
"Hah! Kok ke dokter kandungan, Ma? Mama hamil?"
Plak
Mama Maura memukul bahu putranya keras.
"Sakit Ma" keluhnya dengan wajah memelas
"Habisnya kamu kalau ngomong nggak dipikir dulu! Memangnya Mama hamil sama kucing?!"
Langit meringis, "Lupa. Mama kan jomblo sejak lama"
Kristal menganga tak percaya dengan jawaban suaminya. Sejak kapan Langit seperti itu?
"Sayang, jangan hiraukan suamimu yang semprul itu. Ayo kita jalan", Mama Maura menggandeng tangan menantunya menuju ke poli kandungan
"Loh, Ma. Yang sakit kan Mas Langit" sahut Kristal melihat suaminya ditinggal
"Yang sakit memang Langit. Tapi yang perlu diperiksa itu kamu"
Kristal menoleh ke belakang dimana Langit mengikuti mereka dengan lesu. "Ma, kasihan Mas Langit"
Mama Maura melepas gandengan pada lengan menantunya lalu berbalik menatap sang putra. "Ayo Lang" ucapnya lalu menggandeng tangan Langit
Wajah lesu tadi seketika berseri karena digandeng dua wanita yang paling ia sayangi. Ketiganya melewati lorong menuju ruangan dr Angeline berada.
Kristal bukan tidak paham maksud Mama mertuanya. Hanya saja, ia takut jika semua tidak seperti yang diinginkan, maka dia akan kecewa. Langkah Kristal yang semakin memelan membuat Langit menatap sang istri
"Kenapa, hm?"
Tatapan Kristal menyiratkan kekhawatiran, dan itu bisa ditangkap oleh suami serta mertuanya.
"Gimana kalau ..."
"Nggak papa, Sayang. Kita hanya memastikan saja kok" ucap Mama Maura tak seolah tahu apa yang menantunya khawatirkan
"Apapun yang terjadi, tidak akan mengubah rasa sayang dan cintaku padamu. Percayalah sayang, semua akan baik - baik saja"
Kristal tersenyum, meski perasaan takut menyelimuti, tidak ada salahnya dia mencoba. Toh apapun hasilnya, semua tentu yang terbaik dari-Nya.
Begitu tiba di poli kandungan, mereka langsung dipersilahkan masuk oleh suster. Tatapan ramah diberikan oleh dr Angeline. Wanita yang mungkin seusia Mama Maura itu tersenyum. "Apa kabar, Ra?"
"Aku baik, Ngel. Kamu sendiri apa kabar?"
"Aku juga baik, ayo silahkan duduk"
Suster menambahkan satu kursi untuk tamu dokternya. "Ini Langit?"
"Benar. Ini Langit, putraku. Dan yang ini, Kristal menantuku"
dr. Angeline kembali tersenyum, "Senang bertemu dengan kalian"
"Kami juga senang bertemu dengan Anda, dr"
"Oke. Jadi apa yang bisa saya bantu? Kalian mau konsultasi atau melakukan pemeriksaan?"
__ADS_1
Langit menggenggam tangan Kristal saat wajah istrinya itu terlihat semakin gugup. "Everyting will be okey" bisik Langit
"Sebenarnya yang sakit itu Langit, Ngel. Tapi yang perlu diperiksa menantuku"
"Aku paham maksudmu. Baiklah Kris, mari kita mulai pemeriksaannya"
Kristal mengangguk. Dibantu oleh suster, istri Langit itu melakukan beberapa hal sebelum pemeriksaan, seperti mengecek tensi darah dan menimbang berat badan. Sebagai suami perhatian, Langit terus saja mendampingi istrinya
"Baiklah, mari kita periksa"
Kristal sudah berbaring, selesai di olesi gel, dokter mulai memutar transducer di atas perut istri Langit tersebut. Perasaan cemas tidak hanya dirasakan oleh Kristal, tapi Langit dan juga Mama Maura.
"Nah, coba lihat. Ini ada kantung janinnya"
Deg
Semua mata terperangah menatap ke arah monitor. Benar, ada titik hitam dilayar.
"Menantuku hamil, Ngel?"
Dokter cantik itu tersenyum, "Iya, Ra"
Berbeda dengan Mama Maura yang terlihat bahagia sekaligus terharu, Kristal dan Langit masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Genggaman tangan Langit pada tangan Kristal mengerat, tatapan mata keduanya beradu dengan sorot kebahagiaan.
"I-istri saya beneran hamil, dok?"
"Benar. Usia kandungannya sudah 11 minggu. Dan ... Wah, ada dua kantung janin. Selamat ya, Kristal. Kamu mengandung anak kembar"
Deg Deg Deg
"S-saya benaran hamil, dok?" tanya Kristal tak percaya.
"Benar. Kamu hamil anak kembar"
Air mata Kristal dan Langit luruh bersamaan, "Terima kasih, Sayang. Terima kasih"
Melihat keharuan pasangan muda itu, Mama Maura ikut meneteskan air mata. "Allah jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk kalian"
Langit mengangguk, "Mama benar. Aku ... Aku merasa jadi orang yang paling bahagia sekarang. Aku akan menjadi seorang Ayah. Terima kasih, Sayang"
Tak kalah dengan suaminya, Kristal juga begitu bahagia. Bagaimana tidak, setelah semua badai yang mereka lewati, kini Allah mengganti semuanya menjadi lebih indah.
"Saya akan meresepkan vitamin untuk Kristal. Usia kandungan di trimester pertama sangat rentan. Jadi semuanya harus dijaga. Gizi makanan harus diperhatikan. Dan yang paling penting, ibu hamil tidak boleh stres dan banyak pikiran. Harus selalu happy. Jangan lupa olahraga secara teratur. Berat badan juga dijaga"
"Saya pernah mengalami keguguran dok. Apa ... Kandungan saya kali ini baik - baik saja? Lalu, apa tidak masalah jika saya mengandung sekarang?"
