
Nuel menghisap rokok itu untuk terakhir kalinya, kemudian membuangnya kelantai dan menginjak mematikannya..
"sudah cukup bermainnya" ucap nuel.
wajah yang awalnya selalu dipenuhi senyum itu kini berubah dingin, sedingin es. nuel mengeluarkan hpnya dan menghubungi seseorang.
"hallo pak martin, aku mau pak martin menghubungi lamborghini dan mengatakan pada mereka bahwa aku menginginkan mobil yang berjuluk the real star, yang sekarang sedang dipajang di salah satu showroom kota ini. setelah itu tolong datanglah ke gedung pusat perbelanjaan beauty castle, ada yang ingin ku bicarakan" ucap nuel kepada pengacara keluarganya itu
setelah mendengarkan jawaban pengacara itu, dia memutus sambungan telponnya. setelah melihat keluar melalui kaca jendela ruangan, dia menghubungi seseorang lagi.
"berapa lama kau bisa sampai ke beaty castle? aku di showroom AUTOS OTOMOTIF". tanya nuel pada seseorang yang di telponnya.
"aku sedang di lobbynya, aku dan natasya mau makan siang disini. ada apa masalah" tanya orang tersebut yang ternyata adalah leo
"datanglah kesini tanpa membawa natasya" ucap nuel
"baiklah" jawab leo
komunikasi diakhiri. nuel tersenyum melihat gerombolan orang yang ada di showroom itu. dia tahu bahwa itu orang orangnya rian.
sebuah notifikasi masuk ke hpnya, nuel tersenyum melihat itu. kemudian dia memalingkan wajah dan menatap pengacara rian.
"bagaimana? apakah tranaksinya berhasil?" tanya nuel
"tidak tuan, transaksi gagal total. barangnya telah sold out di beli oleh seseorang. apakah mungkin itu tuan?" tanyanya mengingat nuel tadi menyebut nama martin. dia tau nama itu, sebab martin adalah salah satu pengacara muda yang hebat.
mendengar itu nuel hanya tersenyum, sedangkan rian sangat terkejut.
"apa maksudmu, minggir" ucap rian mendorong pengacaranya kemudian melihat laptop itu.
benar disana telah tertulis sold out atas mobil sport itu. sesaat dia bimbang, kemudain perhatiannya teralihkan ke nuel.
"benarkah orang ini yang membelinya? tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin. setidaknya kartu kreditnya masih ditangan meneger showroom" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
setelah menyakinkan diri bahwa bukan nuel yang membelinya, rian tersenyum senang.
"mobil itu telah terjual, walaupun bukan aku yang membelinya kau tetap kalah bajingan karna bukan kau yang membelinya. hahahaha" ucap rian sambil tertawa puas penuh kemenangan.
nuel hanya tersenyum, bukannya menanggapi kata kata rian nuel malah menatap pengacara rian.
"surat perjanjian tadi itu sah secara hukum kan?? aku akan memberimu kesempatan memilih, kau tetap ikut dia atau bekerja bersamaku?" tanya nuel
"saya akan ikut pada perusahaan tuan. tak peduli siapa yang menang atau kalah di permainan ini, maupun siapa pemiliknya nanti. sebab saya bisa jadi seperti sekarang ini karna perusahaan sehingga seluruh hidup saya akan saya serahkan perusahaan." jawabnya
"pedoman yang bagus. pertahankanlah perinsip itu" jawab nuel
"hahahaa, kau berkata seakan akan telah memenangkan permainan ini gembel. aku tak sabar menantikan akhir permainan ini." ucap rian.
"dan kau pengacara tolol, kau tak memilihku saat ada pilihan. maka hari ini aku akan memecatmu" sambungnya lagi
pengacara itu tersenyum lega seakan ada beban yang lepas dari pundaknya. selama ini dia bekerja karna terpaksa untuk rian. banyak kejahatan dan kecurangan yang dia lakukan atas perintah rian.
