LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
bab 26


__ADS_3

"tapi dia menuduh tanpa ada bukti tuan muda" bela rino


"tanpa bukti,? kau ingin bukti ya? baiklah." ucapa natasya sambil memberi berkas kepada leo.


kemudian leo menghampiri rino dkk sambil melempar berkas berkas yang merupakan bukti kejahatan mereka. rino terpaku, sebab dia tak menyangka jika perbuatannya selama ini pada perusahaan telah lama ketahuan. begitu juga dengan yang lainnya.


"maafkan kami tuan muda, kami akan setuju menjual saham itu tanpa syarat" ucap rino.


"setuju menjual tanpa syarat? hahahaaa" ucap nuel sambil tertawa.


siapa bilang perusahaan akan membelinya? perusahaan takkan melakukan itu, kalian harus menyerahkan secara suka rela tanpa syarat." sambungnya


"tadikan tuan muda sendiri yang mengatakannya bahwa saham kami akan di beli." ucap rino setengah memohon.


"itu tadi, tidak dengan sekarang. gak ada tawar menawar keputusan sudah bulat dan gak bisa di ganggu gugat." ucap nuel.


"tidak bisa seperti begitu tuan muda, karna semua itu telah di tanda tangani hitam diatas putih dan sah secara hukum" ucap yang lain mencoba negosiasi dengan nuel.


"kalau begitu mari jumpa di meja hijau. mungkin itu lebih baik. leo singkirkan orang orang itu dari hadapanku sebab jika ditunggu semenit lagi orang itu akan aku bunuh sendiri" ucap nuel pada leo.


tanpa banyak basa basi leo menganggukkan kepala memberi kode kepada tangan kanannya yang berdiri disudut ruangan. orang orang berjas hitam dan berpenampilan dingin itu mengerti dan langsung menyeret rino dkk dari ruangan rapat itu.


"kasih sedikit kenangan kepada rino agar dia tahu menjaga ucapannya" perintah leo sebelum tangan kanan dan anak buahnya membawa rino keluar.


"siap boss"


"tuan muda, maafkan saya. saya janji.." belum siap rino meneruskan permohonannya anak buah leo telah menutup mulutnya dan menyeretnya keluar.


suasana di ruang rapat diam mencekam. tak ada suara selain suara nafas. natasya masih menenagkan nuel yang tertunduk. setelah 10 menit berlalu akhirnya nuel angkat bicara.


"baiklah, kalian sudah tahu saya siapa dan bagaimana cara kerja dengan saya. kejadian tadi adalah contoh buat kalian bahwa perusahaan masih tetap memberi toleransi sekalipun kalian membuat kesalahan. jadi bagi kalian yang merasa keberatan atau tak cocok dengan peraturan perusahaan silahkan keluar" ucap nuel sambil mencoba tersenyum ramah


tak ada yang bergerak.

__ADS_1


"berarti kita semua sudah sepakat dengan peraturan tadikan?" tanya nuel.


"setuju pak" ucap mereka serentak.


nuel menatap natasya dan leo sementara mereka berdua malah tertawa sebab mereka tahu arti tatapan nuel, yaitu tak suka di panggil pak.


"satu lagi, tolong jangan saya pak, karena saya masih lajang dan belum jadi bapak bapak" sambung nuel.


"baik tuan muda" ucap mereka serentak


kembali nuel menatap natasya dan leo, sementara mereka berdua tak mampu lagi menahan tawa mereka.


"baiklah, rapat kita undur sampai besok, silahkan bubar dan balik bekerja" ucap nuel.


mereka bubar teratur dengan perasaan kagum pada nuel. dan kini tinggallah mereka bertiga di rungan itu.


"nat, bagi aku duit dong" ucap nuel


"gak ada. aku gak punya duit" ucap natasya


"ku bilang gak ada duit ya gak ada"


"huhh dasar pelit" ucap nuel.


natasya hanya tersenyum melihat ekspresi nuel. perusahaan ini milik nuel, tapi semenjak perusahaan berdiri nuel tak pernah tahu berapa keuntungan perusahaan dan tak pernah mau diberi uang dari keuntungan perusahaan sehingga natasya dan leo sepakat membuka rekening perusahaan atas nama nuel dan semua uang itu mereka kumpul disana.


