
"Maafkan aku" ucap robert terpaksa. dia memandang nuel dengan sejuta tanya. semua yang menyaksikan kejadian itu bingung dengan sebuah pertanyaan di hati masing masing.
"siapa orang ini sebenarnya"
"Rando, tolong panggilkan tuan bara. bilang kalau Tuan fanscisco ada di sini" ucap abdian kepada salah satu pemuda yang ada di sana.
"tidak perlu memanggil tuan bara, anggap saja ini hanya kesalah pahaman saja" ucap nuel.
"tidak tuan, sebagai seorang ayah saya sangat malu dengan apa yang anak saya lakukan. saya gagal mendidiknya. belum lama membuat masalah dengan keluarga nak yunni, sekarang anak tak tau untung ini malah membuat masalah baru dengan tuan. saya sebagai ayahnya mewakili minta maaf kepada tuan dan nak yunni sekeluarga. maaf saya peribadi kepada tuan karna tak bisa amanah untuk menjaga dan melindungi keluarga nak yunni. pelecehan yang di lakukan robert dan kawan kawannya waktu lalu saya mohon maaf sebesar besarnya dari hati yang dalam" ucap abdian sambil membungkuk sebungkuk bungkuknya.
__ADS_1
"pelcehan?" ucap nuel dengan mata yang membara. kalau bukan karna di peluk yunni menahannya udah pasti robert di hajarnya.
"gak apa apa kak, udah lewat dan yunni juga udah memaafkannya. ucap yunni yang masih memeluk dan menahan nuel agar tidak emosi.
abdian juga menyadari kemarahan nuel, dia mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat nuel menghajar preman preman yang mengganggu ibu yunni dipasar. darah yang bercecer tulang yang patah dan kepala yang pecah. ngilu dan merinding bulu kuduk mengingat tubuh bergeletakan dipasar tak berdaya karna ulah nuel. anehnya dia tak membunuh korbannya cenderung menyiksa mereka sampe benar benar tersiksa kalau bukan karna ibu yunni meminta untuk berhenti maka dia tidak berhenti. nuel tetap menusuk kaki para preman itu bergantian. jeritan kesakitan meraka tak menghentikan nuel dalam aksinya. hanya kata kata dari ibu yunni dan tangisan yunni yang bisa. memancing amarah nuel bukan hal yang baik dan cenderung berbahaya.
lelaki itu baik seperti malaikat saat tenang namun berubah seratus delapan puluh derajat menjadi iblis saat terusik emosinya. setidaknya itulah penilain abdian dan beberapa orang kampung itu kepada nuel.
"bagi kamu ini sudah selesai yun, tapi tidak bagiku. pelecehan seperti apa yang mereka lakukan padamu?" ucap nuel dengan perasaan antara emosi dan sedih tak dapat menjaga yunni
__ADS_1
yunni menceritakan kejadian beberapa waktu lalu dimana dia dan beberapa gadis di kampung itu di intip saat mandi oleh robert dan genk sambil memvideokan mereka.
"kenapa kamu mandi di sumur umum, bukankah sudah ada kamar mandi dirumah?" tanya nuel pada yunni, kemudian menatap robert sambil menahan emosi yang sebenarnya tak bisa di tahannya.
"kak, kemarin itu 3 hari air mati. persedian air dirumah sudah habis. sementara kalau mengambil air kerumah jauh. sudah lah kak, lupain aja. kejadiannya juga sudah lewat". ucap yunni membujuk nuel agar tidak emosi
nuel tetap nuel, emosi tetap emosi. kalau sudah terlanjur basah maka harus mandi sekalian.
"tidak bisa, kalau mereka tidak diberi pelajaran maka kejadian itu akan berulang. mungkin kamu tidak akan meraka ganggu tapi bagai mana dengan gadis lainnya. dan kau abdian, sebenarnya apa saja yang kau kerjakan sampai menjaga keluargaku pun kau tak bisa. apa gunanya kupercayakan keluarga kecilku kepadamu kalau yang menyakiti mereka adalah keluargamu sendiri? apa gunya pengorbananku kepada kalian semua HAAAHHHH?" ucap nuel emosi.
__ADS_1
sisi malaikakatnya sudah hilang berganti dengan iblisnya, siap mencabut nyawa siapa saja yang membuatnya marah. emosinya udah sampai di ubun ubun.
BERSAMBUNG