Lavynds

Lavynds
Episode 30


__ADS_3

Matahari telah berada di tempatnya sejam yang lalu tapi Hae Su masih berada di tempat tidur.


"Hae Suuu! Bangun! Coba lihat kesini sebentar!"


Hae Su terbangun mendengar suara Bu Song. Dia pun meregangkan badannya.


"Bentar Bi! Masih ngantuk! Ini hari Minggu!"


Dia pun menutup tubuhnya kembali dengan selimut tebal.


Bu Song tidak tahan lagi dan segera menghampiri Hae Su ke kamarnya.


"Ayo bangun! Ada paket untukmu dibawah. Ayo cepat!"


"Hah? Paket? Aku tidak memesan apapun di online Bi." jawab Hae Su dari dalam selimutnya


"Sudah ayo cepat turun!"


"Iya iya." Hae Su membuka selimut dari tubuhnya dengan mata masih mengantuk dan rambut acak-acakan seperti singa betina yang baru bangun. Dia kemudian menuruni tangga dengan lunglai.


"Paket apa Bi" tanyanya sembari menguap.


"Itu paketnya. Ayo kita lihat! Kotaknya sangat cantik Bibi tidak berani membukanya."


Mereka pun mendekati sebuah paket berukuran persegi berwarna peach yang diikat dengan pita merah. Kotak itu sangat besar dan cantik. Hae Su membuka lilitan pita merah itu lalu membuka penutup kotak itu.


Di dalamnya ditutupi oleh sebuah kertas putih dan ada kartu ucapan di dalamnya. Bu Song pun membacanya.


Untuk : Kang Hae-su.


Aku ingin mengajakmu makan malam.


Mohon dipakai ya . Aku menjemputmu nanti....


Dari : Seo Ji-Hun


Mereka pun bertatapan dan segera membuka kertas putih itu. Ternyata sebuah gaun berwarna krem. Hae Su mengangkat gaun tersebut.


Gaun krem itu sangat indah dan juga terbuat dari bahan sutera. Gaun itu sangat tebal dan dihiasi dengan permata-permata di bagian depan dan di sepanjang sisi gaun itu.

__ADS_1


Di bagian lehernya ada sebuah kain pelapis yang sangat lembut sehingga ketika dipakai akan menampilkan leher yang jenjang.


"Ini seperti baju seorang putri. Lihat ada sepatunya juga!"


Bu Song mengambil sepatu itu. Sepatu hak tinggi berwarna putih dengan taburan berlian imitasi diatasnya. Tapi kenapa Seo Ji Hun memberikan ini semua.


"Pasti dia sangat kaya sampai bisa memberikan barang-barang mahal ini pada gadis yang baru ditemuinya." ujar Bu Song.


"Pasti dia salah kirim Bi."


"Tidak mungkin. Disitu tertulis namamu."


Ponsel Hae Su berdering. Di layarnya tertera nomor yang tak dikenal. Dia ragu untuk mengangkatnya.


"Halo."


"Apa kau telah menerima paketnya Kang Hae Su?"


"Paket?"


"Ya paket dengan pita merah. Aku menduga kau telah menerima paket itu."


"Jadi ini benar-benar darimu? Tapi untuk apa semua gaun dan sepatu itu. Aku tidak memerlukannya."


"Aku menunggumu jam lima sore. Jangan lupa pakai gaun dan sepatunya ya. Aku mau mengajakmu makan malam. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sampai ketemu nanti sore."


Klik.


"Tunggu!"


Bu Song menghampiri Hae Su. "Apa yang dia katakan?"


"Dia mengajakku makan malam. Jam lima sore nanti dia akan menjemputku Bi." sahutnya datar dan masih bingung sambil mengenggam ponselnya.


"Benarkah?! Akhirnya ada yang mengajakmu makan malam sayangg!"


Bu Song berteriak gembira dan kesenangan. "Ayo kau harus merawat tubuhmu. Pakai masker wajah! Ayooo! Kau harus jadi putri malam ini sayanggg!!"


Hae Su masih belum dapat mencerna apa yang terjadi saat ini. Dia hanya bisa pasrah ketika Bu Song mulai membuat berbagai macam potongan timun dan tomat ke wajahnya.

__ADS_1


"Bi apa tidak ada masker yang lebih praktis Lagipula aku penasaran apa maksudnya dengan itu semua."


"Sudah kau diam saja! Ini adalah kesempatanmu mendapatkan lelaki kaya. Timun dan tomat dapat membuat wajahmu lebih segar."


"Bi, aku masih bingung dengan ajakan makan malam darinya. Ini bukan soal dia kaya atau tidak. Tapi baru mengenalku tetapi dia sudah menyuruhku melakukan apa yang dia mau.”


Hae Su terlihat kesal.


Bu Song mengerti perasaan Hae Su. “Maafkan Bibi. Bukannya Bibi bermaksud seperti itu. Tapi anggap saja dia ingin berkenalan denganmu.” ujar Bu Song pada Hae Su.


“Aku ke kamar dulu Bi.”


"Oke baiklah." Bu Song menghela napasnya.


Hae Su menyingkirkan semua tomat dan timun dari wajahnya sambil membawa paket yang berisi gaun dan sepatu itu ke kamarnya.


Dia meletakkannya diatas tempat tidur lalu duduk di meja belajarnya yang menghadap ke arah jendela sembari menatap layar ponselnya.


Kenapa mendadak seperti ini? Untuk apa dia mengajakku makan malam? Apa yang mau dia bicarakan? Bicara dirumah saja bisa, tapi kenapa sampai mengajakku makan malam Darimana dia tahu nomor ponselku?Apa dari Suster Kepala Seon?


Hae Su mengambil serum wajahnya dan menekan beberapa tetes, lalu mengusapnya ke seluruh wajah dan memakai sheetmask. Dia mendiamkannya sembari berbaring ke atas tempat tidur.


Bu Song tiba-tiba membuka pintu kamar Hae Su. "Bibi pergi ke kedai dulu ya. Kalau pun kau tidak ingin pergi makan malam itu tidak apa-apa.”


“Iya Bi.”


Hae Su tidak berbicara banyak dan masih memikirkan ajakan Seo Ji Hun. Sembari memakai masker di wajah. Dia menggapai-gapai ponselnya mencari kontak seseorang dan menekan tombol panggil.


"Halo. Geo Mi bisakah aku minta tolong padamu?"


"Ada apa?"


Setelah menjelaskan kejadian yang terjadi. Geo Mi berteriak.


"Apa?! Baiklah Hae Su tunggu disitu! Jangan kemana-mana aku akan datang segera."


"Ya cepatlah datang."


Klik. Hae Su mematikan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2