
"bawa surat perjanjiannya" ucap rian kepada pengawalnya.
"baik tuan" jawab pengawal itu.
dia tersenyum mentap mereka bertiga, sebab selangkah lagi dia akan memenangkan pertandingan ini. dia sudah dapat memastikan bahwa nuel takkan mampu membeli mobil itu. seribu khayalan kotor dan licik telah di susunnya dalam pikirannya. tak berselang lama pengawal tadi datang membawa dua lembar kertas berisi surat perjanjian bermatrai. untuk meredam situasi manager showroom membawa mereka menjauh dari kerumunan orang keruangan kerjanya. disana mereka akan menandatangani surat perjanjian itu.
rian menandatangani kedua surat itu terlebih dahulu. setelah nuel membaca isinya, dia langsung menandatanganinya tanpa beban apapun. begitu juga dengan talia dan indah, mereka berdua terlihat santai sperti nuel. beda dengan rian, saat dia melihat mereka bertiga menandatangani surat itu, dia sangat bahagia sebab mereka telah masuk dalam perangkapnya. "sekali mendayung perahu 2 pulau terlewati" ucapnya dalam hati sambil tersenyum jahat. begitu indah selsai menandatangani surat itu dengan cepat dia menarik selembar bagiannya.
"simpan itu sebagai kenang kenangan, agar ada buat kalian tangisi di hari esok hahahahaha" ucap rian sambil tertawa. pengacara dan manager itu juga ikut tertawa
"benar, simpan itu sebagai kenangan yang akan kau sesali dan tangisi" ucap nuel mengulang kata kata rian.
"talia, jaga surat itu jangan sampai hilang, sebab hari ini, nasib kamu dan indah akan berubah. kalian akan menjadi orang kaya karna orang bodoh dan sombong yang satu ini" ucap nuel lagi sambil menunjuk rian.
"bajingan, kau akan menyesal sebentar lagi. aku mau lihat dengan apa kau akan membayar mobil itu." ucap rian emosi
"bayar menggunakan ini, cash, jika isinya kurang katakanlah". ucap nuel sambil mengeluarkan goldcardnya,
semua orang yang ada di ruangan itu heran kecuali indah, sebab dia tak terlalu paham masalah seperti itu. talia tak mampu menahan kagetnya, sebab kartu seperti itu hanya milik direktur MRFI yaitu natasya dan leo selaku pemilik GREENROSE BANK.
"dari mana nuel mendapatkannya? apakah dia meminjam dari direktur leo?" tanya talia dalam hati
manager showroom juga tak kalah heran melihatnya, di terimanya goldcard itu.setelah di perhatikan secara seksama, benar ini kartu VVIP asli yang di keluarkan GREENROSE BANK. dia kemudian memperhatikan penampilan nuel dari atas sampai bawah, tak ada yang pas dari ciri pemilik kartu ini. terbesit pikiran dihatinya bahwa ini kartu curian.
"dari mana kamu dapat kartu ini?" tanyanya curiga
"itu bukan pertanyaan yang tepat saat ini, silahkan anda bayar mobil itu agar masalah ini segera selesai" jawab nuel
"dia pasti mencurinya, aku sangat yakin" timpal rian memanas manasi keadaan.
__ADS_1
"tapi percuma saja, walaupun banyak uang di kartu curianmu itu, kau tak akan bisa mendapatkan mobilnya karna pihak kami sudah melakukan negosiasi dengan pihak lamborghini dengan tawaran 15 triliun rupiah. sejauh ini semua berjalan lancar tanpa ada halangan. 50% kemungkinan telah ditangan dan saat pihak lamborghini mengkonfirmasi, maka siap siaplah kalian menemaniku selama setahun manis dan kau bajingan jilatlah telapak kakiku hahaha" ucap rian penuh kemengan
mendengar itu talia dan indah bergetar, mereka tak menyangka bahwa rian selicik itu. dia telah merencanakannya dengan matang dari awal. bahkan sepertinya rian bekerja sama dengan meneger showroom ini, itu terbukti dari caranya yang sengaja tak menggunakan kartu kredit milik nuel membayar mobil itu, bahkan malah menuduh nuel mencuri.