Kekhawatiran sempat terlihat diwajah ayu itu. "Sejauh yang saya lihat, semua baik - baik saja. Bumil tidak perlu terlalu takut untuk mengalami keguguran kembali, karena hanya 1 persen wanita yang berisiko mengalami keguguran berulang. Kebanyakan wanita yang pernah mengalami keguguran juga memiliki kehamilan yang sehat. Tentunya melakukan pesan saya tadi"
Kristal menatap suami dan mertuanya bergantian dengan perasaan lega
"Apa ada keluhan yang kamu alami?"
"Saya tidak mengalami gejala apapun. Justru suami saya yang mengalaminya dok"
dr. Angeline tersenyum, "Bayinya adil loh. Mamanya yang mengandung, Papanya yang mengalami gejalanya"
__ADS_1
"Biar Langit juga merasakan bagaimana menderitanya ibu yang sedang mengandung" ucap Mama Maura menimpali
"Biasanya, kehamilan simpatik dialami calon ayah pada akhir trimester pertama kehamilan hingga bayi lahir. Gejala kehamilan yang dapat dialami calon ayah tidaklah berbeda dengan yang Bumil rasakan, yaitu mual, muntah, berat badan bertambah, nafsu makan berubah, ngidam, kelelahan, nyeri perut, hingga kram kaki. Tidak hanya itu saja, calon Ayah yang mengalami kondisi ini juga dapat merasakan beberapa gejala psikologis, seperti perubahan suasana hati, kecemasan, gairah **** menurun, hingga depresi. Selain itu, kehamilan simpatik juga bisa dipicu oleh ikatan hubungan yang sangat kuat antara suami dan istri. Ikatan yang kuat ini dapat membuat suami ikut merasakan gejala kehamilan yang dirasakan oleh istrinya. Meskipun gejala kehamilan yang dialami oleh calon ayah hanya bersifat sementara dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus, tetapi ada beberapa cara yang bisa Bumil lakukan untuk membantu mengatasinya, yaitu: mengikuti kelas prenatal. Kelas prenatal ini, tidak hanya dapat mengatasi gejala kehamilan simpatik yang dirasakannya, tapi juga dapat membantunya untuk lebih memahami perannya sebagai calon ayah, termasuk dalam mendukung Bumil selama kehamilan dan saat proses persalinan nanti. Yang kedua, melakukan olahraga rutin. Beberapa olahraga yang bisa menjadi pilihan untuk dilakukan bersama pasangan adalah yoga, jalan kaki, atau meditasi.
Selain itu, kalian juga bisa mendengarkan pengalaman orang lain juga bisa menjadi sarana untuk menemukan solusi dalam mengatasi gejala kehamilan yang dialami calon ayah. Karena setiap orang, pengalamannya bisa berbeda", penjelasan dr Angeline membuat mereka semua paham, "Saya akan meresepkan obat anti mual. Tapi kalau Langit sayang istri dan anak - anaknya, saya rasa menderita sebentar tidak masalah. Ya kan, Lang?"
Langit tersenyum, "Apapun akan saya lakukan untuk istri dan anak - anak saya, dok"
"Jadi, apa perlu saya resepkan vitamin?"
"Tidak perlu, Ngel"
Jawaban Mama Maura membuat Kristal menatap suaminya iba. "Tidak apa - apa, Sayang. Aku baik - baik saja kok. Lagipula, aku rela menjalani semua masa - masa ini. Momen ini langka, dan aku senang bisa ikut merasakan kehamilan anak - anak kita"
Sekali lagi Kristal meneteskan air mata,
"Sudah, Sayang. Jangan menangis, ingat kata dokter, kamu harus selalu happy"
🌻🌻🌻
Usai menebus vitamin milik Kristal, mereka pulang ke rumah. Kabar bahagia ini tentu disambut antusias oleh Mama Maura. Kebahagiaan jelas terpatri di wajah wanita paruh baya itu. Begitu juga pasangan yang bakal jadi calon orang tua itu.
"Terima kasih, Sayang. Aku bahagia sekali"
"Kamu sudah mengatakannya berulang kali, Mas"
"Rasanya ribuan kali pun aku mengucapkannya semua tidak akan cukup"
"Kalau begitu, kamu harus menjadi suami siaga. Apapun yang Kristal inginkan, harus kamu berikan"
"Itu pasti, Ma" sahut Langit yakin
"Sayang, kalau kamu ingin sesuatu. Katakan juga pada Mama. Mama akan berusaha mewujudkan apapun yang kamu inginkan"
"Iya Ma"
Kebahagiaan itu tentu tak mereka rasakan sendiri. Langit segera memberitahu mertuanya kabar bahagia ini. Tentu kabar ini disambut dengan penuh suka cita.
"Kamu tidak ingin makan sesuatu, Sayang? Mumpung belum sampai dirumah" tanya Mama Maura
"Aku ingin makan Mi Samyang", bukan Kristal yang menjawab melainkan Langit
"Mama tanya istrimu. Kenapa kamu yang jawab!"
"Memangnya kenapa, Ma? Akulah yang menghadirkan cucu - cucu Mama di rahim Kristal kalau Mama lupa"
Lah, mode sensitifnya kumat.
"Mama tahu-"
"Kita mampir ke supermarket dulu. Pokoknya aku mau makan mi Samyang. Dan itu, harus Mama yang masak!"
🌻🌻🌻
Hayoloh, calon Papa mode sensi.
__ADS_1