Lavynds

Lavynds
Episode 6


__ADS_3

"Moon Jun Tae."


Pria itu membalikkan punggungnya ke arah suara yang memanggilnya.


"Ya Suster Kepala Seon. Selamat pagi."


“Selamat pagi juga.” Wanita itu mengajak Moon Jun Tae berjalan-jalan di taman rumah sakit.


"Bagaimana kabarmu sekarang?"


"Seperti yang Ibu lihat dari dulu saya selalu sehat." senyumnya pada Suster Kepala Seon.


"Tadi kamu turun dari halte. Kenapa kamu tidak naik mobil? Apa karena mengantar pacar barumu, atau karena mencari udara segar lagi?" goda Suster Kepala Seon pada Moon Jun Tae.


"Oh tidak. Ada sesuatu yang harus kulakukan. Dan soal gadis yang turun bersamaku itu, kami tidak sengaja bertemu di bis, dan ternyata dia juga bekerja disini. Lagipula aku tidak naik mobil karena Ayah sedang meminjam mobilku untuk keperluan tugas luar kota. Ibu tahu kan seorang detektif terkadang tidak dapat selalu memakai mobil bagus ketika sedang menyamar. Jadi dia meminjam mobilku."


"Ya aku juga tidak heran seorang detektif mempunyai anak sepertimu. Kau perawat tapi terkadang keahlian Ayahmu menurun padamu. Jangan-jangan kau juga memata-mataiku dan pasien disini ya."


"Hahaha tentu saja tidak. Untuk apa aku memata-matai mereka. Buang waktuku jika aku mencurigai Suster. Kau sudah kuanggap Bibiku."


"Yah begitulah. Dulu Ayahmu sering menitipkanmu padaku dirumah sakit ini bila sedang bertugas. Kau dulu makan banyak sekali tapi sekarang kenapa badanmu bisa sebagus ini?"


"Tentu saja karena aku sering berolahraga. Aku juga ingin menarik hati para gadis. Agar tidak seperti Ayahku yang ditolak cintanya oleh Ibu."

__ADS_1


"Sudahlah... Itu semua masa lalu. Jadi bagaimana dengan gadis itu? Dia cukup manis. Kau tahu namanya?"


"Sudahlah Bu. Aku tidak mengenalnya. Bertemu dengannya juga baru sekali."


"Hei jangan bilang seperti itu. Kau tidak tahu takdir itu seperti apa."


"Hahah Suster Kepala Seon. Kau seperti dukun saja."


Suster Kepala Seon pun ikut tersenyum dan merenung sejenak.


"Moon Jun Tae..."


"Ya?"


“Aku tidak percaya kalimat itu dapat diucapkan oleh gadis seusianya." Suster Kepala Seon menghela napasnya.


"Apa Suster Kepala Seon tidak tahu dimana dia berada?"


"Aku tidak tahu. Tapi yang kudengar, dia dirawat oleh kerabatnya dengan sangat baik. Jika aku tahu aku ingin sekali mengadopsinya. Seandainya dia putriku, aku pasti menjodohkannya padamu."


"Kenapa Suster Kepala Seon bilang seperti itu?"


Suster Kepala Seon tersenyum. "Karena saat kejadian itu Ayahmu juga menitipkanmu padaku. Sementara aku juga harus merawat gadis itu di kamarnya. Aku sungguh lelah karena harus bergantian menjaga kalian berdua di kamar yang berbeda. Kalian seperti sudah ditakdirkan bersama saja."

__ADS_1


"Ah maaf Suster Kepala Seon. Aku pasti merepotkan sejak dahulu."


"Kau memang sungguh merepotkan Moon Jun Tae. Aku tidak menyangka kau telah tumbuh sebesar ini dan bekerja bersamaku di tempat ini. Awas saja jika kerjamu tidak becus."


"Siap Suster Kepala Seon!"


"Jadi bagaimana kabarmu dengan Kim Hae Jun?"


"Baik. Tidak ada yang berubah sampai sekarang."


"Bukankah anak itu sedang menyelesaikan kuliahnya di luar negeri? Kalian bersahabat karena sering bertemu dirumah sakit ini. Wahh kalau dipikir-pikir kenapa rumah sakit ini menciptakan banyak sekali kenangan manis sekaligus pahit?"


"Kita tidak dapat melawan takdir Suster Kepala Seon."


"Astaga kau telah dewasa sekarang. Aku bangga padamu. Yah... Anak itu, Kim Hae Jun. Terkadang aku kasihan melihatnya. Karena kesibukan Ayahnya menjadi seorang politikus dan pebisnis membuatnya kesepian. Dia pernah bilang padaku bahwa dia tidak ingin seperti Ayahnya. Dia ingin mencari cita-citanya sendiri."


"Ya... Kim Hae Jun juga pernah bilang padaku dia tidak suka rumah sakit ini. Karena membangun rumah sakit ini, Ibunya sering sakit dan stres. Tapi hanya karena ingin bermain denganku dia jadi sering mengunjungi rumah sakit ini. Aku rasa dia hanya butuh kasih sayang."


Suster Kepala Seon melihat Moon Jun Tae dan menepuk pundaknya.


"Baik-baiklah padanya dan jangan bertengkar karena seorang gadis."


Mereka berdua pun tertawa sembari menatap langit yang cerah.

__ADS_1


__ADS_2