LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 20


__ADS_3

setelah hampir 2 jam berperang di laptop akhirnya pekerjaan itu selesai. kepala nuel terasa panas mengoreksi bahan untuk meeting perusahaan besok. tidak ada yang salah dengan itu, mungkin hanya formalitas saja agar semua berjalan di atas persetujuannya. dan itu sangat menjengkelkan bagi nuel.


"huhhhf" nuel menghela nafas berat sambil melirik jam tangannya. waktu telah menunjukkan pukul 02 : 45 dini hari.


"saatnya istirahat" ucap nuel sambil melonggarkan otot lehernya yang terasa pegal.


nuel beranjak dari duduknya kearah tempat tidur, merapikan selimut reni


"selamat istirahat" ucapnya


kemudian nuel kembali ke tempat semula. duduk disopa dan membenarkan posisi kepala yunni seperti awal tidur ke pahanya. di lihatnya yunni yang masih terlelap. nuel membelai rambut yunni kemudian mengucapkan "selamat istirahat yun"


untuk kemudian dia memejamkan mata berusaha untuk tidur. sekitar 30 menit berusaha memejamkan mata, akhirnya dia berhasil tertidur.


nuel terjaga dari tidurnya saat merasa ada yang membelai kepalanya. dan ketika matanya terbuka dia melihat senyum manis yunni.

__ADS_1


"apa yunni mengganggu istirahat kak uel"? tanya yunni yang masih membelai rambut nuel.


"gak kok, kamu gak ganggu." ucap nuel berusaha bangkit, sebab kini posisi mereka telah tertukar, kepala nuel yang kini berada di pangkuan yunni. namun sebelum nuel bangkit yunni telah mencegahnya.


"istirahatlah kak satu jam lagi, ini masih pukul 04 : 05 subuh. kak uel belum ada tidur satu jam. nanti pukul 05 atau setengah 6 yunni bangunkan kaka." ucap yunni


"kamu tahu dari mana aku belum ada tidur sejam yun?"


"yunni sudah bangun semenjak kak uel ucapkan selamat istirahat tadi. bahkan yunni tahu betapa kak uel berjuang keras agar bisa tidur tadi" ucap yunni


yunni mengangguk sambil tersenyum menjawab pertanyaan nuel. sementara nuel yang berada di pangkuan yunni tak dapat tertidur lagi. akhirnya mereka memutuskan untuk memasak. selagi nuel mempersiapkan semua bahan bahan, nuel menyuruh yunni untuk mandi terlebih dahulu agar nanti bisa saling bergantian memakai kamar mandi. (harap maklum, di rumah kecil dan sederhana itu hanya ada satu kamar mandi)


yunni nurut, kemudian masuk ke kamar mandi. sekitar 20 menit yunni telah selesai dari kamar mandi. dia melihat nuel yang sedang berjibaku dalam masakannya dan yunni tersenyum melihat kesibukan nuel. akhirnya dia ikut dalam kesibukan nuel. tak berapa lama setelah membantu nuel akhirnya mereka berdua selesai masak.


nuel bergegas membangunkan reni, namun reni hanya merengak manja seperti anak kecil kebanyakan saat di banguni tidur. bergerak kesana kemari dan kemudian menutup kembali tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"ren, ayo bangun biar kita sarapan" ucap nuel


yang dibangunkan tak kunjung bangun. sudah tiga kali nuel membangunkannya. karna merasa reni masih ngantuk akhirnya nuel menyerah sebab dia merasa seandainya dia jadi reni pasti dia kesal di banguni saat lagi ngantuk. namun masalahnya nuel tak pernah begitu.


nuel memutar badan menjauh dari tempat tidur. saat nuel bertatapan mata dengan yunni, nuel hanya mengangkat kedua bahunya pertanda bingung harus buat apa.


"wanita ini benar benar menyebalkan, menjengkelkan juga meropotkan" maki yunni dalam hati. ini masih pagi tapi wanita itu sudah berhasil menciptakan dua tanduk merah muncul dari kepala yunni.


yunni bergegas ke tempat tidur untuk membangunkankannya. sekali sentak selimut yang menutupi tubuh reni langsung tergeletak dilantai.


"waktunya bangun bangun nona besar, mandi dan sarapan. kami para pelayanmu sudah menyiapkan sarapan buat nona besar" ucap yunni selembut mungkin sambil tersenyum manis. sebab hatinya sudah panas, sepanas layar gunung berapi karna menahan rasa jengkelnya


"kau sungguh menyeramkan dengan ekspresi begitu. bahkan ekspresi wajah dan senyummu itu mengalahkan seramnya wajah mak lampir dengan tawa ngekeknya hahahaaa" ucap reni tertawa sambil berlari kearah kamar mandi.


yunni yang kesal melemparkan bantal kearah reni. namun keburu reni masuk ke kamar mandi sehingga yang kena hanya pintu kamar mandi. di sisi lain nuel tertawa melihat tingkah laku kedua wanita itu..

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2