
Terlahir dari keluarga terkaya ke 100 di dunia ini... membuat Marsya Audy Anatasyandi menjadi wanita yang mungkin terberuntung.
Semua lelaki ingin dekat dengannya, dan semua wanita ingin menjadi seperti dirinya sebab selain kekayaan yang ia miliki juga sudah cantik dari lahir.
Kehidupan yang serba ada tersebut malah membuatnya sangat bosan, setiap keinginannya pasti terpenuhi. Meskipun hidup dengan cinta dan harta yang melimpah sekalipun, membuatnya melakukan hal-hal yang seharusnya tidak ia lakukan bahkan hanya untuk menghilangkan kebosanannya
Kadang Marsya ingin seperti gadis pada umumnya merayu dan membujuk papanya untuk dibelikan hal yang diinginkannya. pernah sekali gadis tersebut meminta hal yang tidak mungkin seperti ingin mendapatkan tas bermerek dari eropa yang sama sekali belum rilis di negara tersebut dan itu dalam waktu seminggu keinginannya terwujud.
Siapa coba yang tidak ingin sepertinya?
hal tersebut berlangsung selama 20 tahun sejak ia dilahirkan ke bumi ini. setiap keinginan demi keinginan tidak ada yang tidak terwujud.
__ADS_1
Seminggu yang lalu ia sempat menonton acara tv yang membuatnya ingin melakukannya, itu sedikit membuatnya terhibur acara tv prank yang ia lakukan kepada sejajaran pelayannya.
tak cukup setiap hari menghilangkan perkerjaan untuk menafkahi keluarga mereka ia hancurkan karena hasil pranknya... membuat diri terjatuh dengan sengaja menghilangkan perkerjaan orang lain.
Hal tersebut berlanjut sampai hari ulang tahunnya yang ke 20. Di hari jadinya pun ia masih saja melakukan hal diluar nalar....
membuat sang papa merasa jerah dengan anak semata wayangnya.
“MARSYA!!!” teriak pria paruh baya yang merupakan papa dari marsya.
“apa sih pa? Ini marsya lagi dandan...” jawab marsya tampak dirias oleh beberapa pelayannya.
__ADS_1
“marsya kamu ini sebenarnya maunya gimana? Kemarin bilangnya mau dekorasi pestanya ala princess gitu, lah kok sekarang malah beda” ucap papa padanya.
“kalo ala princess entar aku dikira anak-anak lagi, kan marsya udah dewasa pa” jawabnya kali ini marsya melihat papanya yang berada diambang pintu.
Dewasa dia bilang bukankah tingkahnya saat ini sama halnya dengan anak kecil yang sangat ingin dimanjakan.
Papa berjalan mendekati anak semata wayangnya tersebut, membelai pelan kepala anak tersayangnya, “masalahnya sayang sebentar lagi acaranya mulai, setengah jam mana cukup untuk mengubah dekorasi marsya, lagian dekorasi yang kamu minta kemarin sudah siap semuanya bahkan kue ulang tahunmu yang rumitnya melebihkan kastil di kartun kesukaan kamu sayang” ucap papa menasehati anaknya.
Marsya mah mana peduli apa yang dikatakan papanya, malah ia sibuk sendiri memainkan hapenya “pa...., entar beliin marsya hape baru ya... yang ini udah bosen, masa marsya make hape yang ketinggalan jaman” ia asal memasukkan hapenya kedalam sebuah laci yang berisi banyak sekali hape berbagai merek disana.
“iya, tapi bukannya hape kamu baru papa beli sebulan yang lalu ya di Eropa dan hape itu kan belum dirilis di sini” papa memang menyanggupi kemauan anaknya dan segera beranjak pergi dari kamar putrinya.
__ADS_1
Melihat papa sudah meninggalkan kamarnya, marsya yang sekarang yang sudah sendirian dikamar senyum-senyum sendiri mengingat perbuatannya yang membuat papa marah padanya, tapi papanya mana mungkin bisa marah lama kepada marsya.