Life In The Sky

Life In The Sky
11


__ADS_3

Andre yang tengah mengantar kekasih tercintanya pulang, diperjalanan pulang dini tampak tak bersemangat sama halnya dengan jalan-jalan mereka tadi, jelas sekali andre yang tak mengetahui apa masalah yang sedang dialami oleh dini tersebut.


“kenapa?" tanya lembut andre, sambil menyentuh punggung tangan kekasihnya itu yang seperti sedang ada didunia lain saat ini.


Dini mulai menoleh kearah andre yang dari tadi hanya menatap keluar jendela mobil tersebut, “kak, kenapa kak marsya panggil kak rafli dengan sebutan lian?” tanya dini


“hah, gak tau juga aku... panggilan sayang mungkin hehe..” jawab asal andre yang masih menatap ke depan.


"Ohhh...." singkat dini


Andre perlahan melihat sikap kekasihnya, “kenapa mau buat panggilan sayang juga?” tanya andre sambil mengelus pelan kepala kekasihnya dengan lembut.


“enggak ahh" tolak dini dan keduanya tersenyum, tetapi dini seperti tersenyum paksa.


Tanpa sepengetahuan andre karena ia fokus ke jalanan, dini mengeluarkan aura yang tidak mengenakan. Tepat saat itu, memikirkan kedekatan lian dengan marsya membuatnya sangat muak.


Ketika mereka sampai dirumah dini, karena sudah terlalu malam andre langsung segera pulang. Cukup terlihat sangat jauh mobil andre menghilang dari pandangan, gadis tersebut langsung masuk tapi bukan kedalam rumah melaikan ia ke dalam taksi online yang ternyata sudah ia pesan sebelumnya, saat ia masih berada disamping kekasihnya,tentu saja tanpa sepengetahuan kekasihnya tersebut.


Marsya teringat bahwa ia sama sekali belum membuka hadiah yang diberi lian dan dini saat ia ulang tahun kemarin, cukup lama marsya mencari hadiah keduanya.


setelah sekian lama mencari akhirnya Gadis ini menemukan keduanya yang sudah tergeletak di bawah meja riasnya, saat dibuka. Betapa kagetnya marsya melihat isi dari keduanya, ia mendapat gaun berwarna biru yang sama, bedanya hanya saja yang diberikan dini biru langit sedangkan lian biru laut, sisanya sama semua.


Bahkan kartu ucapan yang diberikan keduanya hampir mirip dari kata-katanya bahkan kartu ucapan yang digunakan sama persis.

__ADS_1


Jelas itu sangat mengejutkan marsya mana mungkin kedua insan tersebut memiliki selera yang sama dalam memilih sebuah hadiah. “sebenarnya ada apa dengan mereka berdua?” gumam marsya pada dirinya yang masih tampak begitu terkejut dengan keanehan kedua hadiah tersebut.


Lian yang baru saja sampai dirumahnya, mendapati sesosok wanita muda yang berdiri tepat di pintu rumah, setelah lama mengamati dengan teliti ternyata ia adalah dini. Untuk apa gadis itu malam-malam berada didepan sana? bukannya dirumah istirahat juga.


Sungguhlah sangat aneh dini bertamu larut malam begini dan tanpa sepengetahuan kekasihnya datang kerumah sepupu andre sendiri yang tampak sangat tak menyukainya sama sekali tersebut.


Dini menghampiri lian yang tampak tak senang akan kehadirannya, “raf... gue mau...”belum sempat menyelesaikan kata-katanya lian terlebih dahulu memotongnya “udah malam!” lalu ingin pergi.tapi,Dini mencekal tangan lian “raf kita harus ngomong...” ucap dini.


“sayangnya gak ada yang harus dibicarakan” ketus lian pada gadis keras kepala seperti dini ini.


"kata siapa gak ada, aku..." belum sempat dini melanjutkan kata-katanya, lian terlebih dahulu menyahut "pergi atau kau akan terkena masalah" ujar pria itu dengan tatapan sinisnya lian langsung segera masuk dan sama sekali tak mempedulikan dini yang masih berada didepan sana.


Dini bahkan belum bergerak dari tempatnya sampai tengah malam, entah apa yang sebenarnya ingin dikatakannya pada pria tersebut yang sama sekali tak ingin bertemu apalagi bicara dengannya bahkan mendengar namanya saja sudah enggan.


Seperti biasa andre menjemput marsya yang tak tau mengapa lian hari ini tidak ikut dengannya ke kampus bersama. Apa mungkin kali ini andre juga bersama dengan dini hari ini? Sehingga lian tak mau berangkat bersama walaupun dia ada jam pagi.


Marsya dan andre sama-sama penasaran akan apa yang terjadi diantara keduanya apa mereka pernah bertemu di masa lalu? apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua? pertanyaan itu hanya bisa dipedam dilubuk hati terdalam mereka dan tidak ada yang bisa menjawabnya, karena yang bersangkutan saja tidak mau berbicara apapun.


Papa marsya bertemu dengan kolega bisnisnya alex yang tak lain dan tak bukan adalah papa kandung dari lian.


Mereka tampak seperti membicarakan sesuatu yang penting mengenai bisnis tentu saja. Setelah puas membicarakan bisnis mereka mulai membicarakan hal lain.


“tampaknya mereka sudah bertemu dan hal ini sudah sangat baik” ucap alex pada john.

__ADS_1


“tentu saja” john mengukir senyumnya.


“apa itu akan baik-baik saja?” tampak alex ragu akan apa yang dilakukan mereka.


“tenang semua akan membaik” sahut john pasti.


Jelas mereka tampak menyembunyikan sesuatu yang tak ingin ada seseorangpun mengetahui apa yang sedang mereka lakukan saat ini sebab ruangan tersebut tertutup rapat sekali.


Andre ingin sekali bertanya tentang apa yang selama ini terjadi di antara sepupunya dengan t dini kekasihya tersebut.


Sayangnya ia sama sekali tak mendapat jawaban yang ia butuhkan dari dini karena dini cepat sekali mengalihkan topik pembicaraan mereka.


“makan yuk” ajak dini pada andre kekasihnya.


Mau tak mau andre harus menginjakkan gas mobilnya dan mobil mereka melaju tanpa mendapat jawaban tersebut dari dini. Hal tersebut berlaku pada marsya yang juga tak mendapat jawaban dari lian. tapi masih mending andre masih direspon dini, nah ini marsya bukannya dapat respon lian yang hanya berdiam diri setiap ditanya.


Lagi-lagi rasa penasaran andre harus ia pendam, pria tersebut tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mengacaukan hatinya saat ini.


Sama halnya dengan marsya yang sama sekali tidak mendapatkan apa-apa dari lian, ia hanya diam dan membuka buku tidak tau apa itu dibaca atau tidak sebab tampak sekali pandangannya tidak mengarah pada buku lebih tepatnya seperti orang yang sedang melamun.


Marsya bisa saja dapat jawaban dengan cepat, menggunakan kesempatan akan permintaannya tapi ia tak menggunakannya hanya untuk hal seperti ini. Melainkan ia minta untuk pergi bersamanya ketaman hiburan dan kali ini hanya mereka berdua saja.


"baiklah" singkat padat dan cukup jelas, senyum marsya mengembang begitu saja mendengar jawaban dari lian.

__ADS_1


Setelah mendapat kesepakatan akan ke taman hiburan, lian mengantar marsya kembali kerumah, karena ia harus kembali lagi kekampus karena ia harus mengajar dikelas.


__ADS_2