
"siapa bilang aku mau bertaruh jika hadiahnya hanya kau j*lang? semua wanita bisa kudapatkan, terlebih wanita seperti dirimu yang rendahan. yang ku mau wanita itu, kau hanya sampingan saja" ucapnya
"cukup sudah kau mengatai dia tuan, ini sudah keterlaluan" jawab nuel mengepal tangannya menahan emosi.
"kalau begitu mari taruhan," ucpanya lagi
"baik aku siap" ucap talia sambil maju dari belakang nuel. dia sudah tak tahan mendengar ucapan kasar lelaki bejat ini kepada indah. lagian ntah kenapa dia percaya pada nuel
nuel heran melihat talia.
"talia, jangan seperti ini. kalian itu berharga tak sepantasnya kalian ikut permainan rendahan ini." ucap nuel
"nuel aku percaya padamu. kamu sendiri lihat bagaimana dia merendahkan wanita. apa kamu sanggup melihat ini? sebagai wanita kata katanya barusan menghina dan menginjak injak harga diriku. dan percayalah itu sangat melecehkan" ucap talia
"nah itu baru wanita cerdas, kamu memilih hal yang benar sayang" ucap eksekutif itu.
"tahan sebentar tuan, tadi tuan minta syarat kalau kami tak mampu membeli mobil ini maka saya dan mbak indah akan menemani tuan selama seminggu full di hotel bukan, dan nuel akan menjilat sepatu tuan. apakah itu syaratnya? tanya talia
"benar sayang, kamu sangat pintar. jangan panggil aku tuan, panggil aku rian". jawab eksekutif yang bernama rian itu.
"baiklah rian, aku secara pribadi ingin bertaruh denganmu. jika kamu kalah kamu juga harus menjilat kaki kami bertiga, dan jika kamu menang tidak hanya seminggu, sebulan bahkan setahun pun akan kulayani kamu di hotel, aku bersedia menjadi budak s*x dan wanita penghiburmu" jawab talia tersenyum sambil membuka tiga kancing bajunya sehingga menampakkan apa yang seharusnya tidak di perlihatkan. jantung rian berdetak detak seperti kuda yang berlari jauh dengan mata membelalak seperti singa lapar melihat rusa.
"bahkan semua tubuhmu dari ujung kaki sampai kepala akan kujilat manis, takkan ada yang terlewatkan oleh lidahku." jawab rian. secara reflex, tangannya terangkat kedepan ingin menyentuh. dengan sigap nuel mentepis tangan itu sambil menendang rian.
"jaga sikapmu bajingan" ucap nuel marah. dia memeluk talia menutupi yang harusnya tertutup itu dengan tubuhnya. orang jadi ramai karna adegan nuel menendang rian
"kamu tidak harus berbuat seperti ini talia, jangan jatuhkan harga dirimu kepada orang seperti dia."
talia menghirup nafas mencoba menenangkan emosinya, tercium olehnya wangi mawar dari tubuh nuel. dan itu membuatnya sedikit tenang.
"nuel, untuk sebagian wanita, harga diri itu lebih tinggi dari langit. sedangkan lelaki itu menginjak injak dengan mudahnya. seakan semua mampu di belinya. lebih baik jadi wanita murahan bukan karna di beli daripada jadi wanita suci tapi bisa di beli. itulah prinsipku dalam hidup ini. dia menginjak harga diri semua wanita di dunia, aku dan indah berdiri membela kaum kami. kamu sendiri mengatakan bahwa semua wanita kamu anggap seperti ibumu, bagaimana perasaanmu saat kami yang kamu anggap sebagai ibumu di injak injak dan di lecehkan terlebih itu di depanmu. tolong menangkanlah kami nuel, ini sangat menyakitkan. benar kata indah saat di injak injak orang kaya harga diri kita harus tetap di perjuangkan. dan seandainya pun kamu tak mampu menang tidak akan jadi masalah, ini merupakan pilihan kami dan kamu akan tetap kami anggap sebagai pahlawan." ucap talia menangis.
dua wanita kini mengangis di hadapannya, hal yang selalu di hindarinya kini dengan mudah di hancurkan oleh lelaki bajingan.
