Life In The Sky

Life In The Sky
3


__ADS_3

Sejak pagi tadi andre memang sudah menunggu sahabatnya tersebut, ia benar-benar ingin meminta maaf karena tidak datang ke pesta marsya yang pasti sangat menjenuhkan tanpanya tersebut.


Pesta ulang tahun yang lebih mirip seperti pesta kolega besar dari papa Marsya, sebenarnya bukan maksud andre tidak ingin pergi tetapi keadaanlah yang membuatnya tidak pergi, ia harus mememani pacarnya.


“hai... gimana pestanya seru gak?, enggak pasti kan gak ada gue” tanyanya ketika marsya menghampiri dirinya.


Sejenak andre berpikir dengan pertanyaan yang ajukan barusan, dan sudah pasti akan mendapatkan jawaban yang tak enak didengar.


“udah tau masih tanya, dah ah males gue” ngambek marsya. Benar saja yang ia pikirkan jelas sahabatnya tersebut amat tak suka dengannya saat ini lebih tepatnya merajuk kekanakan sekali bukan.


“eh, kok gitu sih kan gue udah nyuruh sepupu gue untuk nemenin lo, emang dia gak dateng tah?” sahut andre. Lelaki yang diacuhkan oleh marsya semalam tersebut tetapi andre belum tau soal ini.


Marsya mencoba memikirkan kejadian kemarin malam, dia hampir saja lupa kalo ada rafli yang dikatakan sebagai sepupu andre tersebut.


“rafli maksud lo? Gue tinggalin dia” jawab marsya ketus.


“iya, ehh kok gitu. Elo emang gak kasian apa sama dia? Elo pikir bujuk dia ke pesta lo itu dikira gampang apa” ucap andre pada marsya tersebut.


“enggak, emang elo gak kasian sama gue. Yang gue butuhin itu elo bukan pengganti yang gak jelas, ngerti!” marsya dengan raut wajah marah ia meninggalkan andre yang terpaku.


Emang salah juga sih andre, ia mengirim seorang yang sama sekali gak dikenal oleh marsya, karena marsya adalah wanita yang tak mudah percaya pada seseorang dan dengan bodohnya, ia mengirim rafli yang juga tak tau apa-apa akan si marsya.

__ADS_1


Marsya yang berada dikelasnya menunggu dosen masuk mengajar, tak lama kemudian dosen masuk membawa seseorang yang sepertinya tak begitu asing di mata marsya, siapa lagi jika bukan rafli sepupu andre yang dikirim untuk menemaninya di pesta tadi malam.


Marsya memang sedikit terkejut dengan kehadiran rafli yang sama sekali tidak pernah dia lihat sebelumnya di kampus ini, dan kini dia berdiri disamping dosen sebagai asisten dosen tersebut.


Rafli juga menyadari kehadiran marsya disana yang sedang menatapnya terheran-heran, sebelum akhirnya ia kembali fokus pada mata kuliah dosennya.


Beberapa mahasiswi disebelah marsya sepertinya sedang menggosipkan tentang rafli, hal itu membuat marsya bertambah kesal pasalnya mereka mengatakan bahwa rafli itu sangat cerdas dan tampan, begitu sangat sempurna.


‘Hah tampan, muka pas-pasan gitu dibilang tampan’, itulah yang terlintas dipikiran marsya saat mendengar keduanya.


Akhirnya mata kuliah hari ini sudah selesai semua, lelah rasanya. Marsya yang tengah berjalan menuju dimana mobilnya terpakir, sialnya ia harus bertemu lagi dengan orang yang masih membuatnya kesal sampai sekarang siapa lagi kalau bukan andre.


Andre kembali lagi meminta maaf pada marsya yang masih saja kesal dengannya alasan andre yang tak bisa datang juga tambah membuat ia kesal pasalnya andre lebih memilih dinner dengan pacarnya dibandingkan datang kepestanya.


“sya, kan lo tau sendiri dini emang harus diturutin maunya kalo gak bakal ngambek dia” jawab andre.


“kan lo bisa aja bawa dia kepesta gue, lagi disana banyak makan-makanan enak juga.” seru marsya lagi.


“iya tapi lo kan tau sendiri dia gak mau makan gratisan,” jawab andre, laki-laki tersebut meraih lengan marsya meminta maaf dan berjanji tidak akan membuat marsya kesal dikemudian hari.


Marsya akhirnya mau memaafkan andre kali ini dan hanya untuk saat ini saja tidak ada kedua kalinya. Mereka masuk kedalam mobil andre dan membiarkan begitu saja mobil marsya tetap pada tempatnya. Marsya memerintahkan seorang supir keluarganya untuk membawa pulang mobilnya melalui via telefon.

__ADS_1


Mobil andre terpakir disebuah sekolah menengah atas, menjemput sang pujaan hatinya. Marsya yang tadinya duduk disamping andre sekarang harus duduk dikursi belakang sedangkan dini disamping andre.


“maaf ya kak, kemaren aku gak tau kalo yang ulang tahun itu sebenarnya kak marsya” seru dini memecahkan keheningan diantara mereka.


Sayangnya marsya yang sedang malas hanya menjawab “iya” dan kembali menatap hape yang baru saja ia beli pagi tadi. padahal dia tau dini mengetahui ulang tahunnya dan tidak ingin pacar tercintanya itu menghadirinya.


Mengetahui tak mendapat respon yang baik, dini kembali melihat jalan didepan mereka.


Mobil kembali menepi disebuah rumah mewah tempat dini tinggal, “oiya kak, ini aku mau kasih kado buat kakak, maaf ya kak kalo telat” dini mengeluarkan sebuah kado kecil dari dalam tasnya dan diberikan kepada marsya. Marsya menerima kado pemberian dini tersebut dengan terpaksa tidak ingin membuat masalah.


Mobil kembali berjalan, marsya masih berada di kursi belakang membuat andre merasa bahwa ia ini seperti seorang supir saja, tentu saja seorang supir yang sangat tampan tentu saja.


“sya coba dibuka, penasaran gue!” pinta andre sambil mengemudi melihat kearah marsya melalui kaca spion tengah. “kepo aje lo, males gue ntar pas dikamar baru gue buka biar gak ada yang tau, trus yang kepo biar tambah kepo” jawab marsya membuat andre makin penasaran tapi ia menahan rasa penasarannya.


“kan elo bisa tanya sama pacar kesayangan elo kan gampang”seru marsya.


“ah elo sya kayak baru kenal dini sehari dua hari, ya mana mau dia kasih tau, kan anaknya aja banyak rahasia gitu, kalo ada masalah gak pernah mau ngomong maunya dipendem sendiri” celoteh andre membuat marsya terkekeh.


“tapi suka kan” goda marsya membuat andre nyengir.


Marsya kembali teringat dengan rafli yang menjadi asisten dosen, “sepupu lo itu jadi asisten dosen ya dre?” tanya marsya.

__ADS_1


Andre mengangguk mengiyakan pertanyaan marsya. marsya tetap saja masih kurang yakin dengan jawaban andre yang jelas-jelas benar adanya. bagaimana bisa?


__ADS_2