
mendengar jawaban sidik, semua orang tak menduga. bahkan abdian dan bara melongo. tak menyangka kalau mereka semua sekampung itu telah di tipu oleh anaknya dan kawan kawannya.
namun nuel tetap ingin melanjutkan aksinya. saat benda itu akan mengenai bola mata sidik terdengar suara ibu yunni.
"nak nuel, ibu mohon hentikan" ucap wanita itu sambil bersujud mengangkat dan menundukkan kepalanya beberapa kali sampai jidatnya mengenai tanah.
sepontan nuel melihat kerah suara itu, dan mencampakkan tubuh sidik ketanah hingga sidik merintih.
"ibu" ucapnya menghampiri ibu yunni dengan posisi yunni nasih nempel di punggungnya.
"yunni, lepaskan aku. aku mau mau menghampiri ibu. ucap nuel. namun yunni yang masih takut nuel melanjutkan aksinya hanya menggeleng gelengkan kepalanya di punggung nuel. nuel tak punya pilihan, dia terpaksa berjalan perlahan karna yunni tak melepaskannya. dan ketika semua korban di lalui nuel baru yunni yakin untuk melepaskan pelukannya.
"tolong jangan begini ibu, bangunlah nuel mohon. nuel tidak akan menyakiti mereka lagi." ucap nuel sambil membuka alat penyiksa yang ada di tangan kanannya dan berlutut di hadapan ibu yunni yang masih beraujud dengan wajah menghadap tanah.
ibu yunni mengangkat kepalanya dan menatap nuel yang berlutut dengan kedua tangan yang saling bersatu, khas orang yang yang meminta maaf.
hatinya sakit melihat nuel yang berlutut dan memohon maaf kepadanya. dia tahu, nuel hanya melakukan hal itu kepada mendiang ibunya. sekarang dia melakukannya lagi baginya, bukankah itu sama saja dengan mengungkit luka lama nuel? wajah nuel terlihat murung dan begitu sedih. dia tahu bahwa nuel tak bisa melihat wanita sedih apalagi menangis. sementara dia menangis bahkan sampai bersujud didepan nuel. bukankah itu sama saja dia telah menghancurkan hati nuel? ada penyesalan di hati ibu yunni.
dilihatnya orang orang yang di hajar nuel. dia menghela nafas berat, tapi dia tak ada pilihan lain. lebih baik nuel sedikit sakit hati daripada nuel berbuat dosa dan mendapat masalah. bahkan masalah yang akan di hadapi nuel sebenarnya karna keluarganya. dan dia tak mau itu terjadi.
__ADS_1
"ibu juga minta maaf, sekarang berdirilah" ucap ibu yunni.
tapi nuel masih di posisinya, berlutut menunduk dan tangan masih saling menyentuh.
sementara di belakang nuel abdian marah kepada robert yang baru sadar.
"dasar anak sialan, beraninya kau menipu ayahmu sendiri. kau membuatku malu didepan semua orang. ucap abdian penuh emosi. kemudian tertengar suara pukulan plakkk plakkk plakkk. abdian memukul robert yang masih terluka.
"sakit pa, ampuni robert. maaf" ucap robert
sementara bara menghampiri sidik, dan mengorek informasi darinya.
"saya tidak tau om, hanya robert yang tahu. saya hanya tau robert yang simpan videonya" ucap sidik menunduk.
"terus, buat apa kalian menyimpan video itu? tidakkah kalian tahu perbuatan kalian melanggar hukum dan bisa membawa kalian kedalam masalah?"
sidik masih terdiam, teringat kembali di benaknya kemarahan nuel. dia kembali takut. dia mengangkat kepala melihat ke kanan dan kekiri, tatapannya berhenti di sosok nuel. ditatapnya nuel yang membelakanginya dengan posisi berlutut dan tertunduk. akhirnya dia menceritakan semua rencana awal mereka.
"maaf" ucap sidik menutup penjelasannya. walaupun dia meminta maaf tapi tak ada penyesalan di hatinya. dia berkata jujur dan mengakui semuanya karna takut akan sosok nuel. tak ada jalan baginya selain mengakui segalanya sambil menunggu kesempatan meminta bantuan.
__ADS_1
tak ada yang menyangka sejahat itu rencana mereka. terkejut bahkan sebagian sampai syok. bagaimana jika kejadian itu menimpa anak mereka.
bara memandang abdian, sementara abdian wajahnya sudah memerah. kejadian itu memekul telak harga dirinya sebagai RT.
tanpa banyak bicara dia merogoh kantongnya mencari hp. dia akan menghubungi polisi.
tapi tangannya di tahan robert.
"maafin robert pa, robert akan jujur. videonya ada di laptop sama flashdisk ini. hanya itu aja pa" ucap robert sambil memberi sebuah flash disk. dia sudah dapat membaca mimik wajah abdian yang saat ini benar benar marah.
tapi bukannya mendengarkan permintaan putranya, abdian malah menendangnya agar menjauh. kemudian memungut flaskdisk itu.
"apapun yang akan kau katakan, katakan saja di kantor polisi. aku malu memiliki anak sepertimu. jika dari awal tahu begini jahatnya pikiranmu dengan tanganku sendiri membunuhmu. dan ingat mulai hari dan seterusnya anggap aku bukan papamu, dan kamu bukan anakku lagi." ucap abdian dingin.
saat dia menaruh hp di telinganya, yunni menghentikannya.
"jangan om, yunni tidak mau masalah ini menyebar. ini bisa jadi aib bagi yunni kedepannya jika semua orang tahu kejadian ini." pinta yunni
"nak yunni tenang saja, ku laporkan anak sialan itu ke kantor polisi bukan atas masalah dengan nak yunni tempo hari. banyak kesalahan yang di lakukannya untuk membawanya kekantor polisi. lagian jika dia tak di beri pelajaran dan selalu memaafkannya kapan dia akan memyadari kesalahannya?" ucap abdian bijak.
__ADS_1
BERSAMBUNG