
guntur keringat dingin. bahkan sangking takutnya dia sampai tak mampu bicara untuk menjawab pertanyaan Nuel.
"baik, kuanggap kau tak punya permintaan terakhir" ucap Nuel.
"ma..maafkan saya t..tuan. saya salah. mo..mohon ampuni saya dan lepaskan saya". ucap guntur terbata bata. dia kemudian berlutut di hadapan nuel meminta pengampunan, membuat semua orang untuk kesekian kalinya takjub kepadanya.
"orang ini benar benar hebat, hal yang mustahil baginya sangat mudah" guman orang orang yang melihat anggota mafia memohon ampun kepadanya. sehingga timbul simpati dihati masing masing ingin tau jadi diri nuel yang sebenarnya.
"ini kedua kalinya kita bertemu. saat perkenalan pertama kupatahkan kakimu. seharusnya saat ini kupatahkan lehermu. karna tak ada kesempatan kedua bagiku untuk mereka yang berbuat salah. tapi kau beruntung karna moodku sedang bagus. dan ibuku melarang aku melakukannya.
tapi ingat ini baik baik, saat kita berselisih paham lagi, itu terakhirnya bagimu menikmati udara. kupastikan kau akan tertidur tanpa bisa membuka mata lagi. ini bukan peringatan tapi ini ancaman. ucap nuel dengan intonasi penuh mengintimidasi.
"ba..baik tuan, saya akan mengingatnya" ucap guntur merasa lega dengan posisi masih sujud di hadapan nuel.
"pergi sekarang, dan bawa sampah sampah itu" ucap nuel sambil menunjuk anak buah guntur yang tadi ditembaknya.
"baik tuan" jawab guntur sambil berdiri. kemudian memerintahkan anak buahnya yang tersisa untuk membantu anak buahnya yang terluka.
sebelum pergi dari tempat itu, guntur melihat nuel untuk menunduk sekali lagi memberi hormat pada nuel, namun nuel tak menanggapinya bahkan melangkah meninggalkannya.
"permainan akan segera dimulai brengs*k. kita pasti akan bertemu kembali. dan pada saat ini aku akan memastikan kepalamu lepas dari tempatnya dan kau yang akan tertidur. itulah jadi bayaran dari semua ini" ucap guntur dalam hati penuh dendam. kemudian dia pergi dari tempat itu.
sementara nuel sudah berada di teras rumah kecil yunni. rumah itu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya setelah nuel memberi bantuan kepada desa mereka untuk melakukan pembangunan jalan dan perbaikan semua rumah.
__ADS_1
nuel tersenyum puas atas kerja abdian dan bara. kampung ini sekarang indah dan beraih, dan keluarga kecilnya hidup berkecukupan.
pintu rumah itu tak tertutup, pertanda mereka sedang menunggunya. ketika memasuki teras dia langsung di sambut oleh ibu dan yunni.
"nak nuel, apakah mereka telah pergi? apa nak nuel baik baik saja? tidak terlukakan?" tanya ibu yunni bertubi tubi.
"yaa ampun mah, nanyanya satu satu dong" jawab yunni sambil tertawa karna merasa pertanyaan ibu terlalu panjang
nuel tersenyum mendengar pertanyaan ibu yunni, perhatian itu selalu membuatnya nyaman dan tenang.
"nuel baik baik saja bu, tanpa terluka. mereka semua telah pergi dan keadaan udah tenang" jawab nuel memberi keterangan..
"sukurlah kalau begitu" jawab ibu yunni merasa lega.
"kenapa susu, aku maunya kopi" protes nuel
"tidak boleh" jawab ibu dan yunni bersamaan sehingga membuat ibu dan anak itu saling tertawa. sementara nuel hanya tersenyum melihat kekompakan mereka.
"kak uel gak boleh minum kopi, kak uel kan insom parah, jadi jangan minum kopi" ucap yunni
"iya nak nuel, tolong jaga kesehatan nak nuel" sambung ibu yunni.
"baik lah bu." ucap nuel sambil meminum susu hangat itu.
__ADS_1
"mana si bungsu?" tanya nuel
"dia sudah tidur dari tadi, katanya besok ada ulangan" jawab itu yunni.
nuel mengangguk angguk mendengar ucapan ibu yunni.
"oh iya bu, nuel tadi pengen pamit sama ibu untuk membawa yunni beberapa hari ini tinggal ditempat nuel. tadinya nuel berencana mau ngajak ibu sekalian, tapi sepertinya gak bisa karna si bungsu ada ulangan di sekolah, takutnya kalau dari sana berangkat sekolahnya si bungsu gak terkejar" ucap nuel
"iya nak nuel. tadi yunni juga udah pamit. nak nuel tenag saja, nanti ibu sering singgah."ucap ibu yunni.
"iya bu, makasih" jawab nuel dengan senyuman.
"nanti kalian hati-hati disana ya" ucap ibu yunni yang masih terbayang kejadian tadi.
"mamah tenang aja, kak uel gak akan ngapa ngapain yunni kok." ucap yunni berseloro untuk mengurangi beban pikiran ibunya.
nuel tersenyum mendengar ucapan yunni.
"ngapa ngapain dia?" ulang nuel dalam hati sehingga dia memperlebar senyumnya karna merasa lucu. dia paham kearah mana arti kata itu
"ibu gak kawatir dengan nak nuel yun. sedikit pun tidak. malah sebaliknya, ibu malah takut kamu yang akan apa apakan nak nuel. ucap ibu yunni
sepontan nuel menyemburkan teh yang di mulutnya mendengar ucapan ibu yunni. kemudian mereka tertawa bersamaan. mereka bisa saling menenangkan pikiran dengan gurauan masing masing.
__ADS_1
BERSAMBUNG