
"udah dong kak uel" ucap yunni masih berusaha membujuk nuel.
"kamu tenang saja yun, semua akan baik baik saja kok" ucap nuel sambil tersenyum menenangkan yunni.
yunni tau kalau nuel udah benar benar emosi, tapi dia bingung harus berbuat apa lagi untuk meredakan emosi nuel yang sudah diujung batas. itulah sebabnya dia dan ibunya tak menceritakan hal tersebut kepada nuel saat kejadian. karna meraka sudah tau seperti ini akhirnya. tapi siapa sangka robert malah membuat masalah lagi sehingga masalah itu terungkit..
"ya Tuhan, kasih aku petunjuk agar semua ini dapat diatasi" ucap yunni dalam hati.
"abdian, siapa siapa saja kemarin yang melakukan perbuatan tak senonoh itu kepada yunni?" tanya nuel melupakan sopan santunnya dengan memanggil nama abdian tanpa kata pak sperti biasa. namun bukan masalah bagi abdian, malah sebaliknya orang tua itu merasa biasa saja karna baginya nuel memang pantas di hormati walaupun umur nuel lebih muda dari umur anaknya sendiri.
abdian kemudian menyebut sembilan nama orang termaksud nama anaknya sendiri.
semuanya ada di warung itu kecuali satu orang yaitu rando yang tadi diperintahkan memanggil bara.
tuan bara datang saat mereka semua selesai dikumpulkan sehingga lengkap dengan sirando yang udah tiba
__ADS_1
"tuan Nuel.." belum sempat bara melanjutkan kata katanya nuel meletakkan jari relunjuk didepan bibirnya sendiri mengisyaratkan agar dia diam. bara menurut dan diam tak melanjutkan ucapannya. hal itu yang semakin membuat semua orang yang menyaksikan terbengong. tuan bara orang paling berpengaruh di kampung mereka. semua orang menghormati dan mendengar ucapannya. "tapi mengapa di depan orang ini tuan bara seperti pelayan?"
tanya meraka dalam hati. begitu pn dengan hati yunni bertanya.
saat bara bertatapan muka di depan abdian, abdian hanya menggeleng mengisyaratkan kalau sebentar lagi akan ada masalah dari nuel.
bara menghampiri abdian untuk bertanya sebab leon anaknya pun tergabung di dalam orang yang terkumpul tersebut. dan itu membuat hatinya was was. abdian menceritakan semua kejadiannya pada bara. sementara bara yang mendengar membuka mulutnya ternganga.
"iblis sudah turun dari neraka dan siap untuk membawa jiwa jiwa ke neraka juga" batin bara merintih sedih sambil melihat anaknya.
namun yang namanya keadilan memang harus dibtegakkan. mungkin beberapa waktu lalu meraka bisa lolos, dan keadalian itu akhirnya datang dari nuel. namun demikian, walapun anak mereka bersalah bara dan abdian tetap berharap agar nuel tak membunuh anak mereka.
"melawanlah kalau bisa melawan," ucap nuel sambil melangkah kearah mereka bersembilan.
bukkkk.. terdengar suara pukulan keras yang di daratkan nuel ke dada robert. brukkkk tubuhnya langsung terjatuh ketanah.
__ADS_1
"akkkk" pekik robert kesakitan.
tak menyangkah kekuatan pukulan nuel sangat besar. belum sempat dia menyadari kejadiannya barusan, tendengan nuel udah bersarang di wajahnya tepat di mulutnya dua kali. robert tak bersuara lagi. kerasnya tendangan itu membuatnya pingsan dengan gigi bagian depannya patah tiga.
abdian hanya bisa pasrah melihat keadaan anaknya, dia sadar kalau anaknya sedang mendapat hukuman atas kesalahannya sendiri.
giliran leon, dan itu membuat bara sedikit gemetar. namun karna anaknya tidak sekuat robert hanya sekali dipukul nuel dia udah tergeletak tak berdaya.
melihat dua kawannya di hajar ketujuh sisanya saling pandang, walaupun mereka takut tapi tetap menyerang nuel.
melihat itu nuel tersenyum. emosinya kian tinggi " kalian udah salah malah melawan" ucapnya sambil menunjukkan kemampuan bela dirinya menghampiri mereka.
bara dan abdian menyayangkan kelakuan mereka yang memutuskan melawan nuel. jangankan mereka bocah kampung yang berjumlah sembilan orang, bahkan preman yang berjumlah lima belas orang dengan senjata tajam katana ditangan pun di pukul nuel sampe tumbang hanya dengan waktu tak lebih dari 15 menit. bukankah mereka sekarang sama seperti nyamuk bagi nuel? bukankah itu sama saja dengan bunuh diri? batin bara dan abdi
Bersambung
__ADS_1