
akhirnya semua orang meninggalkan ruangan rapat, leo dan natasya keruangan masing masing untuk bekerja sedangkan nuel berjalan ke lif. sesampainya di lantai bawah, dia menghampiri wanita tadi..
"hai mbak, lagi sibuk?" sapa nuel.
"iya tuan. bagaimana tuan? apakah tuan leo akan memecat saya?"
nuel tersenyum mendengar ucapan wanita itu. sambil menggeleng dia berkata "tidak ada yang akan memecat mbak"
"benarkah itu tuan?" tanyanya memastikan
"benar, satu lagi jangan panggil aku tuan. namaku francesco immanuel, kamu boleh memanggil nuel atau apapun yang kamu rasa bagus dalam nama itu"
"baik tuan. ehh maaf, baik nuel. namaku talia oliva" ucapnya ramah
"baiklah lia, ayo ikut aku sebentar."
"ini masih jam kerja, waktu istirahat setengah jam lagi."
"tadi aku sudah izin kepada natasya dan leo" ucap nuel
"tapi.." ucapan lia terhenti
"baiklah kalau kamu gak mau, aku akan menghubungi leo"
"baiklah, aku akan menemanimu. tolong jangan suruh direktur leo memecatku" ucap talia dengan mimik wajah ketakutan.
"hei nona talia, siapa bilang aku meminta leo memecat kamu. aku hanya mau bilang ke dia kalau kita tidak jadi pergi karna kamu sibuk kerja." ucap nuel
talia kembali tenang. setelah di pikir pikirnya lagi, tak ada ruginya dia menemani lelaki ini. toh tadi dia juga sudah melakukan kesalahan di awal pertemuan. sebagai ungkapan maaf dan terima kasih dia akan menemaninya.
"baiklah nuel, aku akan menemani kamu"
"nah gitu dong. halo mbak mbak, saya pinjam nona talia yaa" ucap nuel kepada rekan rekan kerja talia yang di balas anggukan dan senyuman ramah mereka.
talia menunggu nuel di lobi, sementara nuel langsung keparkiran mengambil motor tuanya. setelah itu dia menghampiri talia.
"gak apa apa kan kita pergi menggunakan motor tua ini? kamu tidak malu kan?" tanya nuel sambil memakaikan helm kepada talia.
__ADS_1
"kenapa harus malu? biasa aku juga naik angkutan umum atau ojol." ucap lia sambil naik naik ke motor.
"kali aja kamu malu"
"gak kok, biasa aja" jawab talia pasti
nuel tersenyum mendengar jawaban lia. dia melajukan motor tuanya membelah keramaian kota. jam menunjukkan pukul 11:15 menit saat mereka tiba di pusat perbelanjaan elite.
"lia, apakah kamu sudah lapar" tanya nuel
"kita buat apa kesini nuel?" bukannya menjawab talia malah bertanya
"iya buat belanja dong, masa iya kita mau berenang" jawab nuel sambil tersenyum
"belanja? apakah kamu.." ucapan talia terhenti.
nuel tahu kearah mana ucapan talia sehingga nuel tersenyum dan berkata "kamu tenang saja, aku punya duit kok. tadi aku minta dari natasya. ini" ucap nuel sambil menunjukkan card gold itu.
talia tersenyum malu. akhirnya dia menyadari kebodohannya. "lagian mana mungkin nuel mengajakku kesini tanpa ada persiapan. kamu memang bodoh talia, bodoh banget" talia memaki dirinya dalam hati
"belum, lagian ini belum jam makan siang juga kan?
"ini bukan di kantor, jadi lupakan masalah waktu dan peraturan buat makan. kalau memang lapar mari kita makan dulu"
"belum kok" jawab lia
mereka akhirnya berjalan menuju gedung pusat perbelanjaan itu. hal yang pertama yang di tuju nuel adalah showroom mobil. dia ingin membeli mobil agar mendukung penampilannya di acara kampus yunni. saat berada di showroom itu, nuel menghampiri pegawai salah satu pegawainya. namun seperti dugaannya sebelumnya tak ada yang menggubrisnya bahkan cenderung mengacuhkannya.
