Lavynds

Lavynds
Episode 11


__ADS_3

["Kalau kau, apa yang sedang kau lakukan disini?"


"Aku sedang menunggu Ayah. Ayahku bilang kami akan tinggal di luar negeri untuk sementara karena pengobatan Ibuku."


"Oh begitu."


"Apa cita-citamu?"


"Cita-cita?"


"Iya. Pasti kau punya cita-cita. Kalau sudah besar nanti aku ingin menjadi seorang detektif seperti Ayahku. Detektif yang sangat terkenal. Aku pasti akan membantumu jika aku sudah besar nanti. Kita akan menangkap penjahat yang menabrak Nenekmu bersama sama."


Gadis itu tersenyum.

__ADS_1


"Nenekku dulu sering sakit dan tubuhnya lelah karena selalu berdiri ketika sedang bekerja. Dia bekerja dirumah sakit ini untuk memasak makanan pasien-pasien."


Anak laki-laki itu memperhatikan gadis itu dan bertanya.


"Nenekmu hebat. Jadi cita-citamu apa?"


"Sudah tidak ada lagi. "


"Kenapa?"


"Tapi kalau boleh tahu apa cita-citamu saat Nenek mu masih hidup?"


"Perawat."

__ADS_1


"Kau ingin merawat banyak orang?"


"Tidak. Aku hanya ingin merawat Nenekku saja."]


Setiap kali aku mengingat gadis itu aku teringat pada Ibu. Aku juga ingin menjadi perawat untuk dapat merawat Ibu. Tapi, Ibu pergi terlalu cepat sehingga aku tidak sempat mewujudkannya.


["Ibuu!!! Jangan tinggalkan Jun Tae!!!


"Tenanglah, Nak. Relakan Ibumu. Biar Ibu tenang di surga. Ibu sudah tidak sakit lagi."


"Tidak Ayah!! Aku mau Ibu. Aku tidak mau yang lain. Ayah kenapa biarkan Ibu pergi! Ayah jahat! Ayah jahat!"


"Jangan menangis Jun Tae. Ayah minta maaf."

__ADS_1


Jun Tae pun terus menangis di pelukan Ayahnya hingga dia tertidur. Beberapa hari kemudian, Jun Tae dan Ayahnya pulang ke Korea bersama dengan abu pembakaran Ibunya dan mengadakan pemakaman untuk Ibunya.


Nyawa Ibu Jun Tae tidak dapat diselamatkan karena tumor otaknya sudah menyebar. Kenangan pahit itu terjadi saat musim hujan yang sangat dingin. Jun Tae tidak dapat melupakannya. Apalagi sebentar lagi musim hujan akan datang. Musim yang paling dia benci.]


__ADS_2