
Rian terdiam, tiba tiba dia merasa takut membayangkan apa yang baru saja terjadi. dia mengambil surat perjanjian itu dan merobeknya menjadi lembaran lembaran kecil.
"surat perjanjian sudah ku hilangkan, maka perjanjian kita juga akan batal hahahaaa" ucap Rian
tapi tak seorang pun yang menghiraukannya, sehingga membuat Rian kian takut. mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Fandi dengan laptopnya manager showroom dengan kartunya dan nuel yg selalu melihat kearah jendela. dia berpikir sejenak, tiba tiba dia melihat Talia yang mendekap sesuatu dan berusaha menyembunyikan kedalam dinas kerjanya. "surat perjanjian yang satu lagi" ucapnya dalam hati
spontan Rian menggapai dokumen yang di sembunyikan Talia, Talia yang menyadari itu mencoba menghindar dan menjauh dari Rian. reflek tangan riam meraih baju dinas Talia. "krakkkkkk", terdengar suara baju yang terkoyak. akibat tarikan itu membuat Talia terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap. dan Rian berada diatasnya.
"lepaskan aku baj*Ngan" ucap Talia
Rian masih berusaha merebut surat itu dari Talia. krakkk terdengar suara robekan baju untuk yang kedua kalinya.
Nuel yang menyadari itu langsung marah dan menghampiri Rian
"bangs*t!" makinya.
nuel menarik Rian dari atas tubuh talia. Bukk Bukk bukkkk. terdengar pukulan itu mendarat telak kewajah Rian. Rian meringis menahan rasa sakit.
setelah membantu talia berdiri dan memberikan jaketnya menutupi bagian punggung talia yang terlihat karna pakaiannya yang terkoyak akibat tarikan Rian, Nuel kembali menghampiri Rian dengan rasa amarah yang masih tergambar jelas di wajahnya.
"harus berapa kali ku peringatkan jaga sikapmu, hahhh!?" bentak Nuel yang disusul dengan pukulan yang tak ada hentinya di sekujur tubuh Rian.
"cukup Nuel, cukup tuan" ucap Indah dan Talia bersamaan.
Nuel berhenti menghajar Rian, dengan kasar mendorong tubuh Rian sembari mengatur nafasnya mengurangi rasa kesal yang masih bersarang di hatinya.
***
dilain tempat, Leo dan Natasha sedang memasuki gedung beauty castle untuk acara makan siang sekalian menghadiri pertemuan dengan beberapa karyawan di gedung tersebut.
__ADS_1
"Nat, kamu sendiri menghadiri pertemuan ini gak masalahkan? aku ingin menyelesaikan sedikit masalah!" ucap Leo
"apakah Nuel sedang ada masalah? apakah masalahnya parah?" tanya Natasha
Leo terdiam, dari mana Natasha tau tentang masalah Nuel? gak mungkin Nuel yang mengatakan kepada Natasha sementara tadi dia sendiri yang mengatakan jangan sampai Natasha tau masalah ini. ucapnya dalam hati
"jangan berbicara dalam hati, itu menyebalkan karna harus memaksa aku berpikir apa yang sedang kamu ucapkan dalam hatimu" ucap Natasha
Leo tersenyum kecut "wanita benar benar menakutkan, mereka mampu mengetahui apa yang menjadi suara hati lelaki" ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"masih memilih bungkam?" tanya Natasha membuyarkan lamunan Leo
"jadi gini Nat, Nuel tadi berpesan agar kamu jangan sampai tau masalah ini. tapi darimana kamu tau kalau Nuel lagi ada masalah, karna aku belum ada mengatakan apapun tentang masalah itu" ucap Leo
"handphone, gak ada orang yang menghubungimu tanpa harus aku mendengar perkataan kalian selain Nuel" ucap Natasha singkat.
"come on Leo. kita bertiga satu ibu walau beda ayah. sekalipun kita berdua bukan anak kandung mamah mawar tapi kita bertiga tumbuh dewasa bersama. jadi sepandai apapun kalian berdua mencoba membohongi aku dan menutupi sebuah masalah dariku, aku akan tau walau sekecil apapun masalah itu." sambungnya lagi
"tapi Nat.."
