertobat dan menjadi orang baik"


Tawa Yazna terdengar renyah, "Aku tidak akan berhenti sebelum mereka sama hancurnya denganku!"


"Entah darimana sikap keras kepalamu berasal. Ayah sungguh merasa sudah gagal mendidikmu"

__ADS_1


"Kalau begitu, jangan pedulikan aku lagi!"


Deg


Hati Ayah mana yang tidak terluka jika anak yang dia besarkan dan dia sayangi sejak kecil berkata demikian.


"Ayah tidak akan meminta apapun padamu, Yaz. Tapi ... Sebelum Ayah mati, Ayah ingin melihatmu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi"


Yazna tak menjawab. Ayah Saka kembali melajukan mobilnya. Entah kemana ia akan pergi. Yang jelas, Ayah Saka tidak akan mengantar Yazna ke DV Hotel seperti yang ia inginkan.


Sudah hampir setengah jam Ayah Saka mengemudikan mobilnya. Bahkan, DV Hotel sudah ia lewati. Tapi pria paruh baya itu tak menghentikan mobilnya. Hal itu jelas membuat Yazna kesal. "Kalau Ayah tidak memiliki tujuan untuk pergi, bukankah sebaiknya kita ke hotel saja!"


"Hotel mana?" tanyanya acuh


"Jangan pura - pura tidak tahu, Yah! Ayah tahu hotel mana yang sedang kita bicarakan!"


"Ayah tidak mau mengantarmu kesana!"


"Kalau begitu, turunkan aku disini saja!!!"


Ayah Saka menghela nafas saat Yazna akan membuka pintu mobil, "Ayah akan mengantarmu kesana. Tapi berjanjilah jangan membahayakan diri sendiri!"


Tidak ada jawaban dari mulut Yazna. Perjalanan mereka pun terus berlanjut. Ayah Saka memutar balik mobilnya karena DV Hotel sudah mereka lewati. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sampai di lobi hotel. Penampilan Yazna yang seperti gembel tentu membuat banyak orang menatapnya aneh. Tapi tidak dengan Yazna yang justru dengan percaya diri memasuki lobi.


"Saya mau pesan kamar!"


Meski penampilannya aneh, namun benar dugaan Yazna. Resepsionis memperlakukannya dengan baik dan memberinya kamar.


"Lihat kan? Setelah ini, aku akan mengikuti permainan Kristal! Kita lihat, siapa yang akan menang!" ucapnya pada sang Ayah

__ADS_1


Yazna bergegas menuju ke kamarnya diikuti Ayah Saka yang berada di belakangnya. Sementara itu, diseberang sana seseorang baru saja mendapat kabar dari orang suruhannya.


"Kamu penasaran dengan permainanku, bukan? Baiklah, mari kita bermain - main sekarang!"


__ADS_2