
sementara mendapati pertanyaan Natasya Talia menjadi gugup
"ti..tidak direktur, saya hanya tersandung" jawab Talia Sambil berdiri di bantu oleh Indah.
"dari awal saya sudah mengatakan pada kalian bahwa dia bisa menyakiti tanpa menyadari ada orang lain telah di dilukainya walau tanpa sengaja. jadi saya akan mengingatkan kembali kepada kalian hati hatilah terhadapnya. dia itu ibarat bunga mawar nan indah. karna keindahannya orang akan mendekat untuk memilikinya, tapi saat akan mendekat demi untuk dapat memiliki bunga mawar yang indah itu, tangan orang itu akan terluka oleh durinya. dan mungkin lebih tepatnya seperti lautan yang tenang, semakin tenang semakin berbahaya" terang Natasya.
dia masih memperhatikan Nuel dari kejauhan tempat mereka berjalan. Nuel sedang mencoba kemeja merah maroon pilihan Amelia. terlihat sangat tampan saat dia merapikan lengannya di depan cermin. saat Nuel berbalik dia melihat Natasya berjalan dari kejauhan menuju kearahnya. Nuel memberi isyarat kepada Natasya meminta pendapatnya tentang penampilannya, tapi diluar perkiraannya bukan hanya Natasya yang memberi kode, melainkan ke empat wanita itu serentak memberi tanda ok padanya untuk penilaian mereka, sebab saat nuel melihat Natasya untuk meminta pendapatnya, pandanga Nuel otomatis tertuju kepada ke empat wanita cantik itu. Nuel tersenyum manis menyaksikan kejadian itu sehingga membuatnya kian tampan, sementara keempat wanita itu saling pandang dan akhirnya mengerti alasan Nuel tersenyum, sebab pose tangan mereka belum berubah dengan ibu jari menghadap keatas membentuk tanda ok.
Nuel kembali mencoba baju kemeja biru. itu adalah pakaian terakhir yang belum dicobanya, pakaian yang di pilih oleh Talia. ketika mereka sampai di tempat pertama mereka berkumpul dimana ada Leo dan Fandy, Talia Amelia dan Indah masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing tentang betapa unik dan hebatnya Nuel. Nuel kembali keluar dengan pakaian yang baru di cobanya.
"bagaimana?"tanya polos
"keren" ucap Talia Amelia dan Indah bersamaan
"seperti biasa, tetap brengsek" ucap Natasya sambil tersenyum sehingga membuat Nuel merasa lucu campur geli mendengarnya.
"lantas kalau semua sama aku harus memakai baju yang mana?" tanya Nuel, membuat mereka bingung. sebab pakaian mana pun yang dipakainya dia terlihat gagah dan tampan.
"coba yang ini tuan muda," ucap Natasya sambil menyodorkan sepasang baju yang dipilihnya.
mendengar dirinyaa dipanggil tuan muda oleh Natasya membuat Nuel sedikit memutar bola matanya kesal. ekspresi itu membuatnya terlihat lucu dan manis, sementara Natasya tersenyum lebar. dia sangat suka melihat ekspresi kesal Nuel. Nuel melihat sejenak melihat pakaian pilihannya itu dan akhirnya masuk ke kamar ganti untuk mencobanya. sementara Nuel mencoba pakaian pemberiannya mata Natasya melihat sebuah jaket yang sangat menarik perhatiannya. dia kembali berdiri dan berjalan kearah jaket berwarna hitam yang dipajang terpisah diantar pakaian lainnya. dalam lemari kaca terpisah itu terdapat topi, jaket. baju kaos, kemeja, celana, sepatu kaos dan topeng. layak satu set pakaian, dan dibawah tertulis logo "NOT FOR SALE" dan di sampingnya tertulis "ONLY MEMBER VVIP". Natasya memanggil karyawan yang sedang berjaga disitu.