"kenapa kau tak meminta padaku tuan muda, apakah kau yakin aku tak memiliki uang?" tanya leo memberi harapan.


"wah benar. bro bagi aku duit dong"


"aku gak ada duit" jawab leo cepat.


jawaban itu membuat natasya dan leo tertawa terbahak bahak bersama, sementara nuel terdiam seperti orang bodoh di pHp oleh keluarganya sendiri.

__ADS_1


"memangnya kamu butuh berapa honey,?" tanya natasya akhirnya setelah puas tertawa.


"aku gak tahu nat, aku mau belanja banyak tapi duitku pasti gakkan cukup". ucap nuel sambil menunjukkan M-BANKING miliknya melului HP.


natasya dan leo terdiam. leo membandingkan saldo miliknya dan milik nuel. perbandingannya ibarat langit dan bumi. saldo milik nuel tak kurang dari 10jt sedangkan saldo miliknya paling sedikit berisi 25M dan kalau di total keseluruhan tak kurang dari 20T, sementara dia yang bekerja untuk nuel. itu lah penyebabnya leo sangat mengagumi nuel yang sederhana dan ingin seperti nuel. sementara dihati natasya mengalir deras kesedihan melihat sederet angka itu. bagaimana mungkin pemilik tunggal perusahaan raksasa sekelas PT MRFI hanya memiliki uang segitu? bahkan OB di kantor ini memiliki lebih banyak uang direkeningnya di banding pemilik perusahaan itu sendiri. memang benar dia dan leo telah membuka rekening lain atas nama nuel, tapi itu dia sendiri yang pegang dan hanya mereka berdua yang tahu. timbul penyesalan di hati natasya. kenapa dari tak pernah kepikiran untuk mentransfer uang ke rekening nuel walau hanya 50jt perbulannya.


"jangan menatapku dengan pandangan seperti itu dong nat, aku baik baik saja. kalau bukan untuk membeli keperluan kerja kantor aku takkan kekurangan uang kok". ucap nuel seakan mengerti arti tatapan natasya.


"baiklah" ucap natasya sambil mengeluarkan sebuar gold mastercard dari dompetnya.


"ini ambillah sebab itu milikmu" ucapnya lagi


"apakah tak ada kartu lain? kartu ini terlalu mencolok takutnya jadi pusat perhatian dan jadinya nanti aku target perampokan." ucap nuel..


"hahahaaa" natasya dan leo tertawa bersamaan.


"siapa juga yang berani merampokmu tuan muda? bukan itu sama saja cari mati? lagian dilihat dari penampilanmu takkan ada yang berniat merampokmu karna kalau pun dirampok hanya dapat recehan". ucap leo.


nuel melihat penampilannya. ternyata benar apa yang dikatakan leo penampilannya sangat tidak masuk kriteria buat dirampok.


"lagian hanya ada 6 card yang ku pegang sekarang dan itu yang paling sedikit isinya, selain itu gak ada kredit card lain lagi. apakah kamu mau yang ini?" ucap natasya sambil menyodorkan card lain


"ini banyak isinya, cukup untuk membangun 10 lagi istana mawar" ucap natasya tersenyum


"gak perlu, ini saja. tapi apakah isinya ada 2M? paling tidak minimal harus berisi 1.5M lah.?" tanya nuel memastikan sebab dia tahu gold mastercard adalah kartu VVIP. bahkan biaya pembuatannya card itu tidak murah. banyak syarat syaratnya dan hanya orang orang tertentu yang memilikinya


"sepertinya ada deh, lagian kalau pun nanti isinya gak cukup kamu tinggakan saja card itu dimana kamu belanja, dengan senang hati mereka akan menerimanya" balas natasya


"makasih, aku pergi dulu. oh yaa, aku pinjam pegawai tadi yaa buat nemani aku belanja" ucap nuel.


"terserah kamu aja tuan muda" ucap leo sebab dia tahu siapa yang dimaksud nuel


(*_^) (^_^) (^_*)

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2