Life In The Sky

Life In The Sky
5


__ADS_3

Sebelum papa pergi kekantor papa memberitahukan bahwasannya akan ada yang datang membantu marsya agar tidak ketinggalan materi.


Marsya memang mendengarkan tapi tidak begitu jelas menanggapi apa yang di beritahu oleh ayahnya tersebut karena ia lebih sibuk dengan hapenya tersebut.


Tepat pukul 09.00 WIB marsya yang ingin sekali melihat rafli berada didepan kelas bersama dosennya pupus sudah karena sekarang ia harus berada di dalam kamarnya yang begitu amat membosankan.


Baru saja ia memikirkan hal itu pintu kamarnya diketuk oleh para pelayannya dan saat dibuka tampak sesosok pria yang sedang berada didalam pikirannya saat itu, tentu saja ia merasa bahwa marsya saat ini tengah berhalusinasi dengan apa yang ia lihat.


Rafli langsung masuk begitu saja kedalam kamar marsya duduk di sofa dekat sana sedangkan marsya masih terlelap dalam lamunannya, “eh elo ngapain disini pake langsung duduk segala gak tau ya ini rumah gue?” ketika sadar dan bingung marsya akan kedatangan rafli yang tiba-tiba.


“lo gak dikasih tau apa sama bokap lo?” tanya balik rafli, yang langsung mengeluarkan isi yang ada didalam tasnya.


Sejenak marsya memikirkan semua perkataan rafli barusan, tampak seperti mengulang waktu tepat saat papanya mengatakan akan ada yang datang membantu marsya agar tidak ketinggalan materi, marsya mulai mengerti maksud papanya tersebut.


“gue bakal kesini tiap hari sampe luka gak seberapa itu sembuh”ketus rafli sambil melihat balutan perban dikaki marsya.


marsya segara menutup kakinya dibalik kakinya yang lain agar tak terlihat oleh pria dihadapannya sekarang“ini bukan mau gue ya, papa aja tuh yang terlalu lebay masa luka gini aja udah gak boleh kemana-mana” jawab marsya.


“lagian ini sembuh sekitar dua minggu, dan gue bakal nyusahin lo selama itu” tambahnya sambil terus mencari-cari alat tulisnya yang entah hilang kemana.

__ADS_1


“emang elo kapan gak pernah ngusahin gue? Bukannya dari awal ketemu juga udah nyusahin yaa” kata kata rafli memang dibenarkan oleh marsya yang sebenarnya sepenuhnya tidaklah benar.


Hari itu mereka belajar, belajar sangat serius saking seriusnya membuat marsya bosan, tidak adakah sambil makan, ngobrol atau yang lain? membosankan sekali ini orang dihadapannya yang tengah serius memperhatikan buku hampir rasanya tak terlihat lagi tulisannya.


Tanpa mereka sadari matahari sudah naik tinggi, sampai waktunya makan siang sebab semua pelayan sudah berbondong-bondong membawa makanan yang sangat banyak kekamar marsya.


Akhirnya penderitaan berakhir juga walau sementara, karena setelah itu ia harus kembali lagi dengan pelajaran yang begitu amat membosankan serta suasana yang menegangkan, yang tentu saja suasana tersebut dibawa oleh rafli.


Entah mengapa siang ini marsya seperti di berkati oleh tuhan lagi-lagi selesai makan papa pun pulang dari kantor, tentu hal itu membuat mereka tidak jadi melanjutkan belajar dan memilih menghampiri papa yang berada di ruang tamu saat ini.


Papa tampak sedang merebahkan dirinya di sofa panjang yang ada disana, rafli menghampiri papa marsya terlebih dahulu sebelumnya dan tampak membicarakan sesuatu. Tidak tau apa yang dikatakan rafli dengan papanya, ketika marsya bertanya tapi tidak dijawab oleh keduanya.


Merasa tak dibutuhkan marsya yang hendak pergi lengannya dicekal rafli dan memaksanya untuk duduk kembali disamping pria yang sekarang sudah dianggap gunung es oleh marsya ini.


Belum juga marsya mengatakan apapun, rafli sudah lebih dulu menjawabnya. Padahal ia ingin mengatakan hal buruk tentang rafli dihadapan papanya.


“bagus kok om, marsya mudah memahami apa yang saya ajarkan, lagian dia gak banyak mengoceh karena bingung” jawab rafli santai padahal dari tadi marsya tidak ngomong sama sekali dan fokus sama buku, dan apa-apaan tuh yang mudah memahami yang ada nol kali gimana mau tanya orang rafli terlalu fokus dengan pacar lembarnya itu.


Sekitar 15 menit berbincang dengan papa marsya rafli izin pulang karena marsya mungkin lelah karena tak henti-hentinya belajar sejak tadi.

__ADS_1


Marsya kembali ke kamar, merebahkan dirinya kekasur, memutar ulang percakapan rafli dengan papanya, betapa santainya rafli dengan papanya tidak seperti dia yang hanya fokus dengan pelajaran dan dengan sikap dingin sedingin kutub utara baginya.


“dasar muka dua” ucap marsya mendeskripsikan rafli.


Hari itu adalah hari yang sangat panjang menurut marsya karena ia harus bertemu dengan pria yang seperti itu dalam hidupnya.


Jika menurut marsya itu adalah hari yang melelahkan tapi menurut rafli itu adalah hari seperti biasanya, ia kembali lagi ke kampus menyelesaikan jam kuliahnya dan terus berada di perpus seharian.


mengambil beberapa buku dirak untuk dibaca, membuka perlembar yang ada, membaca detail buku tersebut dengan serius.


Dan lagi terlihat banyak sekali gadis gadis di kampus mereka dan beberapa yang lain memperhatikan rafli yang sedang membaca. sungguh tidak ada gunanya ke perpustakaan bukannya membaca buku melainkan memperhatikan orang.


Andre melihat rafli yang sedang membaca menghampiri sepupunya tersebut. “gimana belajarnya ama marsya repot kagak lo?” tanya andre pada sepupunya itu pertanyaan yang sedari tadi ada dipikirannya sepanjang hari ini.


“biasa aja” singkat padat dan tidak jelas bagi andre. Apa maksudnya biasa aja? Bingung andre harus punya sepupu yang ngomongnya singkat kayak gini.


Daripada mati penasaran anak orang lebih baik ia kerumah marsya memastikan sendiri untuk jawaban yang pasti. punya sesupu kok orangnya dingin banget mending gak punya dah pikir andre menatap lekat rafli sebelum akhirnya meninggalkan rafli sendiri yang jelas banyak pengunjung diperpustakaan.


Akhirnya andre tau apa yang dimaksud dengan kata biasa aja dari rafli ketika sampai di rumah marsya tepatnya kamar marsya sebab marsya menjelaskan dengan detail dan begitu rinci dari awal sampai akhir.

__ADS_1


Marsya ingin sekali pergi keluar tapi papanya sekarang berada dirumah pasti tidak mengizinkannya untuk keluar dengan kakinya yang masih seperti ini.


Kini andre telah pergi menemui kekasih tercintanya yang sebenarnya membuat marsya iri dengan andre sahabatnya tersebut, apa dia juga bisa punya pacar ya?.


__ADS_2