Lavynds

Lavynds
Episode 15


__ADS_3

"Nah kita telah sampai. Yang kutahu ini toko bunga paling lengkap yang ada di Korea."


"Menarik." Hae Jun membuka kacamata hitamnya dan merapikan rambutnya.


Hae Jun pun turun dari dalam mobilnya begitu juga dengan Jun Tae. Ketika turun dan memasuki toko bunga, para gadis-gadis disana berbisik-bisik dan mencuri pandang pada mereka berdua. Seakan mengatakan ada dua lebah tampan yang datang ke padang bunga.


Mata mereka mengikuti kedua lelaki itu dan memperhatikan gerak-gerik mereka.


Jun Tae menyadari hal itu dan merasa risih,sementara Hae Jun menikmati hal tersebut.


"Nikmati saja Jun Tae. Kita berdua memang impian setiap gadis didunia." Jun Tae menatap kesal pada Hae Jun.


"Ibumu suka bunga apa?"


"Semua bunga. Tapi dia paling menyukai mawar putih." Sahut Hae Jun sembari memperhatikan bunga-bunga yang ada di toko tersebut.


Toko bunga itu bernama ‘Hangelle Flower’.Toko bunga itu cukup besar dan luas. Terdapat semua jenis bunga yang hidup maupun imitasi. Pemiliknya memperoleh bunga-bunga itu dengan cara mengimpornya langsung.


Toko bunga itu cukup dikenal oleh beberapa kalangan atas karena mempunyai bunga yang mereka butuhkan tanpa harus pergi ke negara dimana bunga yang mereka inginkan berada.


Pelanggan juga dapat memesan buket bunga untuk acara apapun. Beberapa wedding organization dan acara lainnya juga sering menggunakan jasa dari Hangelle Flower untuk acara-acara mereka.


Dinding toko ini dilapisi dengan kaca-kaca besar, sehingga pelanggan yang masuk akan merasa seperti berada di dalam sebuah padang bunga rumah kaca dalam buku dongeng.


Hae Jun menghampiri salah satu pegawai. "Maaf. Mawar putih ada di sebelah mana?"


"Ah sebelah sana Tuan." Pegawai toko itu terkejut ketika Hae Jun bertanya padanya. Entah pangeran dari negeri dongeng mana yang menjumpainya sore ini.


Hae Jun berjalan ke arah yang ditunjuk oleh pegawai tersebut diikuti oleh Jun Tae dibelakangnya. Setelah beberapa lama mereka memilih-milih bunga mawar putih yang bagus.


Akhirnya Hae Jun mendapatkan yang dia mau dan memberikannya pada salah satu pegawai. Hae Jun memanggil salah satu dari pegawai itu.


"Tolong dihias dan dijadikan buket bunga."


Pegawai itu pun menganggukkan kepalanya dan tersipu malu ketika melihat senyum Hae Jun.

__ADS_1


Mobil silver milik Geo Mi memasuki halaman toko bunga Hangelle Flower.


"Sudah lama aku tidak kesini."


"Kau harus sering berkunjung Kang Hae Su. Jangan berurusan dengan pasien terus."


"Baiklahhhh.."


"Ayo turun!"


"Duluanlah. Aku mau menghubungi Bibi dulu. Aku menanti kejutanmu ya!"


"Dasar!" Geo Mi turun dari mobil menuju tokonya.


Dia berhenti melihat sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam yang berada di sebelah mobil miliknya. "Menarik." ujarnya.


Hae Jun merogoh saku belakang celananya, tetapi dompetnya tertinggal di dalam mobilnya.


"Jun Tae aku keluar dulu. Dompetku ketinggalan di dalam mobil."


"Aakkhhh!!!"


Terdengar suara jeritan seseorang dari luar. Jun Tae terkejut dan segera berdiri. Orang-orang yang mendengar jeritan itu sama terkejutnya dengan Jun Tae. Samar-samar dia mendengar suara Hae Jun.


"Hei Tuan muda! Dengar ya! Kau yang harus minta maaf dan ganti rugi. Lihat bajuku basah karenamu!"


"Hah! Kenapa aku yang aku harus minta maaf! Kau yang jalan tidak pakai mata sembari membawa minuman!"


"Wah benar-benar! Aku tidak sangka ada laki-laki tidak bertanggungjawab sepertimu di dunia ini!"


"Salahmu sendiri! Lagipula kenapa kau berjalan sembari membawa minuman!"


"Kenapa kau menyalahkanku!? Hei apa kau lihat di toko ini ada tulisan tidak boleh membawa minuman! Ini toko temanku!"


"Lalu kalau ini toko temanmu!?"

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu kau harus ganti rugi."


"Itu hanya dalam hayalanmu gadis aneh! Aku juga heran melihat gadis kasar dan ceroboh sepertimu berkeliaran di kota ini!"


Hae Su tidak tahan lagi melihat Hae Jun yang membuatnya semakin naik darah. Rasanya emosinya sudah ada di ubun-ubun dan mau meledak seperti bom Hiroshima dan Nagasaki.


Hae Su langsung menumpahkan sisa minuman capucino yang ada di tangannya ke kepala Hae Jun sehingga membasahi rambut dan seluruh tubuh Hae Jun.


"Kauu!!" Seketika wajah Hae Jun memerah dipermalukan seorang gadis. Dia ingin mendorong tubuh Hae Su seakan ingin menghajar Hae Su.


"HENTIKAN!!!!" Jun Tae muncul dari dalam toko sembari berteriak. Dia tidak tahan melihat pertengkaran itu. "Ada apa ini?!"


"Lihat Jun Tae! Gadis gila ini menumpahkan seluruh kopinya padaku!"


"Apa kau bilang?! Aku?! Aku Gadis gila?! Kau yang gila karena telah menabrakku duluan dan tidak mau minta maaf. Dasar lelaki gila!"


Jun Tae melihat gadis itu, dahinya berkerut karena dia mengenali gadis itu.


"Kang Hae Su? Apa itu kau?!"


Hae Su yang sedari tadi memalingkan wajahnya dari Jun Tae memandang ke arah datangnya suara dan terkejut.


"Moon Jun Tae??"


"Sedang apa kau disini?"


"Toko ini milik temanku. Ahh... Apa orang gila ini temanmu, Jun Tae?!" Hae Jun seketika menatap Hae Su dengan kesal.


"Ohh jadi kalian berdua sudah saling kenal. Tolong... Jun Tae katakan pada gadis gila ini untuk minta maaf padaku sekarang! Lihat perbuatannya!"


"Apa kau bilang?! Kau yang menabrakku duluan dari dalam karena kau sedang berlari dan membuat kopi di tanganku tumpah semua mengenai bajuku. Dan sekarang kau memintaku untuk minta maaf?!"


"Sudah cukup! Cukup! Kalian berdua bukan anak kecil! Malu dilihat orang!"


Hae Su yang menyadari perkataan Jun Tae. Dia pun malu pada dirinya sendiri yang terbawa emosi dan menyadari orang-orang di sekelilingnya sudah memperhatikan pertengkaran mereka dari awal.

__ADS_1


__ADS_2