LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 19


__ADS_3

yunni tak mampu mempercayai kenyataan yang sedang terjadi. nuel meninggalkannya disopa dan tidur di samping iblis betina itu. kalau memang begini akhirnya buat apa dia di ajak kesini?


selagi nuel berjalan ke arah tempat tidur, dia melihat reni yang tersenyum kearahnya, kemudian menjulurkan lidah mengejek kearahnya. bukankah ini sangat menyakitkan? lelaki yang selalu menyayanginya dan tak pernah mengecewakannya kini terang terangan menyakitinya di depan orang lain. sekuat tenaga yunni menahan airmatanya.


ketika nuel akan naik ketempat tidur, yunni membuang pandangannya dan kini membaringkan tubuhnya dengan posisi membelakangi tempat tidur. ditekannya sakit hati itu dengan memejamkan mata.


"kamu tidak tidur disini?" tanya reni pada nuel sebab nuel hanya mengambil bantal guling


"gak ren. aku insom, susah bobo" ucap nuel sambil menyelimuti tubuh reni.


aroma selimut itu sama seperti aroma tubuh nuel, mawar. reni kecewa tapi tak mampu berbuat apa. dia menatap langkah nuel yang menjauh darinya


mendengar itu yunni yang awalnya membelakangi mereka segera memutar badan. melihat nuel tidak tidur di samping nuel hatinya gembira, senyum indah di bibirnya terukir sempurnah. tatapannya bertemu dengan reni. yunni kian senang. senyum diwajah yunni hilang dan yunni menjulurkan lidahnya kearah reni. membalas perbuatan reni tadi.


"rasain kamu ren, karna is real kn?" ucapnya dalam hati.


"yunni pikir kak uel mau bobo disana" ucap yunni saat nuel sudah di sekatnya.


"karna itu kamu tadi mau nangis ya" tanya nuel sambil tersenyum


"kak uel jahat ikhh" ucap yunni sambil memukul dada nuel pelan.

__ADS_1


nuel hanya tersenyum, dia mengambil gitar dan jaketnya yang tergantung kemudian duduk di sopa. saat nuel duduk yunni kemudian berbaring dan menggunakan kaki nuel sebagai bantalnya, sementara bantal guling dipeluknya. nuel menutupi tubuh yunni dengan jaketnya, sebab tak ada selimut lain di rumahnya selain selimut yang di pakai reni.


selesai menutupi tubuh yunni dengan jaket nuel kemudain mulai memeluk gitarnya. agak sulit karna yunni berada di pahanya. pelan tapi pasti akhirnya dia bisa.


petikan senar gitar mulai terdengar mendayu. jenis klasik sengaja di pilih nuel agar kedua wanita itu merasa nyaman menyambut tidur mereka.


"**biarkan ku menggapaimu


memelukmu


memanjakanmu


tidurlah kau dipelukku


dipelukku


dipelukku


mimpikan kita


mimpikan kita

__ADS_1


jangan pernah kau perjaga


dari tidurmu


dipelukanku**"


tak terasa 5 lagu sudah dinyanyikan nuel. saat nuel yakin mereka sudah terlelap dia menghentikan aktivitasnya. dilihatnya kedua wanita itu bergantian.


"selamat tidur ren" ucapnya dari jauh.


selamat tidur yun" ucapnya sambil membelai rambut wanita itu kemudian mencolek ujung hidung yunni. terlihat yunni tersenyum tipis. nuel heran melihat kejadian itu, sebab tadi dia sudah dapat memastikan bahwa kedua wanita itu sudah tertidur.


reni belum siap 2 lagu sudah terlelap, tapi yunni di akhir lagu ke empat. dan untuk memastikannya bahwa yunni tertidur nuel menyanyikan 1 lagu lagi.


"tapi barusan aku melihat yunni tersenyum, apa dia lagi bermimpi?" guman nuel dalam hati. nuel masih memperhatikan yunni, nafasnya naik turun secara teratur dan yunni memang tertidur.


setelah memastikan yunni telah tertidur nuel beranjak dari sopa mengambil laptop. sebab tadi siang dia dikirimi laporan oleh natasya dan laporan itu harus disegera diperiksa oleh nuel agar besok bisa di bawa oleh natasya dan leo untuk rapat. "sepenting itu laporan ini sampai harus dikoreksi balik olehku?" ucap nuel dalam hati


karna kalau harus jujur dia malas berurusan dengan laporan perusahaan atau pun urusan saham. ribet dan terlalu banyak aturan. oleh sebab itu dia mempercayakan perusahaan kepada leo dan natasya. tapi sialnya dia tetap terkena itu semua karna laporan yang dia rasa gak penting sama sekali.


nuel tau, ini pasti ide leo. tapi karna leo tau kalau dia yang memberikan laporan itu pada nuel maka nuel takkan memeriksanya oleh sebab itu leo menyuruh natasya agar leo tak bisa ngelak.

__ADS_1


"awas kau leo, tunggu pembalasanku" ancamnya dalam hati


BERSAMBUNG


__ADS_2