
akhirnya rapat dimulai. rapat di pimpin langsung oleh natasya, berkas yang tadi dibawa nuel dijadikan rujukan. sedangkan nuel sibuk mengoreksi berkas lain yang akan dijadikan rujukan tender.
"braaaakkkk!!, jika kalian tak bisa berhenti berbisik bisik tak jelas, silahkan keluar dari ruangan ini. siapapun itu silahkan keluar" ucap natasya sambil memukul meja.
hening, semua mata tertuju pada natasya termaksud mata nuel yang tadi sedang sibuk memeriksa berkas berkas
"ada apa nat, kenapa kamu tiba tiba marah?" tanya nuel.
natasya tak menjawab, matanya tetap tertuju pada pegawai pegawai yang tadi berbisik bisik.
"apakah ada yang keberatan dengan meeting hari ini? jika ada silahkan keluar. jika kalian pemilik saham silahkan ajukan harga untuk menjual, dengan senang hati kami akan membeli. kami diam bukan karna kami tak mengetahui apa yang kalian lakukan dibalik layar. cara kalian memeras uang perusahaan pun kami tahu. tapi kenapa kalian tak pernah bertanya kenapa perusahaan sebesar ini tak tahu permainan kotor itu dan seakan tutup mata?? apakah kalian yakin cara kalian sangat rapi sehingga tak tercium?" ucap natasya
"tidak. permainan kalian terlalu mencolok. tapi perisahaan selalu mengkedepankan kekeluargaan mengingat kita sudah lama bersama sehingga kami selalu menutup mata. namun untuk hari ini sepertinya cukup sudah, mari akhiri sandiwara ini" sambungnya lagi
semua terdiam, natasya masih memperhatikan semua orang itu dengan pandangan seorang pembunuh yang memantau korbannya.
"jelaskan padaku satu alasan, kenapa kalian seperti keberatan pada meeting kali ini?" tanya natasya.
"begini nona natasya, sebenarnya kami tidak keberatan pada agenda meeting hari ini. yang buat kami keberatan kenapa ada dia (sambil menunjuk nuel). tidakkah nona takut dia itu mata mata?. kita meeting membahas masalah penting perusahaan tentang tender besar. jika sampai bocor ke perusahaan lain bukankah semua akan rugi?." akhirnya salah satu dari orang yang hadir dalam meeting itu angkat bicara.
__ADS_1
"benar nona, kami tidak mau ambil resiko kehilangan harga saham dan investasi kami hanya karna dia" sambung yang lain
"benar, mana dia tidak sopan. masih baru hadir dia sudah membuat keributan tadi. harap nona natasya bersikap fropesional dalam menempatkan diri, bagaimana cara berteman dan bagaimana cara bekerja. sebab itu dua hal yang berbeda." sambung
"saya setuju dengan apa yang diucapkan rekan rekan yang lain. jika nona natasya tidak mengambil sikap maka.."
"maka apa?" tanya leo memotong ucapan orang tersebut.
semua orang tampak takut melihat leo, sebab meraka tahu siapa itu leo. leo adalah boss besar didunia hitam yang biasa di sebut mafia. bahkan setelah dia memimpin perusahaan ini pun leo tetap mengendalikan anak buahnya.
sementara nuel yang dari tadi sibuk dalam memeriksa berkas untuk tender kini telah menghentikan aktivitasnya karena ucapan orang orang yang tidak menyukainya yang ada diruangan itu. nuel duduk bersandar dikursi yang diduduki natasya sebelum tadi memulai memimpin meeting, kursinya berselahan dengan leo. yang berhadapan langsung dengan semua orang yang ada disana. nuel melihat orang itu satu per satu..
lima orang berdiri sambil menatap nuel tidak suka.
"apakah ada yang lain?" tanya nuel lagi
tak ada jawaban, nuel berdiri. ditatapnya orang yang berdiri itu satu persatu.
"berapa persen saham mereka diperusahaan?" tanya nuel pada natasya
__ADS_1
"gak lebih dari 10%"
"baiklah, tolong buka web pasar modal untuk pagi ini, dan setelah itu beli saham mereka berlima, dan bila perlu akusisi semua saham perusahaan agar menjadi 100% milik MRFI"ucap nuel.
dengan sigap vina sekertarisnya natasya membuka pasar modal. melihat dari statistik pasar modal tanpa perhitungan nuel sudah tau berapa jumlah uang yang akan di bayar perusahaan dengan mereka berlima.
"tambahkan 20M per orang buat kompensasi mengingat mereka sudah lama bekerja di perusahaan ini" ucap nuel kepada vina
"baik tuan muda" ucap vina mengikuti natasya memanggil nuel tuan muda.
"hei anak muda, atas dasar apa kau berani berkata begitu, seakan akan kami mau menjual saham kami" ucap salah satu dari orang yang berdiri itu
"kau pikir ini perusahaan nenek moyangmu sehingga sesuka hatimu mengaturnya HAAAAH? bentak yang lain.
nuel tetap tenang memperhatikan mereka. nuel kembali duduk bersandar seperti semula.
*_* "_" -_- ^_^
BERSAMBUNG
__ADS_1