
"maaf direktur Natasya, sepertinya tuan Nuel takkan melakukan hal yang seperti itu. saya berani menjamin bahwa dia takkan menyakiti orang yang menyayanginya. dan walaupun dengan tak sengaja dia menyakiti orang tersebut pasti dia takkan lari dari tanggungjawab" jawab Talia dengan sedikit takut sebab dia berbicara dengan diruktur perusahaan tempatnya bekerja.
"seperti yang saya katakan tadi, buktikan saja nanti" ucap Natasya sambil berpaling ke arahnya
Natasya menoleh kearah Talia dan melihat jaket Nuel melekat di tubuhnya. seperti mengerti bahwa yang dilihat Natasya adalah jaket milik Nuel, Talia tertunduk takut.
"maaf direktur, saya memakai baju tuan karna baju seragam saya robek karna rian. jadi saya meminjamnya sebentar." ucap Talia masih dalam posisi tertunduk
"saya tidak mempermasalahkan kau memakai atau meminjam bajunya, tapi yang jadi masalah apakah kau akan memakai pakaian itu ke kantor?" tanya Natasya "cepat cari baju pengganti" sambungnya lagi
"baik direktur" ucapnya
sementara Talia mencari baju penggantinya Amelia Tan dan Indah masih mengikuti Natasya berjalan dari belakang.
"jadi nona Natasya tak merasa takut dimanfaatkan kemudian ditinggalkan oleh tuan Nuel?" tanya Amelia memastikan.
mendengar kata kata Amelia barusan Natasya menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang melihat Amelia. sementara Amelia Tan yang ditatap Natasya merasa tak enak hati dan sangat menyesal karna terlalu dalam ikut campur masalah pribadi Natasya.
"itu takkan terjadi, sebab selain dia brengsek dan tidak bertanggung jawab dia juga termaksud lelaki bodoh. pernah suatu hari dia demam tinggi karena terkena DBD dan harus di rawat intensif di rumah sakit, saat melihat saya tak ada disana dia langsung menelpon mengubungi saya. saat kami bicara saya lagi ada masalah pribadi, belum lagi masalah pekerjaan ditambah melihat dia opname di icu sehingga saya menangis karna merasa sangat sedih. saya sudah berusaha sebisa mungkin menyembunyikan kesedihan yang saya alami, tapi tetap saja tangisan itu tak dapat saya tahan dan saya menangis mengingat dia yang terbaring di rumah sakit. apakah anda tau apa yang terjadi selanjutnya? tanya Natasya
Amelia hanya menggeleng tanda tak tahu
__ADS_1
"karna khawatir terjadi sesuatu yang buruk kedapaku, tanpa berpikir panjang lelaki brengsek itu kabur dari ruang ICU tanpa menggunakan sandal berlari sejauh 15 kilometer menuju apartemen tempat saya tinggal sambil memegang infusnya, hanya untuk memastikan mengapa saya menangis dan tidak ada hal-hal buruk yang menimpa saya. begitu dia tau saya baik-baik saja, dia tersenyum dan akhirnya pingsan di apartemen saya karna kelelahan yang membuat saya kian sedih dan takut. untungnya dokter rumah sakit tempatnya kabur adalah teman kami, sehingga tak terlalu menjadi masalah. saya menelpon dokter itu memberi tahu bahwa Nuel ada di apartemen saya dan segera datang memeriksanya begitu saya bilang Nuel pingsan. setelah memastikan Nuel baik-baik saja dan boleh di rawat jalan di apartemen dokter mengijinkannya tak di rawat di rumah sakit. jika dia tak memikirkan keselamatannya hanya demi memastikan saya untuk tidak menangis karna sedih, lantas alasan apa yang membuatnya memanfaatkan dan akhirnya mencampakkan saya nona Amelia?" tanya Natasya sambil tersenyum manis kearah Amelia dan indah
"tak ada jalan mau pun alasan buatnya untuk meninggalkan anda nona Natasya. tanpa ada ragu sedikitpun sekarang saya berani mengatakan perasaan sayangnya tulus kepada anda tanpa memandang harta dan kedudukan yang anda miliki. saya yakin 1000% jika anda hanya wanita biasa dan tak memiliki kedudukan maupun harta yang berlimpah seperti sekarang dia akan menyayangi anda setulus hati. itu terlihat dari sikapnya memperlakukan anda saat di showroom tadi, tak ada orang yang di perdullikan olehnya bicara termaksud direktur Leo dan tetap tak perduli pada kehadiran orang di sekelilingnya. tapi begitu mendengar suara nona natasya dia langsung berubah dan datang kepada anda. betapa beruntungnya anda memiliki dan diperhatiakan lelaki sempurnah seperti dia nona natasya." ucap Amelia penuh kepastian dan rasa irih
"harta dan kedudukan ku yaa?" guman natasya merenung sepeti bertanya pada dirinya sendiri.
