
tak selang berapa lama Amelia Tan tiba di showroom AUTOS OTOMOTIF, melihat di sekitarnya bajak penjaga adalah hal yang paling janggal yang dia rasakan. dia melewati penjagaan pengawal yang tadi di ajak Natasya berbicara sejenak, namun saat ingin melewati penjaan yang lain dia di hadang kelompok yang lain. ternyata itu mereka bukan dari satu kelompok. melihat itu Leo dan natasya datang menghampirinya, Leo memberi kode pada Ricky dan Ricky mengangguk.
"siang nona natasya" sapa Amelia membuka pembicaraan.
"selamat siang juga nona Amelia, saya pikir ini adalah penjagaan yang anda siapkan sendiri. tapi ternyata saya salah". ucap Natasya
"saya sungguh minta maaf sebesar-besarnya atas tidak kenyamanan ini nona". Amelia membungkuk.
"kami akan ambil alih kendali nona"jawab Leo
"maaf merepotkan Anda direktur Leo" ucap Amelia sambil membungkuk kembali.
Leo hanya mengangguk kemudian melihat Ricky yang datang kearah mereka.
"maaf tuan Ricky, kami tidak mengganggu orang maupun bisnis anda. kami disini sedang berbisnis, mohon jangan menghalangi pekejaan kami" ucap salah satu penjaga itu
tanpa mengatakan apapun Ricky memukul orang itu sehingga membuat Amelia kaget.
"kalian tidak mengganggu bisnis kami kau bilang? tidak mengganggu orang kami juga? kau pikir 3 satpam yang kau pukul tadi orang siapa hahh? bukkk bukkkk bukkk ucap Ricky sambil memukuli orang itu.
melihat itu anggota yang lain datang ingin menyerang, tapi tiba tiba berhenti karna di barisan belang Ricky udah berbaris semua pasukan yang di bawanya tadi.
Amelia kaget untuk kedua kalinya melihat pasukan yang lain seakan mau menyerang, namun kembali sedikit tenang setelah melihat mereka berhenti. dia tak melihat kebelakang bahwa pasukan Ricky sudah bersiap.
melihat keadaan Amelia yang syok karna aksi kekerasan itu, Natasya mengambil inisiatif.
"Leo, bisakah kalian membuka jalan terlebih dahulu agar kekerasan itu tak di saksikan oleh nona Amelia? karna tak semua orang sanggup melihat hal begituan secara langsung. ucap Natasya.
__ADS_1
Leo menatap blokade itu.
"masih belum mau memberi jalan?" tanyanya
gerombolan itu minggir secara teratur memberi jalan bagi Natasya Leo dan Amelia Tan. semua yang ada di situ takjub melihat Natasya, selain cantik dan kaya dia juga memiliki kekuasaan bersama Leo.
selagi mereka bertiga melangkah memasuki ruangan showroom anak buah Leo membubarkan kerumunan massa agar tak terlalu mengganggu aktivitas perbelanjaan.
Amelia membuka kantor, sosok yang pertama kali yang dilihatnya adalah Rian yang babak belur. dia menyapu pandangan dan melihat indah karyawannya sedang bersama sesosok pria tampan sedang mengobati seorang wanita. manager showroom datang dan memberi penjelasan, ketika mendengar penjelasan manager itu dia memalingkan sebentar perhatiannya, melihat Amelia dan Leo yang di belakangnya. mereka bertatapan mata sejenak, kemudian Nuel kembali lagi pada aktivitasnya mengoles Betadine kebagian wajah Talia yang terluka seakan tak perduli dengan kehadiran mereka berdua.
"wah, ternyata kau sedang bermesraan disini dengan karyawanku" ucap Leo berseloroh.
Talia yang mendengar itu merasa ketakutan, mencoba mundur namun di tahan oleh Nuel.
"apakah masalah diluar telah selesai?" tanya Rian tanpa perduli ucapan Leo barusan.