__ADS_1
"baiklah talia, jika hari ini aku kalah dan tak mampu membuatnya mengemis maaf pada kalian, aku bukan lagi seorang lelaki, aku adalah pecundang. jadi tolong jangan berbuat seperti tadi dan kembalikan penampilanmu seperti semula" ucpa nuel.
"baik" ucap talia mengangguk. kemudian nuel merasakan tangan talia bergerak diantara pelukannya membenahi pakaiannya.
"sudah selesai" ucap talia
nuel melepaskan pelukannya dan menatap pakaian talia yang udah rapi.
"kamu seperti lelaki itu menatap tubuhku nuel" kata talia bercanda.
"aku tidak melihat tubuhmu, aku hanya melihat pakaianmu" jawab nuel dengan wajah memerah, kemudian membalikkan tubuhnya.
talia tersenyum, ternyata kamu benar benar lelaki baik dan polos ucapnya dalam hati.
sementara itu rian masih terdiam merasakan sakit karna di tendang nuel, nafasnya terasa sesak.
"bagaimana, apakah masih melanjutkan permainanmu yang murahan ini?" tanya nuel sambil menghampiri rian.
"kau akan menyesali kejadian ini, akan kurobek robek kedua wanita itu di depanmu terlebih talia. kau akan menyaksikan dengan matamu sendiri dia merintih kenikmatan. itu adalah janjiku pa..
plakkk, belum selesai rian bicara terdengar tamparan yang cukup keras dari nuel. semua orang riuh.
"aku paling benci orang banyak bicara, tapi tidak berisi. langsung aksi kalau memang hebat." jawab nuel
5 orang berpakaian hitam dengan badan besar datang menghampiri rian.
"anda tidak apa apa tuan?" tanya salah satu dari mereka sambil membantunya berdiri
"kalian dari mana saja gobl*k,?" bentaknya sambil memukul orang itu.
"maaf tuan rian, tadi kami mengawal pengacara menyiapkan kontrak perjanjian yang anda minta" ucapnya sambil menunduk
"brengsek, haruskah kalian pergi berlima hanya untuk mengawalnya?" bentaknya lagi
__ADS_1
"maaf tuan" ucap mereka
"hajar dia" ucap rian memberi perintah kepada mereka.
"sabar tuan rian, jangan membuat kekauan disini, mari kita bicarakan baik baik" ucap orang itu yang ternyata meneger showroom.
"sabar kau bilang, sabar hahhh? liat ini" sambil menunjukkan bibirnya yang berdarah.
"kau masih ingin aku sabar? bagaimana mungkin adalagi yang mau di bicarakan baik baik jika sudah begini" ucap rian masih dengan emosi
"siapa yang berani melakukan ini pada tuan rian?" tanya meneger itu.
"dia," ucap rian menunjuk ke arah nuel
maneger itu menatap nuel, talia dan indah.
"kedudukan apa yang kau punya sampai berani melakukan ini pada tuan rian? tidakkah kau tahu bahwa tuan rian itu orang berpengaruh di kota ini? pebisnis sukses dan pemilik perusahaan RN DIAMOND hah?? bentak meneger
"tak perduli sehebat apa dia, setinggi apa kedudukannya, dan semaju apa perusahaan miliknya. selama dia tak mampu menjaga lisan dan sikapnya, bahkan anjing jalanan pun lebih baik darinya" ucap nuel dingin
"brengs*k," ucap rian emosi.
"tahan tuan, jika tuan lampiakan emosi tuan rian saat ini dan di tempat ini, saya takut akan mengganggu kerja sama yang sudah ada antara RM DIAMOND dengan AUTOS OTOMOTIF. dan saya yakin tuan rian tak mau itu terjadi. lebih baik menghajarnya di luar. ucap meneger itu.
rian termenung sejenak, benar ucapan meneger ini. dia tak mampu menghajarnya sekarang.
"baiklah" ucap rian sambil tersenyum jahat
"aku akan menghabisimu saat keluar dari sini tapi sebelumnya menghancurkan kekasihmu di depan matamu" bisiknya dalam hati
^_^ ^_^ ^_^
BERSAMBUNG
__ADS_1