Lavynds

Lavynds
Episode 27


__ADS_3

Jun Tae turun dari dalam mobil box itu dan berjalan ke arah pagar rumah Hae Su. Dia melihat sebuah mobil mewah terparkir di sebelah mobil box yang ditumpanginya dan merasa heran.


Hae Su yang mendengar suara klakson mobil segera berlari keluar dan melihat seorang lelaki yang dikenalnya dengan sangat baik dan lelaki itu balik tersenyum padanya.


Jun Tae melihat masih ada perban di tangan gadis itu. "Bagaimana tanganmu?"


"Masih seperti ini. Aku bukan superhero yang punya kekuatan super."


"Hahaha ya kau hanya punya senyum yang manis." Hae Su tersipu mendengar pujian dari Jun Tae.


"Saat kau kembali bekerja nanti aku ingin mentraktirmu makan malam. Apa kau mau?"


"Makan malam?"


Bu Song tiba-tiba muncul dari arah jalan dan menepuk pundak Jun Tae dari belakang.


"Ah Nak Jun Tae apa kau yang akan menjemput makanan itu?"


"Benar Bi. Rumah sakit menyuruh saya memeriksa, tapi saya yakin semua makanan dibuat dengan penuh cinta oleh Bibi.”


“Kau ini tidak boleh bercanda pada orang tua seperti itu.”


“Baiklah. Apa kabar Bibi?"


"Aku selalu baik-baik saja. Kau tambah tampan ketika tidak mengenakan seragam perawat." Jun Tae tersenyum mendengar pujian dari Bu Song.


Tak lama Seo Ji Hun keluar dari dalam rumah Hae Su. "Dimana keranjang ini akan diletakkan?"


Seketika Moon Jun Tae terpaku di tempatnya ketika melihat seorang lelaki yang dikenalnya keluar dari dalam rumah Bu Song dan Hae Su.


Kenapa dia ada disini?! Matanya tidak lepas dari gerak-gerik Ji Hun.


"Seo Ji Hun tidak perlu repot-repot begini. Biar saja tadinya kurir itu yang mengambilnya. Kau pasti lelah."

__ADS_1


Bu Song memanggil kurir itu dan menyuruhnya mengambil keranjang yang tadi dibawa oleh Ji Hun.


Ji Hun memandang Jun Tae dan sebaliknya Jun Tae memandang Ji Hun dengan tatapan saling bertanya.


Kenapa kau ada disini?!


"Kenapa kalian saling bertatapan?" suara Hae Su memecah tatapan mereka berdua. "Apa kalian saling kenal?"


Mereka saling menggelengkan kepala dan tersenyum pada Hae Su. "Ah tidak. Tentu saja kami tidak saling mengenal. Aku baru pertama bertemu dengannya." ujar Jun Tae.


"Apa kau tahu Jun Tae?! Dia juga bekerja dirumah sakit tempat kita bekerja untuk mengurus manajemen rumah sakit."


"Ya aku sudah tahu."


"Kau sudah tahu?"


"Bukan maksudku, aku tahu rumah sakit tempat kita bekerja punya manajemen yang sangat bagus."


"Oh begitu aku kira kau mengenalnya. Tadi dia kesini karena merasa bersalah soal kemarin dan ingin meminta maaf. Dia juga membantu kami mengemas makanan-makanan itu."


"Membantu mengemas makanan?"


"Iya. Kenapa ekspresimu seperti itu?" tanya Hae Su.


"Tidak apa.” Jun Tae mengulurkan tangannya dengan tegas ke arah Ji Hun. “Aku Moon Jun Tae."


Ji Hun pun menyambut tangan Jun Tae. "Aku Seo Ji Hun. Senang bertemu denganmu. Aku rasa kita akan sering bertemu kedepannya."


"Benarkah? Baguslah aku menunggu saat-saat itu." Mereka pun saling melepaskan tangan masing-masing. Bu Song memanggil Hae Su kedalam.


"Sebentar ya aku dipanggil Bibi." Hae Su masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Ji Hun dan Jun Tae.


"Apa aku berlebihan, jika aku berpikir kau datang kesini tidak hanya sekedar untuk meminta maaf?" tanya Jun Tae sembari melihat ke arah lain.

__ADS_1


"Aku hanya merasa bersalah karena melukai gadis yang memiliki mata indah dan senyum yang manis seperti dia." Jun Tae menoleh ke arah Ji Hun dengan mata yang melotot.


"Tadinya aku memberi sebuah gelang yang sangat cantik sebagai permintaan maafku tapi dia tidak mau menerimanya."


"Dia bukan seperti gadis yang kau pikirkan." Ji Hun balik menoleh ke arah Jun Tae.


"Apa kau suka padanya Moon Jun Tae?Kenapa kau harus berpura-pura kita tidak saling mengenal di depannya?" Jun Tae terkejut mendengar perkataan Ji Hun.


"Ekspresimu menjawab segalanya. Sejujurnya aku tidak mau bersaing denganmu apalagi demi seorang gadis. Tapi sepertinya aku dan dia punya ikatan yang tidak dapat kau pikirkan sebelumnya."


"Apa yang kau maksud?"


"Itu bukan urusanmu. Tapi sepertinya kita menyukai gadis yang sama. Butuh waktu bertahun-tahun bagiku untuk menemukannya. Tidak mungkin aku melepasnya begitu saja."


Jun Tae terlihat kesal sekali melihat Ji Hun yang juga menatap dirinya.


"Berpura-puralah kita tidak saling mengenal sampai tiba waktunya."


Bu Song dan Hae Su keluar dari dalam rumah bersama dengan kurir rumah sakit itu.


"Maaf Tuan Moon Jun Tae. Semua telah saya susun dengan baik. Apa kita boleh kembali ke rumah sakit sekarang?”


"Ah iya. Kita bisa segera kerumah sakit sekarang." Kurir itu pun berjalan dan masuk ke dalam mobil.


"Kalau begitu saya pamit dulu Bi." ujar Jun Tae.


"Ya hati-hati di jalan. Mengemudilah yang baik."


Jun Tae membungkukkan tubuhnya dan memberi hormat pada Bu Song. Dia pun tersenyum pada Hae Su dan melambaikan tangannya.


Sesaat dia menatap Ji Hun yang berdiri diantara Bu Son dan Hae Su. Di perjalanan dia tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata Ji Hun.


["Karena butuh waktu bertahun tahun bagiku untuk menemukannya."]

__ADS_1


__ADS_2