
setelah mereka bertiga selesai sarapan, akhirnya nuel bergegas untuk mengantar yunni ke kampus.
"ini ren, kalau kamu merasa bosan di rumah pakai lah itu untuk shooping. gak banyak sih, tapi kuharap bisa mengusir rasa jenuh kamu" ucap nuel sambil memberi ATM card nya.
reni terharu mendengar ucapan nuel. baru pertama kali dia begitu di perhatikan oleh orang lain selain mendiang kedua orang tuanya.
"kamu sungguh pandai membuat orang merasa nyaman dan terharu nuel, sehingga hatiku seakan tak berada di tempatnya lagi karna telah kau curi. ucap reni dalam hati.
reni maju menghampiri nuel, ingin memeluk erat lelaki tersebut, namun dengan sigap yunni menghalanginya.
"cukup dengan melow nostalgianya, kak uel ayo kita berangkat" ucap yunni pada nuel namun menatap kearah reni.
"baik" ucap nuel.
saat nuel sedang memutar motornya, yunni berbicara sejenak kepada reni.
"ren, aku tau kamu kesal kepadaku atas sikapku. begitu juga sebaliknya denganku atas dirimu. tapi aku akan berkata jujur. sejahat jahatnya dirimu menurutku, tapi aku yakin kamu masih punya hati. atm yang ada di tanganmu isinya tak sebanyak harga 1 cincin yang ada di jarimu ini." ucap yunni sambil menunjuk salah satu cincin yang ada di jari reni
"tapi percayalah, uang yang ada di ATM itu hasil keringatnya sendiri selama ini. itu hasil uang receh yang dikumpulinya. kuharap kamu tidak menyia-nyiakannya untuk hal yang tidak penting. seandainya aku punya uang satu miliar, dengan senang hati akan kutukar atm itu dengan uang satu miliar itu. tapi kamu bisa lihat sendiri dengan iklas hati dia memberikan itu kepadamu. bukan aku keberatan atau iri, aku hanya berharap kamu bisa melihat ketulusannya" ucap yunni.
__ADS_1
saat yunni akan pergi, reni menyerahkan kembali ATM itu kepada yunni.
"kembalikan kepada nuel, aku sungguh berterima kasih kepadanya" ucap reni sambil menghapus air matanya.
"pakailah, setidaknya hargai dia yang memberi agar tak merasa kecewa pemberiannya tak di hargai. paling tidak beli keperluan yang bisa kamu pakai saat merindukan dirinya. sebab itu di beli memakai duitnya" ucap yunni tersenyum ramah sambil meninggalkan reni.
saat mereka akan berangkat, nuel pamit padanya dengan menundukkan kepalanya. sementara yunni melambaikan tangan sambil tersenyum. reni membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum manis. dia merasa ada kebahagiaan yang mengalir setelah sekian lama hatinya hampa.
\*
"yun, jam berapa nanti acara amalnya"? tanya nuel.
"sekitar jam setengah satu kak. tapi menurut panitia pelaksana, itu masih pembuka untuk kata sambutan dan acara inti mungkin akan dimulai pada jam satu lebih. memang kenapa kak? ada yang ingin kakak kerjakan? tanya yunni
"iya, lagian gak mungkin aku menghadiri acara itu dengan penampilan seperti ini"
__ADS_1
"memang kenapa, dimana salahnya? yunni suka kak uel berpenampilan apa adanya" ucap yunni
sebelum nuel menjawab ucapan yunni, tiba tiba mobil sport berhenti pas di samping mereka.
"pagi sayang," ucap brendi
"pagi bren" balas yunni cuek sambil ingin meneruskan obrolan dengan nuel yang tadi sempat terpotong.
"minggirlah tukang ojek" ucap brendi sambil mendorongkan tubuh nuel.
"kamu apa apaan sih bren" balas yunni tak suka
"yunniku sayang, jangan bergaul sama tukang ojek ini, nanti harga dirimu bisa jatuh." balas brendi
"kamu tenang aja brendi, harga diriku memang di bawah, jadi gak bakalan bisa jatuh lagi" ucap yunni santai. saat ini dia tidak bisa kasar karna sebentar lagi ada acara amal dan yunni butuh orang orang gak berguna seperti brendi.
"jangan berkata begitu sayang. jalanlah denganku maka kamu akan melambung tinggi, setinggi langit. saat kamu menjadi pendampingku maka akan ku beri dunia beserta isinya padamu" ucap brendi dengan jurus playboynya.
__ADS_1
BERSAMBUNG