
Sebenarnya marsya sendiri sudah merasa sangat bosan akan kehidupannya yang serba ada, itulah mengapa dia mengganti dekorasi setengah jam lalu, bertujuan agar keinginannya tidak tercapai tapi jika itu terjadi bukanlah papanya sang perencana hebat hitungan detik.
Marsya keluar kamarnya pada saat acara sudah dimulai, dan benar saja apa yang terjadi tidak sesuai dengan ekspetasinya yang ia kira tak akan selesai tepat waktu tapi nyatanya apa yang ia lihat saat ini adalah kekuasaan papanya membuat pesta ulang tahunnya sesuai dengan keinginannya dan dikerjakan dalam 1 jam yang menurutnya adalah waktu yang sangat singkat.
‘pesta selanjutnya akan gue ubah dalam waktu 15 menit sebelum acara’ pikirnya dan tetap tersenyum menyabut para tamu yang begitu terlihat asing baginya.
Acara berjalan dengan lancar diiringi rasa gembira dari semua tamu undangan yang ada, hah! lebih tepatnya semua tamu tersebut adalah tamu papanya, yaa walau apapun yang ia inginkan akan diwujudkan tapi sayangnya pergaulan marsya selalu dibatasi.
Ia harus bergaul dengan semua anak dari rekan kerja papanya yang sama sekali tidak dianggap seru dan menyenangkan olehnya, hanya ada satu orang yang ia jadikan temannya yaitu andre.
Andre sudah menjadi temannya selama 13 tahun lamanya, hari ini malah andre berhalangan hadir itulah mengapa marsya merasa bosan pada pestanya sendiri.
“maaf, anda ini yang namanya marsya bukan?” tanya seorang pria yang tiba-tiba menghampirinya, Hah!!! emang dia gak pernah buka internet apa? Masa gak tau yang mana marsya, pasalnya dia malah bertanya pada pelayan marsya yang berada disamping marsya.
Memang semua pelayan disana memakai seragam yang sama, tapi lain cerita dengan pelayan marsya berbeda dengan yang lain mirip dengan gaun. Tetapi gaun yang dipakai marsya jauh lebih mewah dan tentunya harga untuk sebuah gaun tersebut tidak tanggung-tanggung.
“oy gue marsya dia pelayan gue, mau apa lo?” sahut marsya pada pria yang sekarang berada dihadapannya.
__ADS_1
“maaf memang nona lah nona marsya” jawab seorang pelayan yang dikira sebagai marsya tersebut.
“ohh, elo yang namanya marsya. Emang gak dikasih tau apa sama andre ya tentang gue?” balik tanya pria yang sekarang udah di cap aneh oleh marsya.
“enggak tuh, emang elo sapa, hah? lagian elo gak penting!” tambah bingung ini marsya dan ingin secepatnya meninggalkan pria aneh tersebut.
“kenalin gue Rafli Ardlian Sanjaya sepupunya andre” rafli mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan marsya tapi sayangnya marsya tak menyabut baik uluran tangannya membuat rafli harus menarik kembali tangannya terpaksa.
“ohh... sepupu!” ucap marsya sebelum berlalu pergi dari sana, rafli mengejar marsya dan mengatakan bahwa ia datang menggantikan andre yang tidak bisa datang sebab andre sudah punya feelling bahwa marsya akan bosan dengan tidak adanya andre dipesta tersebut.
Pesta yang menjenuhkan akhirnya selesai juga, yang punya pesta aja merasa jenuh masa yang tamu undangan semua terlihat lebih happy dari marsya yang ulang tahun.
Semua tamu undangan sudah perlahan-lahan kembali ke rumah mereka masing-masing, begitu pula dengan rafli yang pulang ketika sudah bepamitan dengan papa marsya.
Marsya kembali kekamarnya, merebahkan
tubuhnya di kasur empuknya yang baru saja diganti dua hari yang lalu. Teringat dengan apa perkataan rafli tadi marsya cepat-cepat membuka lacinya tujuannya ingin mengambil hapenya disana, sayangnya terlalu banyak hape disana membuat malasnya marsya mengalahkan rasa ingin tahunya.
__ADS_1
Keesokan paginya, marsya bangun dan sudah banyak pelayan yang menunggunya didepan pintu kamarnya untuk membangunkan si pemalas marsya tersebut. Walaupun sebenarnya ia sudah bangun, namun rasa jailnya muncul untuk membuat keributan.
Marsya membuka sebuah ruang pakaiannya, membuang semua pakaian kelantai dan berteriak “ aaaaggrrh... siapa saja tolong”
Semua pelayan yang panik dengan cepat membuka pintu kamarnya.
Gedebuck!!!
Semua pelayan jatuh akibat ulah marsya yang menaburkan kelereng yang ia beli lusa kemarin. Tawa marsya pecah saat itu, marsya berlari meninggalkan semua pelayannya disana. Menuruni anak tangga sambil tertawa lepas.
Marsya mulai melakukan tindakan kekanakan ini sejak seminggu yang lalu, ia menonton sebuah film yang membuatnya menirukan adegan film yang memang pada awalnya tampak seru untuk dilakukan tapi semakin lama ia merasa senang melakukannya membuatnya sedikit hidup.
Baru saja tadi malam ia melakukan pesta ulang tahunnya, sekarang ia harus kambali ke rutinitas lamanya yaitu kekampus, tapi tidak apa-apa dikampus ia bisa bertemu dengan andre teman kecilnya.
Marsya membawa mobil sport warna kuning hadiah papanya untuk ulang tahunnya kemarin. Mengendarai sampai dipakiran kampusnya.
Ternyata benar saja andre sudah menunggunya di pakiran.
__ADS_1