"ayo, tunjukkan dimana tempatnya" potong Natasha tampa memberi Leo menyelesaikan ucapnya.
"baiklah" ucap Leo menyerah. disana ada dia dan Nuel, setidaknya mereka berdua tidak akan membiarkan Natasha terluka walau sebahaya apapun itu.
"showroom AUTOS OTOMOTIF" jawab Leo. sebelum mereka berangkat dia membisik pesan kepada pengawalnya. pengawal itu menunduk kemudian pergi.
melihat itu Natasha memicingkan matanya ke arah Leo.
"jangan coba coba membohongi aku Leo, buat apa Nuel ke showroom? membeli mobil? bukan tipenya membeli mobil sebab dia tidak kekurangan barang begitu." ucap Natasha curiga sebab Leo menyuruh pergi pengawalnya.
__ADS_1
"hahahaha, kami jangan mikir macam-macam dulu, ayo kita ke TKP." ucap Leo sambil menggandeng tangan Natasha
"tadi kamu bilang showroom AUTOS OTOMOTIF kan?" tanya Natasha
"iya benar, emang kenapa?" tanya Leo
"bukankah showroom itu milik nona Amelia yang setengah tahun lalu menyewa setengah lantai dasar gedung ini?" tanya Natasha
"aku gak ingat Nat, bukan masalah penting juga. lagian kamu nanya masalah setengah tahun lalu sementara masalah 2 hari yang lalu saja aku sudah lupa" ucap Leo sambil nyengir
hufhhhh Natasha mendesah karna kesal. pikirannya masih berputar tentang masalah pemilik AUTOS OTOMOTIF. dia yakin Amelia Tan adalah pemiliknya.
akhirnya mereka tiba di area showroom AUTOS OTOMOTIF. Leo melihat sekitarnya. benar banyak yang menunggu di area luar showroom itu. ketika mereka akan memasuki showroom AUTOS OTOMOTIF, mereka di hadang oleh blokade pengawal berpakaian serba hitam itu. salah satu dari mereka ada yang mengenal Leo dan Natasha. nampaknya dia adalah pemimpin anggota itu.
"maaf tuan Leo dan nona Natasha, kami lagi bertugas disini. tuan kami lagi ada didalam proses negosiasi masalah, dan kami di tugaskan menjaga disini sampai nona Amelia datang menyelesaikan masalah ini. maaf jika mengganggu kenyamanan hari orang tuan dan nyonya".
"kamu mengenal kami berdua dan negosiasi apa di dalam?" tanya Natasha.
"nona dan tuan adalah pemilik perusahaan MRFI. dan untuk masalah negosiasi, maaf nona saya tidak tahu sama sekali." jawab pengawal itu
"apakah tuan mu baik baik saja?" tanya Leo konyol sambil tersenyum jahat.
"maksudnya tuan?" tanya pengawal itu sopan. sebab sekian lama dia bekerja sebagai mafia, dia jelas tau siapa Leo. Leo bukan sosok yang harus disinggung. oleh sebab itu semenjak melihatnya dia berinisiatif menghampirinya agar tidak timbul masalah.
"lupakan, berdoa saja agar masalah yang terjadi sekarang ini tidak berlanjut. sebab jika berlanjut bukan hanya kepala tuanmu yang hilang, kalian semua yang ada disini tak akan keluar dengan kepala yang masih lengket di leher masing masing. sebab kalian sedang berurusan dengan seseorang yang tidak seharusnya kalian singgung" ucap Leo sambil tersenyum jelek.
pengawal itu menelan ludah dengan keringat yang membasahi wajahnya. tiba tiba dia bertanya dalam hati, "ada apa gerangan, siapa yang di singgung tuan Rian, bukankah hanya orang miskin dan dua wanita saja? mereka sedang menandatangani sebuah kontrak perjanjian dengan mereka bertiga. mungkinkah salah satu dari wanita itu kekasih tuan Leo? sebab dia bekerja di PT MRFI. ohh sial. makinya dalam hati
*_* ^_^
__ADS_1
BERSAMBUNG