"terima kasih tuan rian, dengan senang hati saya akan mengundurkan diri. jika bukan karna kebaikan mendiang buyut anda yaitu tuan rafael kepada kakek saya, saya bahkan tak sudi bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh anda. selama tiga generasi keluarga kami selalu menjadi pengacara di perusahaan RN DIAMOND, tapi saat ayah anda dan anda yang pimpin perusahaan, perusahaan itu berubah jadi sarang dosa. PHK sembarangan, pelecehan korupi dan banyak lagi. saya tak akan merasa bersalah lagi jika suatu saat RN DIAMOND bangkrut dan hilang dari daftar perusahaan besar sebab saya sudah mengundurkan diri" jawabnya
dia tersenyum memegang pipinya yang di pukul rian.
"ini terakhir kalinya bagi anda bisa memperlakukan saya begini, kedepannya harap jaga sikap anda terhadap saya. ingat, saya ini seorang pengacara. dengan perlakuan seperti ini mudah bagi saya menjebloskan anda ke dalam penjara". ucap pengacara itu masih dengan senyuman tapi penuh keseriusan
"sepertinya saya sudah tidak di perlukan lagi disini, saya pamit undur diri" sambungnya lagi
"tunggu sebentar bro," ucap nuel menghentikan niat pengacara itu
"siapa namamu?" tanya nuel
"nama saya fandy, fandy natanael" ucap pengacara yang bernama fandi itu
"namaku francesco immanuel" ucap nuel sambil mengulurkan tangan dan mereka saling berjabat.
__ADS_1
"tetaplah bekerja di perusahaan bro, sebab perusahaan sangat membutuhkan orang sepertimu." ucap nuel
"tidak. saya tidak akan mau lagi bekerja pada penjahat seperti mereka lagi" ucap fandi. sebab jika harus jujur dari dulu dia tidak bekerja sesuai hati. menutupi setiap kejahatan bosnya. dan itu melulai harga dirinya sebagai pengacara
"siapa bilang kamu akan bekerja buat mereka lagi?" tanya nuel sambil tersenyum
"maksud anda?" tanya fandi belum mengerti
nuel kemudian menyerahkan hpnya kepada fandi. fandi membaca pesan singkat pemberitahuan itu dengan rasa takjub. di pandangnya nuel dengan rasa yang tak mampu terlukiskan.
"benarkah ini semua ini tuan nuel? benarkah anda telah membeli mobil itu? benarkah anda sekarang menjadi pemilik sah perusahaan RN DIAMOND? tanya fandi tak percaya.
nuel hanya tersenyum. sementara dilain sisi rian yang mendengar ucapan fandi malah kesal.
"hei tolol, kalau bicara jangan asal. jangan sembarangan berkata agar tololmu tidak di ketahui orang lain" ketus rian
"benar, kalau bicara jangan asal, biar tololmu tidak di ketahui orang" ucap fandy dengan kata kata yang sama menanggapi ucapan rian. rasa sopannya pun telah hilang terhadap rian.
"oh iya, saya hampir lupa. tuan nuel saya minta ijin mengcopy bukti transaksi ini buat di kirim ke badut itu. agar tololnya bisa di batasinya" ucap fandi meminta ijin
nuel hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya memberinya ijin
setelah mendapat ijin, fandi langsung mengcopynya. tak berselang lama dia mengirim copyan itu ke rian..
"hei badut, bacalah itu dan renungi ketololanmu" tandas fandy terhadap rian
"dasar bajingan kau fandi, beraninya orang sepertimu mengataiku badut hahhh??" bentak rian
dia maju ingin menghajar fandi. namun fandi saat ini bukanlah fandi saat jadi budak keluarganya. maka ketika dia ingin menghajar fandi dengan sigap fandi menghajarnya lebih dulu hingga terjatuh..
"tadi sudah ku peringatkan, itu terakhir kau bisa memperlakukan aku seperti itu. kau hanya anak manja yang tidak bisa apa apa tanpa bantuan keluarga. aku bukan orang yang bisa kau lawan lagi sekarang. dari semua aspek kau takkan mampu melawanku. untuk kedepannya jangan menganggap dirimu harimau lagi karna taringmu sudah hilang, kekuasaanmu sudah lenyap karna ketololan dan ketamakanmu." ucap fandi penuh intimidasi melampiaskan semua kekesalan yang dia pendam selama ini
*_* ^_^ *_^
__ADS_1
BERSAMBUNG