LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 18


__ADS_3

"seperti apa?" ucap reni melotot kesal


"seperti kamu, nyusahin hahahaa!." ejek yunni


"kamu.." ucap reni berusaha menghampiri yunni


"sudah, jangan bertengkar" ucap nuel menengahi


"yunni dari tadi asik nyindir nyindir aku nuel" sungut reni.


"maafin yunni yaa ren, yun jangan di terusin lagi yaa' jawab nuel


yunni hanya tersenyum mendengar aduan reni. "dasar nyusahin" makinya dalam hati


"kak uel, yunni mau di nyanyikan lagu saat mau tidur nanti yaa" pinta yunni


"ok, tapi jangan bertengkar lagi yaa" ucap nuel memperingatkan yunni. sementara dihatinya merindukan kegaduhan yang di ciptakan kedua wanita itu. sudah lama rumah ini hening.


"yunni gak janji yaa kak, soalnya yunni kesal melihat tingkah laku seseorang" ucap yunni sambil berjalan menghampiri mereka. dia baru saja selesai mencuci piring bekas makannya tadi.


"yunni, jangan gitu sayang" ucap nuel


yunni hanya tersenyum, dilihatnya reni yang memandangnya dengan pandangan singa lapar yang memantau kelinci. yunni malah tersenyum "rasain kamu ren" ucapnya dalam hati


"heii ren"? panggil yunni


"apa?" sentak reni

__ADS_1


"tidak bisahkah kamu sopan?" tanya yunni


"maksud kamu apa? kamu jangan mancing keributan terus" sentak reni


yunni terdiam sejenak memperhatikan reni. akhirnya kekesalannya muncul kembali.


"bisakah kamu memakai bra saat ada kak uel dirumah? atau kamu tak memeliki bra? perlu aku pinjamkan? oh aku lupa ukuranmu tak sesexy ukuranku. terlalu kecil" sungut yunni


"aku gak biasa pakai bra kalau dirumah" bela reni


"sekedar info saja buat kamu ren, kalau tujuan kamu hanya untuk menggoda kak uel maka dari sekarang buang jauh jauh niat kamu itu. kenapa? karena tubuhku saja yang jauh lebih ok dari kamu kak uel gak tertarik apalagi tubuhmu yang seukuran anak SMA. dipasaran harganya 200 ribuan doang. itu juga obral dan masih bisa ditawar. besok kalau kak uel gak ada dirumah terserah kamu. mau gak pakai bra mau gak pakai CD atau telanjang bulat sambil lari lari ke jalanan aku gak perduli" ucap yunni penuh kemarahan


nuel buang muka pura pura tak mendengar ucapan yunni. nuel malu mendengar ucapan yunni yang terlalu vulgar. tapi semua yang diucapkan yunni tentang reni benar. sebab sebenarnya dia agak risih dengan penampilan reni.reni yang merasa ditembak langsung oleh yunni akhirnya bangkit dan pergi kekamar mandi memakai BRA nya.


"menyebalkan" sungut yunni menghantar kepergian reni ke kamar mandi.


yunni beranjak dari sopa menuju tempat tidur, ketika dia berbaring di samping reni, reni sedikit keberatan.


"kenapa malah kamu yang tidur disini?' tanya reni


mendengar itu yunni heran, kemudian menatap reni.


"tidakkah kamu merasa pertanyaan kamu itu sangat konyol ren? kamu maunya aku tidur dimana?"tanya yunni


"disopa sana" jawab reni cepat


"terus kamu maunya kak uel tidur disni? gitu?" tanya yunni mulai kesal

__ADS_1


"iya dong, tamu harus tidur disopa" jawab renni percaya diri


"ha..ha..ha.., ternyata ada manusia setolol kamu ren. kamu sendiri yang mengatakannya kalau tamu harus tidur di sopa, maka sekarang pergilah tidur di sopa. kamu itu tamu yang tak diundang datang bikin susah." ucap yunni kesal


dari sopa nuel tersenyum melihat pertengkaran itu. nuel benar benar merindukan keramaian


"kamu yang tamu" sangkal reni


"dengar baik baik ucapanku wahai tamu tak dijemput datang bikin susah, di tempat ini aku sudah ratu jauh hari sebelum kehadiranmu. kapan aku suka, aku bebas masuk kesini, sekarang besok atau pun selamanya. ingat posisimu." ketus yunni mulai kesal.


mendengar ucapan yunni yang mengatakannya tamu tak dijemput datang buat susah reni kesal.


"kamu.." ucapnya melotot.


"apa?" tantang yunni


semenit kemudian mereka berdua berkelahi. saling pukul memakai bantal. nuel tersenyum terpingkal pingkal memegang perutnya yang terasa sakit karena kebanyakan senyum menahan tawa menyaksikan pertengkaran itu.


akhirnya mereka dipisahkan nuel setelah nuel puas tertawa. dia membawa yunni kesopa.


"kak uel kenapa sih membela iblis betina itu?" sungut yunni kesal.


reni yang melihat itu senang karena merasa di bela nuel.


"aku gak membela dia atau pun memojokkan kamu yun." ucap nuel setelah mereka duduk di kursi.


"biarlah reni tidur disana dan kamu disini" sambung nuel lagi sambil berjalan kearah tempat tidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2