__ADS_1
"tolong ambil jaket topi sepatu dan topeng itu" ucapnya
"maaf nona, itu hanya untuk member VVIP, boleh tunjukkan kartu member milik nona?"ucap karyawan itu sopan.
sontak ucapan karyawan itu membuat mereka yang mendengar terbengong sementara Leo terbahak bahak. sementara pegawai lainnya yang mengenal Natasya, langsung menghampiri Natasya sambil membungkuk meminta maaf. Natasya mengeluarkan kartu kredit green rose bank, yang bewarna hitam menandakan kepemilikan bank sebab hanya ada tiga kartu yang dicetak bank khusus pemilik pemiliknya. melihat itu karyawan tadi awalnya bingung kenapa karyawan lain langsung tunduk meminta maaf setelah mengetahui dia meminta kartu member langsung mengerti alasannya. dan sekarang dia yang berlutut meminta maaf, ternyata wanita itu bos dari bosnya.
"hei, saya meminta itu bukan meminta kalian tunduk dan meminta maaf" ucap Natasya sambil menunjuk kearah lemari kaca. semua karyawan itu buru buru mengambil kunci lemari kaca dan mengeluarkan pesanannya. dengan sigap mereka ingin membungkus pakaian itu.
"berikan padaku, tidak perlu membungkusnya." ucap Natasya.
dengan gemetar karyawan yang tadi meminta kartu memberikan kepadanya memberi pesanan itu. setelah memastikan uang dimintanya pas dan tak kurang apapun Natasya tersenyum.
mendengar ucapan terima kasih dari Natasya kaki karyawan itu kehilangan tenaganya. dia terduduk dilantai karna firasatnya mengatakan ini mungkin hari terakhirnya bekerja padahal dia masih 2 Minggu mulai bekerja di pusat perbelanjaan ini. karyawan yang lain membantunya untuk berdiri, sebagai sesama pekerja mereka menyemangatinya, meyakinkannya untuk meminta maaf saat bos wanita itu selesai bekerja agar bisa memperbaiki keadaan. kemudian dia tersenyum, dia tau teman temannya sedang menghiburnya. dia menatap Natasya dan yang lainnya dengan penuh penyesalan dan perasaan sedih. tak lama setelah itu manager mereka datang karna tau masalah itu. dilihatnya karyawan itu dengan tatapan penuh emosi.
"kau akan menyesal jika direktur Natasya kesal karna masalah ini". ucapnya menambah tekanan mental kepada karyawan itu.
Nuel keluar dengan pakaian pilihannya Natasya. penampilannya sungguh memukau. pakaian pilihan Natasya benar-benar mengeluarkan daya tarik Nuel sampai mereka yang melihatnya terpana karna penampilannya.
"sungguh sungguh bajingan" ucap Natasya tersenyum sambil berdiri menghampiri Nuel.
dia merapikan kerah bajunya, dan menatap gambaran mereka berdua di cermin.
__ADS_1
"sekarang wanita mana yang akan kau pikat?" tanya Natasya sambil merapikan bagian mana yang dilihatnya kurang rapi.
"hei, aku bukan lelaki pemikat" ucap Nuel tersenyum sambil berputar dari arah cermin dan menghadap mereka.
Natasya juga tersenyum sambil menikmati keindahan dari makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya, sementara ketiga wanita itu hanya bisa terbengong sambil menikmati ketampanan Nuel.
"sebegitu menyeramkannya Aku sampai kalian terbengong seperti melihat setan?" tanya Nuel ingin melepas kembali pakaiannya. tapi Natasya mencegahnya.
sementara yang lain tersadar dari keterpakuan mereka dan buru-buru menyembunyikan wajah mereka yang merona karna malu sambil menikmati deguban jantung mereka.
Natasya kembali mengambil jaket yang dipilihnya tadi, dan membantu Nuel memakainya layaknya seorang kekasih. disaat bersamaan manager pusat perbelanjaan itu menghampiri mereka.
"selamat siang direktur Natasya, direktur Leo" ucap manager itu.
Leo menatapnya sambil mengangguk sementara Natasya sama sekali tak menanggapinya. dia sibuk merapikan penampilan Nuel, mulai dari pakaiannya sampai rambutnya tak ada yang luput dari pengawasan matanya.
merasa tak ada tanggapan dari Natasya, sekali lagi manager itu menatap karyawan itu dengan penuh emosi.
"perfek. the real fuckboy" ucap Natasya sambil tertawa yang di ikuti oleh tawa yang lain sebab melihat ekspresi Nuel yang konyol.
"_B E R S A M B U N G_"
__ADS_1