LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 25


__ADS_3

melihat nuel yang tenang tenang saja sekan tidak menghiraukan perkataan mereka, akhirnya mereka semua jengah dan berang.


"hei sampah br*ngs*k, dengarkan kalau orang lain ngomong. kau mungkin teman baiknya nona natasya dan tuan leo, bukan berarti kamu bisa berkata dan berbuat semaumu. jangan merasa kalau perusahaan ini milikmu sendiri." ucap salah satu dari mereka penuh kekesalan.


"tenanglah dan kalian semua silahkan duduk dulu" ucap nuel masih dengan senyum.


"apa pangkatmu berani memerintah kami sesukamu" timpal


"saya tidak bermaksud memerintah tuan tuan. saya hanya memikirkan kesehatan para tuan tuan. saya takut jika tuan tuan kelamaan berdiri jadinya kena encok" seloroh nuel.


namun candaan nuel membuat mereka berlima kian emosi.


"BANGS*T!! kau benar benar tidak sopan. apakah kedua orang tuamu tak pernah mengajarkanmu sopan santun HAHHHH?" salah satu dari mereka.


"atau jangan jangan orang tuamu juga tak punya sopan santun sama sepertimu?" ucap yang lain.


"atau mungkin ibumu dulu jual diri sehingga lahir kau yang tak punya sopan santun karna berasal dari hasil hubungan yang tidak beradap. hasil pelacuran" timpal salah seorang lagi

__ADS_1


spontan ucapan orang itu membuat natasya dan leo emosi, bahkan leo langsung berdiri.


"JAGA LISANMU TUAN RINO!!" bentak natasya marah


senyum ceria di bibir nuel perlahan lahan hilang. matanya yang tadi penuh kegembiraan berubah menjadi dingin dan mematikan setelah mendengar ucapan orang yang bernama rino itu. natasya dapat merasakan kemarahan nuel, sehingga ketika nuel akan berdiri tangannya menyentuh bahu kanan nuel dan sukurnya nuel sadar kondisi dan mengurungkan niatnya.


"tidakkah kalian menyadari ucapan kalian barusan membawa kalian kedalam bahaya?" tanya leo serius. keseriusan leo terlihat dari penekanan ucapannya.


"kenapa nona natasya dan tuan leo begitu membelanya? tidakkah nona dan tuan menyadari bahwa tindakan tuan dan nona bisa membuat perusahaan kehilangan saham dan modal? ucap rino memberanikan diri setelah melihat kemarahan natasya dan leo.


"hei rino, ucapanmu seakan akan mengartikan bahwa tanpa saham milik kalian perusahaan akan mengalami krisis atau pun bangkrut. sekarang pikirkan saja perusahaan yang membutuhkan kalian dan saham kalian atau kalian dan saham kalian yang membutuhkan perusahaan? ucap leo


"apa yang kalian banggakan dari saham itu? dengarkan kalian baik baik saya bicara tuan tuan. pertama saham milik kalian itu perusahaan yang memberi mengingat kalian telah lama bekerja dan pekerjaan kalian memuaskan. ingat itu diberi perusahaan buat kalian, bukan dijual dan kalian beli." ucap natasya


"kedua. perusahaan tidak pernah mengalami paceklik terutama dibagian dana dan keuangan. sekarang aku bertanya pada kalian berlima perusahaan mana yang mau memberi saham kepada pekerjanya sendiri? tidak ada dan tak pernah ada kecuali perusahaan ini! kenapa? karna perusahaan ini memikirkan semua pekerjanya dan selalu mengutamakan kesejahtraan pegawainya. percayalah seandainya kalian orang lain bahkan ketika kalian punya uang 20T takkan bisa mendapatkan saham itu walau hanya 10%." sambungnya.


"ketiga. kalian harus tahu MRFI adalah singakatan dari Mawar Rosena Francesco immanuel. mawar rosena adalah mendiang mamah yang tadi kau katakan dengan wanita yang jual diri dan francesco immanuel adalah anak yang tadi kau katakan dari hasil hubungan tak beradap dan anak tunggal dari mamah rosena yaitu dia. sekarang apa pendapat kalian dan bagaimana cara kalian mengatasi masalah ini?" tanya natasya.

__ADS_1


semua yang ada diruangan itu terkejut. mata mereka takjub akan sosok nuel. "tuan muda yang sederhana" begitulah pendapat mereka. sebab dilihat dari penampilannya maka takkan ada yang percaya kalau nuel orang kaya. sementara rino dkk terpaku bisu dalam penyesalan mereka. kini bukan hanya kehilangan pemasukan, tapi mereka akan hilang pekerjaan.


"maafkan kami tuan francesco" ucap rino


mereka berlima melangkah ingin menghampiri nuel tapi dengan sigap leo memberi kode agar tetap diam ditempat dan jangan mendekat.


nuel yang dari tadi tunduk kini mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan maaf itu. nuel semakin kesal. tapi sebisa mungkin dimengubah moodnya agar balik kembali.


"nona vina, apakah uang tadi udah nona transfer ke mereka? tanya nuel mulai senyum


"maaf tuan muda, belum. lagian saya rasa itu tidak perlu tuan muda. mereka terlalu banyak menggelapkan uang perusahaan dan kini tuan muda malah memberi mereka bonus. itu akan jadi contoh yang tidak baik bagi yang lain menurut saya. maafkan saya sudah lancang tuan muda." ucap vani


mendengar ucapan vani, emosi rino meledak.


"hei jal*ng apakah kau memiliki bukti mengatakan kami korupsi HAHHHH? kau akan celaka karna.."


belum siap rino mengucapkan kata katanya nuel melemparnya menggunakan gelas yang ada di meja.

__ADS_1


"ahkkk" pekik rino terjatuh kelantai setelah lututnya terkena gelas yang di lempar nuel tadi.


"jaga ucapanmu, dan jangan sekali kali kau mengancan siapapun yang ada di perusahaan ini apalagi dihadapanku" ucap nuel


__ADS_2