Nuel masih sibuk dengan aktivitasnya sehingga dia tak melihat ada Natasya disana.
dia langsung berdiri dan menyerahkan kapas Betadine kepada indah agar melanjutkan merawat luka talia dan menghampiri natasya. dia berjalan dengan sambil tersenyum kecil, seperti senyum seseorang yang ketahuan sedang mencuri. kecil namun cukup manis, bahkan Amelia sampai memegang jantungnya karna merasakan sesuatu dalam hatinya melihat pemuda itu.
"apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama? siapa pemuda ini? mengapa sangat mempesona? apakah dia kekasih nona natasya?". tanya dalam hati.
selagi Nuel berjalan kerah mereka, Amelia memperhatikannya dari atas ke bawah. dia hanya pemuda biasa jika di nilai dari penampilannya yang sangat sederhana. namun pesona dan ketampanannya sungguh sangat sangat memikat. ini pertama kalinya dia seakan bila hanya karna memikirkan lawan jenisnya. bahkan di bandingkan saat merasakan cinta pertamanya, itu sama sekali tak ada apa-apanya dengan yang sekarang.
"sial, aku benar gila." maki Amelia dalam hati.
"Nat, aku tak bermaksud demikian" ucap Nuel Sambil mengacak acak rambut Natasya sambil menyentuh ujung hidungnya. Natasya tidak mengatakan apapun mendapat perlakuan dari Nuel. hanya tatapannya yang menggambarkan kekesalan karna khawatir pada Nuel.
__ADS_1
"hei nona manis, kamu jangan marah dong, ok aku minta maaf. mari kita duduk sejenak sambil berbicara" rayu Leo sembari menggandeng natasya menuju sebuah sopa di ruangan itu.
"Nuel, kamu jangan bertindak seolah olah kamu ini tuan rumah. ucap Natasya.
"kamu duduk dulu, marahnya ntar di lanjut. lagian tuan rumah belum datang, jika harus meminta ijin ke manager itu, itu akan membuat gula darahku naik. ucapnya sambil duduk di dekat Natasya.
semua mata tertuju pada mereka berdua. melihat Nuel memperlakukan Natasya begitu membuat mereka iri, terlebih Amelia. dia tak pernah merasakan kehangatan begitu sekalipun dari keluarganya maupun mantan pacarnya. hal itu membuat sedikit sedih karena mengingatkannya pada luka yang di berikan kehidupan padanya
"siapa yang bilang belum datang? tanya Natasya
Nuel melihat mereka yang ada disana dan tatapannya beradu pandang untuk kedua kalinya dengan Amelia yang sedang berjalan kearah mereka. Nuel berdiri sambil tersenyum menyambutnya, dan senyuman itu jauh lebih indah dari yang pertama, membuat Amelia hampir tak bisa menguasai dirinya sendiri. namun sekuat tenaga dia mengendalikan hasrat itu.
"saya Nuel, senang bertemu dengan nona Amelia yang cantik." ucap Nuel Sambil berjabat tangan dengan Amelia. ucapan yang membuatnya tersipu malu.
"silahkan duduk tuan" ucap Amelia
"indah tolong suruh seseorang mengantar air minum kesini" tambah Amelia lagi
"baik nona," ucap indah mengindahkan perintah bosnya itu.
saat minuman itu datang mereka menikmatinya kemudian membahas awal masalah yang terjadi. setelah mendengar penjelasan dari Talia Indah Fandi dan manager itu, merek tau bahwa yang bersalah ada Rian. sangat disayangkan bahwa demi nafsu sesaat dia kehilangan perusahaan miliknya. saat mereka berbincang tiba tiba Nuel teringat sesuatu.
"Nat, manager ini bilang kartu kredit itu curian, apakah betul?" tanya Nuel. iblis dihatinya gak akan rela melepaskan tua Bangka ini tanpa dapat hukuman.
"apa maksud anda mengatakan itu kartu kredit?" tanya Natasya bingung.
sementara manager showroom itu yang awalnya merasa aman kini gemetar ketakutan apalagi saat Amelia menatapnya menuntut penjelasan. dia melap keringat dingin yang membasahi wajahnya. sepertinya ini akan menjadi akhir baginya menjadi manager di showroom AUTOS OTOMOTIF.
__ADS_1
"sial" makinya dalam hati
"B E R S A M B U N G"