"dia bahkan tak perduli dan tak tertarik sama sekali akan hal itu nona Amelia."Sambungnya lagi
Amelia Tan hanya tersenyum mendengar ucapan natasya, sebab dalam kehidupan ini manusia mana yang tak butuh harta dan kedudukan?. mungkin nona Natasya berkata begitu Karena nona sedang menjadi bucin alias budak cinta, atau lagi di mabuk cinta pikirnya dalam hati. tapi harus diakuinya bahwa Nuel adalah lelaki baik dan tulus.
"lantas apa pekerjaan tuan Nuel nona natasya?" tanya Amelia
"apa spesifik pastinya nona?" tanya Amelia memastikan
"seperti yang saya ucapkan tadi, tergantung situasi. Anda mau dia jadi apa, maka dia akan jadi yang anda mau." jawab Natasya
"apakah tuan Nuel bekerja di perusahaan anda?" tanya amelia
"iya kadang kadang saat keadaan sangat genting dan perusahaan benar-benar membutuhkannya, tapi saat keadaan perusahaan stabil dia takkan akan mau datang ke perusahaan" ucap Natasya
"apakah nona tidak memberi teguran pada pekerja yang bekerja sesuka hati begitu?" tanya Amelia lagi
__ADS_1
"nona Amelia, seharusnya anda sudah mengerti dari semua yang kita bicarakan siapa dia yang sebenarnya, seberapa penting dirinya. jika dia hanya teman atau orang biasa tidak mungkin bagi saya dan Leo membuang-buang waktu hanya untuk menemaninya belanja disini sementara agenda meeting dan pekerjaan kantor sedang menumpuk. kita berdua adalah pebisnis, dan sama sama mengerti time is money. dari penjelasan ini anda sudah tau siapa dia sebenarnyakan?" tanya Natasya
"maksud anda tuan Nuel adalah direktur PT MRFI?" tanya Amelia menyimpulkan logikanya
Natasya mengangguk membenarkan pertanyaan Amelia.
"bukan hanya sebagai Dirut, tapi dia adalah Francesco Immanuel pemilik tunggal perusahaan PT MRFI tbk." jawab Natasya
Amelia Indah dan Talia terpaku mendengar ucapan natasya. logika mereka seakan tak mampu memproses kenyataan itu. seorang dengan penampilan seperti Nuel bisa menjadi pemilik tunggal PT MRFI. kenyataan seperti apa ini? mungkinkah saya salah dengar? ucap hati mereka saling bertanya
"direktur Natasya, saya tidak salah dengarkan? atau anda mungkin salah ucap?" tanya Talia memastikan. itu juga merupakan pertanyaan yang mewakili Amelia dan indah.
"jika kalian mendengar saya mengatakan dia adalah pemilik tunggal PT MRFI tbk, maka pendengaran kalian tidak salah" ucap Natasya memastikan kebenaran yang di ucapkannya.
saking syoknya Talia sampai terduduk dilantai. dia mengingat kembali kejadian di showroom saat dia bercanda menggoda Nuel dengan mengatakan Nuel sama seperti Rian saat melihat tubuhnya. walaupun itu hanya sebatas candaan, tapi tetap saja tidak pantas diucapkan kepada atasannya. wajahnya pucat pasi seperti mayat.
ketiga wanita itu melihat tingkah aneh Talia.
"ada apa? apakah kau sedang tidak enak badan? atau mungkin lelaki brengsek itu mulai menyakitimu hanya dengan identitasnya? ucap Natasya sambil tersenyum seakan mengerti situasi penyebab Talia sangat syok.
"B E R S A M B U N G"
__ADS_1