"kamu sangat licik rian" ucap talia
"hahahaha, atas dasar apa aku berani bertaruh sebegitu besar sampai mempertaruhkan perusahaan kalau aku tidak bisa menang sayang? itu semua hanya pancingan dan ternyata jebakanku berhasil dan kalian masuk perangkapku. maka dari itu persiapkan dirimu manis, sebab malam ini kau akan jadi makananku" ucap rian sambil maju mendekat
brukkkkk. rian tercampak ditendang nuel
"sudah ku katakan jaga sikapmu" ucap nuel marah
"bajingan" ucap rian sambil bangkit menyerang nuel
bruaakkkkkkkkkk kembali rian terjatuh, bahkan lebih keras dari yang tadi karna di tendang nuel.
"akkkkkk" pekik rian menjerit untuk kemudian terbatuk dan muntah darah.
"jangan takut dan kalian hanya perlu diam saja. biar ku hancurkan mereka yang merendahkan kalian. pertunjukan akan segera dimulai, so enjoy this" ucapnya setengah berbisik.
"hentikan pencuri, jangan buat onar disini. aku akan menelpon polisi buat meringkusmu" ucap meneger itu yang kesal melihat tingkah nuel.
"pastikan dulu ke pihak bank apa benar aku mencuri kartu itu atau tidak. kalau anda hanya menuduh tanpa bukti itu fitnah, dan nantinya akan memberatkan anda" ucap nuel
"tanpa harus mengkonfirmasi ke pihak bank, aku dapat memastikan kau mencuri kartu ini"
nuel kian kesal, akhirnya untuk mengurangi rasa kesalnya dia mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya.
"dilarang merokok disimi tolollllll" teriak meneger itu kepada nuel.
__ADS_1
"diamlah, aku tak ingin membunuh siapapun. jika kau masih ribut dan aku sampai mematikan rokok ini, maka percayalah kau orang pertama yang akan mati." ucap nuel dengan kata kata penuh keseriusan. nuel santai saja menghisap rokoknya
melihat yang di lakukan nuel pada rian dia takut. orang ini seperti malaikat pencabut nyawa jika sedang marah.
"bagaimana, apakah negosiasi kalian pada pihak lamborghini sudah berhasil?" tanya nuel pada pengacara rian yang sibuk dengan laptopnya.
"masih menunggu konfirmasi tuan" ucapnya takut karna tekanan mental yang di perlihatkan nuel pada rian tadi
"goblok, naikkan tawarannya" teriak rian tidak puas dengan jawaban pengacaranya itu
"dengarkan ucapan tuanmu ini, cepat naikkan tawarannya. dia sudah tidak sabar ingin bersenang senang dengan kedua teman wanitaku itu. benarkan tuan rian? tanya nuel sambil tersenyum mengejek. kemudian dia berpaling menatap talia dan indah sambil tersenyum manis dia mengedipkan mata kirinya kearah mereka berdua sehingga membuat mereka terpana.
"sudah tuan, bahkan tawarannya sudah di naikkan 2 kali lipat. tapi belum ada respon dari mereka" jawabnya. rian terdiam mendengar jawaban itu.
"hahahahaa" sebaliknya nuel malah tertawa
"silahkan bayar mobilnya pakai kartu itu' ucap nuel
"tidak, ini kartu adalah kartu curian, dan aku harus menyimpannya sebagi barang bukti" ucapnya bersikeras.
tapi bukan nuel namanya kalau dia tak mampu membaca pikiran lawannya terlebih manusia rakus seperti di meneger showroom ini
"baiklah kalau itu maumu" ucap nuel tersenyum
"kita tak pernah ada masalah sebelumnya, tapi ntah mengapa kau selalu ingin bermusuhan denganku. sebelum aku menelpon seseorang aku ingin memberimu kesempatan agar kau tak menyesal nantinya. bayar dan lunasi sekarang mobil itu." ucap nuel
"sekali tidak tetap tidak" jawab meneger itu.
"kesempatanmu habis" ucapnya sambil tersenyum iblis
__ADS_1
*_* ^_^ °_°
BERSAMBUNG