LELAKI MAWAR (The Last Memory)

LELAKI MAWAR (The Last Memory)
BAB 12


__ADS_3

semua pandangan kini teruju pada nuel dan ibu yunni. nuel masih pada posisinya berlutut dan menunduk, sedangkan ibu yunni masih terpaku mendengar penjelsan sidik. tanpa terasa air matanya jatuh dan mengenai tangan nuel, sehingga membuat nuel mendongak dan menatapnya.


"maafkan nuel bu. maafkan nuel karna membuat ibu sedih dan menangis. ucap nuel yang semakin merasa bersalah.


"tidak nak nuel, kamu tidak salah. ibu yang salah telah membuatmu sedih dan murung. maafin ibu yaa nak. dan terima kasih banyak telah menjaga kami sekeluarga. makasih sudah menyelamatkan yunni dari bahaya. ucap ibu yunni sambil memeluk nuel yang masih dalam posisi berlutut.


nuel merasakan sebuah kehangatan pelukan seorang ibu yang telah lama tak dirasakannya.


hatinya merasa teduh namun rindu.


"mah, nuel kangen mamah" ucap nuel dalam hati sambil mempererat pelukkannya di dalam pelukan ibu yunni, seakan merasa ibu yunni adalah sosok seorang mawar rosena yaitu ibu kandungnya.


ibu yunni seakan bisa mendengar ucapan hati nuel yang merindukan ibunya.


"nak nuel rindu pada ibu nak nuel yaa?" tanya ibu yunni sambil membelai kepala nuel yang masih memeluknya.


nuel hanya mengangguk tanpa menatap.


semua yang ada disana terpaku melihat nuel yang begitu manja kepada ibu yunni. belum beberapa menit berlalu sejak dia menjadi psyco bak malaikat pencabut nyawa yang buas, kini dia telah menjadi merpati yang jinak dan lucu. benar benar kepribadian yang susah di pahami.


abdian kembali. setelah dia menelpon polisi tadi, dia kerumah untuk mengambil laptop robert dan menyerahkannya pada yunni.


yunni memeriksanya dengan teliti agar tak ada lagi video yang tersisa. setelah memastikan semuanya sudah lenyap yunni menyerahkan kembali laptop itu pada abdian.


tak jauh dari tempat mereka, ada sidik yang baru selesai mengirim pesan singkat dari handphonenya. dia tersenyum licik melihat meraka semua yang dari tadi tak memperhatikannya.

__ADS_1


"kalian semua akan menerima balasannya karna telah berani melukai aku" ucapnya dalam hati


polisi yang di telpon abdian tadi datang dan membawa robert atas tuduhan penggunaan barang terlarang. polisi heran melihat banyak orang yang terluka. namun bara memberkan keterangan asal kena dengan mengatakan hanya kesalah pahaman dan telah di selesaikan secara kekeluargaan. para polisi pergi membawa robert yang berteriak minta ampun pada ayahnya.


tak berselang lama, tiga mobil mewah masuk. orang yang masih disana terlihat ketakutan melihat sosok yang keluar dari mobil itu.


"ayah" ucap sidik kepada lelaki yang memegang tongkat itu.


lelaki itu melihat anaknya yang babak belur.


"siapa yang berani melakukan ini pada anakku?" tanyanya.


tak ada yang menjawab, akhirnya bara mengambil langkah untuk bicara.


bukkkk, terdengar suara pukulan dan disambut suara pekikan "akkkhhhhh"


bara di pukul oleh lelaki bernama guntur itu sampai terjatuh.


"kesalah pahaman kau bilang HAHHH? b*angs*t, anakku sampai babak belur begitu kau masih berani bilang kalau itu kesalah pahaman?" ucapnya marah sambil memukulkan tongkatnya kearah wajah bara..


pelipis bara berdarah. dia memohon ampun.


semua yang ada disana terdiam tanpa berani membela, takut malah jadi sasaran kemarahan guntur


"yunni bawa ibu kerumah" ucap nuel setelah melihat situasi.

__ADS_1


"tapi kak.." belum sempat yunni meneruskan ucapannya nuel memotongnya.


"ini agak berbahaya, tolong nurut. ibu nuel selesaikan dulu masalah ini. percaya pada nuel semua akan baik baik saja. ucap nuel sambil tersenyum.


"baiklah, ibu percaya sama nak nuel. nak nuel hati² yaa" ucap ibu yunni


"baik bu" ucap nuel.


setelah kedua wanita yang di cintainya pergi, nuel melangkah kearah kerumunan itu.


"aku yang melakukannya" ucap nuel kepada guntur.


guntur yang sedang memukuli bara menoleh. dia terkejut ketakutan seperti melihat hantu sampai sampai tubuhnya oleng dan terjatuh.


"habisi dia" guntur kepada anak buahnya. saat anak buah kepercayaannya mengeluarkan senjata api dengan cepat nuel merebutnya dengan gerakan yang menakjubkan.


tak berapa lama senjata itu telah berada di tangannya. "dor dor dor dor dor" terdengar suara letusan senjata api. nuel menembaki kaki anak buah guntur yang mencoba menyerangnya. sementara yang lain hanya terdiam.


semua orang menyaksikan kejadian mencekam itu. antara takjub kagum dan was was.


kini nuel mengarahkan senjata api itu kearah kepala guntur dan menarik pelatuknya.


"ada pesan terakhir?" tanya nuel dengan tatapan khasnya, dingin dan mematikan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2