
di tempat tinggal nuel reni menunggunya dengan gelisah. nuel berkata hanya bebarapa menit, tapi hampir tiga jam reni menunggu nuel belum kembali.
di tengah kegundahannya reni mendengar suara motor mendekat dan akhirnya berhenti didepan rumah. dia membuka pintu dengan gembira dan menyambutnya. saat melihat nuel datang tidak sendirian ada kekecewaan di hati reni.
"malam ren" ucap nuel sambil bergegas membawa tas yang berisi barang barang yunni.
reni tak menjawab, pandangannya fokus ke yunni yang juga memandangnya dengan senyum kemengan di bibir yunni.
"hai ran, kita bertemu lagi" sapa yunni yang tahu kalau reni kesal padanya.
"hai juga" jawab reni memaksakan tersenyum.
kemudain mereka masuk. nuel masih sibuk menyusun barang barang yunni ke lemari. melihat itu yunni menghampirinya, sementara reni hanya memperhatikan mereka dengan kesal. kini semua rencananya merayu nuel gagal total.
setelah selesai, yunni duduk di pinggiran tempat tidur.
"kak uel, yunni lapar" rengek yunni mempermanja gaya bicaranya.
"makan dulu, tadi aku sudah masak. tapi bentar ya, makanannya kupanasi dulu" sahut nuel.
"kak uel yang masak? bukannya ada wanita dirumah ini?" sindir yunni.
"yunni sayang tamu itu harus dilayani. bukan malah di perbudak" jawab nuel sambil bergegas keruang masak
__ADS_1
"tamu ga di undang yaa kak? datang di selamatin sudah gitu bikin susah" jawab yunni sambil tersenyum penuh kemenangan berhasil menyindir reni
"gak boleh ngomong gitu yun, lagian reni lagi sakit juga kan?" jawab nuel.
"iya sakit. sakit jiwa hahahhaha" jawab yunni sambil tertawa.
reni kesal kemudian melototinya.
"upsss sorry, aku keceplosan" jawab yunni tersenyum.
"kak uel, yunni ikut bantu yaa. yunni gak mau hanya buat repot. sudah makan gratis, tinggal gratis malah memperbudak kak uel. yunni bukan parasit" ucap yunni sambil bergegas menghampiri nuel.
sementara nuel dari tadi tersenyum senyum sendiri mendengar ucapan yunni yang menyindir reni. posisinya yang membelakangi mereka berdua membuat yunni dan reni tak tahu kalau dari tadi dia senyum senyum sendiri. yunni memang tipe orang yang kalem saat tenang dan berubah garang saat diusik. mirip dengan sifatnya
reni terus menatap mereka dengan kesal. "kenapa nuel mengajak wanita ini? kenapa wanita ini ikut kesini sehingga merusak suasana? kenapa? kenapa ?" gumannya dalam hati penuh kekesalan.
masakan itu akhirnya hangat. yunni makan ditemani nuel. sementara reni telah pindah dari sopa ke tempat tidur. dari sana dia melihat pemandangan yang membuatnya makin kesal. yunni seakan akan memperlihatkan kedekatan mereka. dia meminta nuel menyuapinya makan. awalnya nuel menolak tapi dia malah gak mau makan. yang lebih membuat reni kesal setiap makanan yang akan disuapi nuel harus di tiup nuel terlebih dahulu untuk kemudian di suapi kepada yunni. dan semua itu membuatnya terbakar cemburu.
reni yang awalnya berbaring akhirnya bangkit dan duduk di tepi tempat tidur.
"tidakkah kau merasa kalau tingkah lakumu itu berlebihan yun? kau mengatai aku merepotkan dan membuat nuel susah sementara dirimu lebih parah dari aku." ucap reni kesal
"sepertinya perang itu belum selesai" guman nuel dalam hati sambil masih menyuapi yunni
__ADS_1
yunni mengabaikannya dan masih menikmati makannya. menikmati momen yang sangat membuatnya gembira.
"hei yunni. jangan pura pura tak mendengar ucapanku." ucap renni yang makin keaal
yunni menoleh kekanan kekiri kebawah dan kesamping seperti mencari sesuatu.
"kamu mencari apa yun?" tanya nuel heran
"kak uel dengar sesuatu tadi? sepertinya ada yang bicara pada yunni. tapi gak tahu itu apa. apa mungkin sendal yunni?" tanyanya
nuel tersenyum mengeleng gelengkan kepala melihat tingakah yunni. sementara reni kian kesal.
"aku yang bicara" jawab reni meninggikan suaranya
"oh kamu" jawab yunni yang telah selesai makan.
saat nuel akan bergegas menyimpan piring yang ada di tangannya, yunni menahannya.
"biar yunni saja kak" jawab yunni sambil berdiri
"yunni sudah bilang kalau yunni bukan seperti.." ucap yunni terhenti sambil menantap reni dengan senyumannya yang mengejek.
BERSAMBUNG
__ADS_1