"mbak saya ingin mencari mobil" ucap nuel.
tapi tak ada yang menanggapinya. karna kesal akhirnya talia angkat bicara.
"heii mbak, apakah kalian tidak memiliki telinga? dari tadi kami bicara tapi kenapa kalian malah mengabaikan kami?" bentak talia.
"maaf, kami hanya melayani pembeli yang sudah pasti sanggup membeli. kami tidak ada waktu melayani pengunjung seperti kalian yang datang, melihat, bertanya kemudian pergi. ucap salah satu wanita sambil berkaca mempertebal lipstiknya.
tak lama berselang seorang berperawakan modis masuk kedalam showroom itu di ikuti seorang wanita yang sepertinya sales showroom itu, karna di tangannya terdapat brosur berlogo showroom tersebut. penampilannya seperti eksekutif muda. wanita wanita yang tadi tak memperdulikan nuel, kini datang menghampiri lelaki itu, seperti semut menemukan gula. beda perlakuannya terhadap nuel.
__ADS_1
"saya mau mencari mobil sport, tolong tujukkan kepada saya yang terbaik dari showroom ini" ucap lelaki itu.
"mari ikut saya tuan" ucap salah satu wanita. kemudian semua pegawai showroom yang berjumlah 6 orang itu mengantarkan lelaki kaya itu kedalam melihat mobil yang di maunya.
tinggallah nuel talia dan sales wanita itu.
"ayo nuel, kita pergi saja dari sini. sebab mereka gak mau melayani kita" ucap talia.
mendengar itu sales yang tadi terpaku karna pembeli pertamanya di serobot seniornya melirik kearah nuel.
"apakah tuan ingin membeli mobil?" tanyanya
"apakah menurut mbak saya sanggup membeli mobil?" tanya nuel
"sanggup atau tidaknya itu masalah belakangan, yang penting tuan lihat lihat dulu. mari tuan" ucapnya ramah sambil mennuntun nuel dan talia. keramahan dan ucapannya membuat nuel merasa simpati. di liriknya talia yang juga melihatnya.
"kedua wanita orang baik." gumannya dalam hati.
mereka berjalan menyusuri tiap tempat itu. dari satu mobil ke mobil lain, tak lupa juga sales yang bernama indah itu menjelaskan spesifikasi dari tiap tipa mobil yang mereka datangi. disalah satu mobil mereka berjumpa dengan eksekutif muda tadi dan pegawai pegawai centil itu.
"apakah orang ini mau beli mobil?" apa kalian yakin dia mampu?" tanya lelaki itu pada pegawai pegawai wanita yang mengikutinya.
"aku gak yakin tuan, tapi biarlah. hitung hitung buat cuci mata dan hiburan buat si sales karna sebentar lagi dia akan di pecat." ucap wanita yang tadi mempertebal lipstik.
mereka tertawa bersamaan mengejek indah dan nuel. indah tak menghiraukan ucapan wanita itu. dengan sabar dia tetap menjelaskan spesifikasi mobil yang ada di depannya pada nuel.
"heiii sales, ini sudah jadi milikku. aku akan membelinya. silahkan cari mobil lain. pergi sana jauh jauh karna kau merusak citra mobil ini bila dekat dekat." ucap eksekutif muda itu.
"hei bro, gak kau sadar ucapanmu sungguh keterlaluan?" ucap nuel.
"aku merasa biasa saja, sebab yang ku katakan barusan itu benar. belilah mobilmu aku ingin liat mobil apa yang bisa kau beli dengan uang receh. sekalian selamatin sales itu karna kalau sampai habis minggu ini dia gak bisa me jual satu unit pun dia akan di pecat. hahahahhaa" ucapnya.
nuel ingin membeli pelajaran, tapi indah malah menariknya ke tempat mobil yang menjadi ikon showroom itu.
*_* ^_^ *_^
BERSAMBUNG
__ADS_1