Langit Kristal

Langit Kristal
Bab 49


__ADS_3

"Mereka telah melakukan penilaian dan memutuskan bahwa Kristal lebih cocok untuk menjadi CEO sekarang. Dan selama ini, kamu memang sudah terlalu sibuk dengan urusan pribadimu, sehingga sebagian tanggung jawabmu di DV Hotel telah diambil alih oleh orang lain," jelas Mama Dian sambil menatap tajam pada Ken.


Ken terdiam. Ia tahu bahwa keluarga Mama Dian benar. Selama ini ia memang terlalu sibuk dengan urusan pribadinya sehingga mengabaikan tanggung jawabnya di DV Hotel.


"Aku minta maaf. Aku akan bekerja lebih keras lagi," ucap Ken dengan tulus.


"Kami mengharapkan yang terbaik dari kamu, Ken. Sekarang sudah waktunya untuk kamu berbenah dan memperbaiki diri," kata Papa Gama dengan suara serius.


Ken mengangguk dan menyesal atas kesalahannya. Ia berjanji akan bekerja lebih keras lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Setelah berbicara sejenak, Ken memutuskan untuk pergi dari kediaman Mama Dian. Ia mengambil mobilnya dan pergi ke kantornya. Kendaraannya melaju dengan cepat di tengah jalanan yang ramai. Ken terus memikirkan kesalahannya dan berencana untuk memperbaiki diri agar bisa kembali diterima di DV Hotel. Ia merasa tertantang untuk membuktikan kemampuannya agar bisa kembali menjadi CEO di perusahaan yang telah membesarkannya.


🌻🌻🌻

__ADS_1


Sementara itu, di DV Hotel, Kristal dan Langit sedang membicarakan beberapa proyek yang akan dilakukan perusahaan.


"Aku sudah melihat proposal-nya. Aku juga telah berbicara dengan beberapa investor terkait proyek ini. Mereka sangat tertarik," ucap Kristal dengan antusias.


"Sangat bagus, Sayang. Proyek ini memang akan membawa keuntungan besar bagi perusahaan kita," kata Langit sambil mengangguk.


Kristal tersenyum puas. Ia merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk memimpin perusahaan terbesar di kota. Meskipun awalnya ia merasa khawatir dan kurang yakin, namun kini ia semakin percaya diri dan yakin bahwa ia bisa mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar dan maju.


Mama Dian menatap Ken setelah menghela nafas, "Aku mempercayakan hotel itu pada Papamu. Aku juga tidak bisa menutup mata atas kinerja Papamu yang membuat DV hotel berkembang pesat. Namun kamu tahu sendiri, belakangan ini omset menurun pesat. Bahkan Hotel hampir saja jatuh ke tangan rival. Selain itu, ada dana-dana pribadi yang keluar dari keuangan hotel yang jumlahnya tidak sedikit. Jujur saja, aku tidak bisa membiarkan Hotel milik keluargaku hancur di tangan orang yang tidak tepat."


Ucapan Mama Dian tentu menampar harga diri Ken. Namun apa yang dikatakan wanita paruh baya itu memang benar adanya. Mau menyangkal pun, semua memang fakta.


"Aku janji akan memperbaiki semuanya, Ma," ujar Ken.

__ADS_1


Mama Dian mengangguk. "Aku butuh bukti, Ken."


Ken terperangah, merasakan rasa malu dan kesal yang ada. "Tentu saja, aku akan membuktikannya."


"Hubunganku dengan Mamamu tidak sebaik dulu. Benar kata orang, dunia bisa merubah segalanya termasuk keluarga sendiri," kata Mama Dian sambil menatap Ken. "Aku harap kamu bisa menepati janji. Semoga hubungan kita kedepannya bisa membaik walau tidak mungkin akan seperti dulu lagi."


Ken mengepalkan tangan, kemudian menghela nafas berat. "Aku pamit dulu."


"Hati-hati di jalan," kata Mama Dian meminta Ken berhati-hati.


Setelah kepergian Ken, Papa Gama menatap sang istri. "Kamu sudah melakukan hal yang benar, Sayang."


"Aku harap semuanya akan baik-baik saja setelah ini," kata Mama Dian kepada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2