LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 15


__ADS_3

"sebenarnya ada apa sampai kamu bertanya masalah itu? aku yakin bukan hanya karna ingin tahu saja kan?" tanya nuel membaca situasi.


"sudahlah kak, itu tidak penting. kak uel nyumbangin uang saja buat pembangunan daerah kami tinggal sudah terima kasih bangat."ucap yunni kembali melingkarkan tangannya di perut nuel setelah menyimpan donpet dan hape nuel di tasnya.


"yah setidaknya beritahu dulu aku alasannya agar tak penasaran" jawab nuel


yunni terdiam. dia tahu kalau permintaannya ini sangat berlebihan. dia telah mengharapkan itu sejak awal. tapi dia tahu kalau mimpinya itu takkan mungkin bisa terwujud jadi kenyataan.


sementara nuel yang memperhatikannya dari spion masih menunggu jawabannya. wajah yunni tak nampak lagi karna yunni seakan menyembunyikan wajah di balik punggungnya.


"yun" panggil nuel.


tak ada jawaban dari yunni. tapi yunni mempererat pelukannya dan nuel dapat merasakan pelukan itu lewat tangan yunni yang berada di perutnya. pelukan itu seakan sebuah isyarat bahwa berat bagi yunni menyampaikan keinginannya.


karna belum ada jawaban sementara mereka sudah mau sampai, nuel akhirnya menghentikan kendaraannya. dia memarkirkan motor itu dan mencoba melepaskan pelukan yunni yang masih membisu. tapi pelukan itu makin erat. yunni tak mau melepaskan pelukan itu, sehingga nuel semakin curiga. "apa sebenarnya yang ingin disampaikan yunni?" tanya dalam hati.


"yunni adik ku sayang, tolong jangan buat aku merasa gagal menjadi kakakmu karna membuat kamu bersedih. atau mungkinkah kamu kecewa karna aku tak memiliki banyak uang?" pancing nuel.


yunni tersentak dan tersadar. mereka tadi baru saja membahas tentang uang, terus dia jadi murung. bukankah itu sama saja dia seakan kecewa karna nuel tidak memiliki apa apa? mana mungkin ada orang tahu yang membuatnya murung adalah harapannya sendiri yang tak pernah tercapai.


"kamu bodoh bangat yunni. karna ambisimu sampai membuat orang yang menyayangi kecewa" yunni memaki dirinya sendiri dalam hati.


"bukan, bukan begitu kak uel. yunni gak pernah berpikiran begitu" jawab yunni

__ADS_1


nuel yang ngerti sebenarnya sifat yunni yang tulus jelas tahu bahwa yunni tak akan berpikiran begitu. itu hanya trik agar yunni berbicara. dan terbukti berhasil, pancingan itu membuat yunni bicara.


"terus ada apa sebenarnya?" tanya nuel.


"gak ada apa apa kak." jawab yunni asal


"yakin tidak ada apa apa?" tanya nuel memastikan


"yakin" jawab yunni.


nuel yang tahu yunni lagi berbohong akhirnya berkata.


"baiklah kalau begitu lepaskan dulu pelukanmu. kemudian katakan yakin sambil tatap mataku." ucap nuel.


"yunni" panggil nuel membujuk


"pokoknya yunni gak mau, titik" jawab yunni yang mulai merasa terpojok.


nuel bukan tipe orang yang mau mengalah apa lagi demi kepentingan orang yang di cintainya. bukan nuel namanya kalau gak mampu mendapatkan apa yang jadi keinginannya. dia merogoh kantong jaket bagian dalam dan mengeluarkan cincin, alat penyiksanya.


"kamu tau kan kalau benda ini kugunakan untuk menyiksa, apa pendapatmu kalau benda ini kutusukkan ke mata atau leherku karna gagal sebagai kakak? ucapa nuel.


spontan yunni melihat tangan nuel yang terangkat dan mendapati benda terkutuk itu disana.

__ADS_1


"jangan lakukan itu kak uel" ucap yunni


"itu bukan jawaban yang ingin ku dengar" jawab nuel mulai mendekatkan benda itu.


belum jelas arahnya ke leher atau kemata. yunni sepontan memegang tangan nuel mengahalangi benda itu mendekat. yunni tahu kalau dia tidak segera berbicara benda itu akan melukai nuel.


"baiklah, aku akan berkata jujur" jawab yunni


tapi ucapan yunni tak menghentikan benda itu yang terus bergerak perlahan.


"kak uel, kakak sadar gak kalau kakak udah buat yunni sedih dan tertekan. yunni sudah bilang yunni akan bicara jujur tapi kenapa kakak gak juga menghentikan niat kakak? jawab yunni mulai menangis.


tangannya yang tadi menahan tangan nuel kini mulai kehilangan tenaganya. nuel menyadari itu. sekarang nuel yang terpojok. karna kelakuannya kini yunni menangis dan itu membuatnya menyesal.


"jangan nangis yun. maafkan aku. kamu sih katanya mau ngomong jujur, tapi boro boro mau bicara bahkan pelukanmu saja belum dilepas." ucap nuel sebab tangan kiri yunni masih melingkar di perutnya


"tidak bisakah yunni bicara sambil meluk kakak? yunni butuh tenaga untuk mengatakannya" jawab yunni masih tersedu.


"boleh sayang, boleh bangat malahan. tapi peluklah aku dari depan, agar aku bisa membalas pelukanmu untuk menguatkanmu saat kamu benar benar merasa bahwa yang akan kamu katakan itu berat" jawab nuel


"lagian tidak saling berhadapan saat membicarakan hal penting itu sangat tidak masuk akal dan cenderung tidak sopan" sambungnya lagi


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2