LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 22


__ADS_3

spontan Nuel tertawa mendengar ucapan brendi, sedangkan yunni malah terlihat kesal. sementara brendi kian emosi melihat nuel yang menertawakannya.


"apa yang lo tertawakan br*ngs*k. lo pikir ini lucu"? sentak brendi


"gak kok bro, bukan kamu yang ku tertawakan tapi kucing itu" ucap nuel berbohong.


namun agaknya brendi tetap kesal.


"kak uel, tadi katanya buru buru. cepatlah bergegas biar nanti gak telat datang kemari." ucap yunni agar masalah dengan brendi bisa di hindari.


"oklah, nanti kita ketemu lagi yaa" ucap nuel sambil menstarter motornya.


"sampai nanti kak uel" ucap yunni sambil senyum


nuel hanya mengangguk tersenyum, kemudian tersenyum kembali setelah melihat brendi yang membuat brendi kian kesal.


"apa lo senyam senyum, urusan kita belum siap. awas lo nanti" ancam brendi.


tapi nuel cuek aja, sambil bersenandung dengan siulan dia meninggalkan kampus itu. dan yunni juga meninggalkan brendi di parkiran itu menuju kelasnya. sementara brendi yang dari tadi menatapi kepergian nuel baru sadar setelah yunni sudah tidak didekatnya..


"yunni, yunni sayang" panggil brendi mencari yunni, sementara orang yang di panggilnya sudah duduk di dalam kelasnya.


* _ * * _ *

__ADS_1


nuel memarkirkan motor tuanya di parkiran salah satu perusahaannya. didepan gedung pencakar langit itu tertulis PT "M R F I" Tbk, terlihat beberapa satpam menghampirinya. semua satpam itu ramah kepadanya, karna yang mereka tahu nuel adalah salah satu teman bos besar mereka yaitu natasya dan leo tanpa mereka tahu bahwa nuel sendiri yang mempunyai perusahaan itu.


"apa leo dan natasya ada di tempat pak?" tanya nuel pada salah satu satpam itu.


"ada tuan, karna menurut sekertaris tuan leo sebentar lagi mau ada meeting"


"oh begitu, baik lah aku akan menemui mereka dulu"


"silahkan tuan" jawab satpam itu


nuel melangkah memasuki gedung itu. udara segar dari AC menerpa kulitnya. nuel yang sedang buru buru mencoba menerobos antrian. akhirnya dia sampai di depan seorang petugas yang bertugas untuk memberi informasi setiap orang yang ada kepentingan kepada perusahaan.


"maaf mas, tolong antri" ucapnya pada nuel.


"sekali lagi maaf mas, semua juga mau cepat. tapi lihatlah antrian itu, bahkan mereka dari tadi jam setengah 7 udah ada disini menunggu antrian dan sampai sekarang mereka masih mengantri. mas sabar yaa" ucapnya sambil tersenyum seramah mungkin walau dia sendiri mungkin letih menghadapi manusia sebanyak ini.


"kira kira berapa lama saya harus menunggu mbak? soalnya ini benar benar penting" ucap nuel lagi


"belum bisa dipastikan mas, melihat banyaknya antrian bisa jadi mas ini harus nunggu sampai sore baru dapat giliran"


"sampai sore?" tanya nuel tak percaya.


wanita itu hanya tersenyum sambil ngangguk. terlihat letih di wajahnya namun dia tetap menunjukkan keramahannya. nuel menyukai cara kerja wanita itu.

__ADS_1


"baiklah mbak, makasih atas waktunya" ucap nuel, kemudian dia mengeluarkan hp


"hallo, kau menyuruhku menunggu sampai sore hah? 10 menit lagi belum ada akses masuk untukku akan robekkan berkas berkas ini dan ku bakar gedung ini. cepat aku gak punya banyak waktu". ucap nuel kemudian mematikan hpnya


wanita tadi bengong mendengar ucapan nuel yang sedang bertelpon tadi. dia bingung nuel berbicara dengan siapa, seakan akan perusahaan itu miliknya. selagi hatinya berkecamuk tiba tiba telpon di depannya berbunyi.


"baik pak" ucapnya mengakhiri komunikasi telponnya.


nuel bingung melihat eksresi wanita itu, wajahnya yang manis dan polos terlihat pucat.


"ada apa dengannya" tanya dalam hati


"lantai 51 tuan. direktur leo dan direktur natasya sudah menunggu disana" ucapnya penuh ketakutan.


"heii mbak, santai aja. jangan tegang gtu." ucap nuel.


"maafkan saya tuan, saya tidak tahu kalau tuan itu tamu penting direktur, saya mohon tuan tolong bilang pada direktur agar tidak memecat saya. saya butuh pekerjaan ini" ucap wanita itu sambil menangis sehingga banyak mata tertuju pada mereka.


"tenanglah nona, tak ada yang akan memecat pekerja yang baik seperti kamu, itu janji saya. malah sebaliknya, perbanyaklah berdoa bisa jadi kamu akan dapat rejeki" ucap nuel dengan senyuman khasnya.


wanita itu merasa aneh di dalam dadanya menikmati senyuman nuel. bahkan setelah nuel pergi pun dia masih memegang dadanya merasakan jantungnya berdetak kencang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2