
Limario,Kim Jisoo dan Seulgi tengah bermain basket di lapangan,mereka bertiga saling mengoper bola dan melempar kearah Ring.
Limario melompat tinggi lalu berhasil memasukan bola kedalam Ring.
"Yeahhh... 20 point,satu lawan dua" Seringai sombong Limario sambil melihat kearah Seulgi dan Jisoo yang menjadi lawannya.
"Break...aku lelah" Jisoo membaringkan tubuhnya diatas lapangan berlantai itu,yang membuat tubuhnya terasa dingin. Seulgi yang melihat Jisoo tengah berbaring,dia juga ikut membaringkan tubuhnya disebelah Jisoo.
Limario hanya mengangkat kedua bahunya,ia pun membuka Jersey baju basketnya dan hanya menyisakan singlet tanpa lengan yang menampilkan tonjolan otot lengan kekarnya.
"Apa kalian haus,aku ke kantin dulu membeli minuman dingin" Tanya Limario kepada kedua temannya.
"Aku mau Colla,Oppa yang dingin,seprtinya tubuh jenjangku butuh asupan yang dingin" Goda Jisoo sambil mengedipkan matanya kearah Limario,Limario yang mendengar Jisoo menggodanya dia merasa geli dengan tingkah random manusia Chikin itu.
"Mineral dingin saja untukku Lim,dan yah,jika kau bertemu irene,sampaikan salamku padanya" Timpal Seulgi yang tersenyum genit kearahnya hingga kedua matanya menyipit.
"Baiklah aku pergi dulu" Limario yang sudah merasa tenggorokannya mengering,dia langsung beranjak menuju kantin.
Di dalam kantin yang cukup ramai,Jennie tengah menikmati sarapannya bersama Hyunsik yang baru saja mengajaknya untuk duduk berdua yang tak jauh dari Rose dan Irene yang tadinya Jennie bersama mereka namun Hyunsik datang menghampirinya dan meninggalkan mereka.
"Beb,apa kau suka makanannya" Jennie mengangguk tersenyum menandakan dirinya menyukai makanan itu dengan pipi yang sedikit mengembung karna dia baru saja mengunyah makanan nya.
"Menggemaskan"
Cupp... Hyunsik mengecup singkat pipi Jennie yang mengembung.
"Oppa... aku malu" Jennie menudukkan wajahnya yang terlihat merah menahan rasa malunya,berharap tidak ada yang melihatnya,namun Saat Jennie kembali menegakkan wajahnya,dia melihat Limario yang juga melihat kearahnya dengan tatapan mata yang sulit ia artikan. Tatapan mereka tak berlangsung lama karna Limario langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan melewati mejanya begitu saja menuju kasir.
"Terimakasih" Limario baru saja membayar minuman dingin yang baru saja dia beli,kemudian dia langsung segera beranjak dari kantin karna sesuatu membuatnya kembali harus merasakan rasa perih perasaannya.
Brughh...
"Apa kau tidak punya mata" Sarkas Pria yang baru saja sengaja menabrakkan dirinya dengan tubuh Limario.
Mark yang melihat Limario hendak keluar kantin dia memang sengaja mencoba membuat Limario tersulut emosi.
Limario yang tatapannya datar pun tampak acuh dengan Mark yang meneriakinya.
"Mau kemana kau" Mark sedikit menarik lengan Limario saat Limario mencoba menghindarinya.
Semua yang berada di dalam kantin memperhatikan Limario dan Mark yang saat ini saling menatap sengit.
"Aku akan menelfon Seulgi dan Jisoo agar mereka segera kesini" Ujar Irene yang langsung menghubungi Seulgi agar dia bersama Jisoo segera kesini dan melerai Limario.
__ADS_1
"Ada-ada saja dia,kenapa bisa dia berulah seperti itu" Kata Hyunsik yang melihat kearah Limario dan Mark kemudian beralih melihat Jennie yang sepertinya merasa tak tenang.
Limario menatap tajam kearah Mark,dengan begitu saja dia langsung menghempaskan tangan Mark yang berada dilengannya.
"Jangan membuat masalah denganku,aku tau kau sengaja melakukannya,bukannya kau yang sengaja menabrakku ? Bukan aku yang tidak memiliki mata,tapi kau" Limario menunjuk kearah Mark dengan ucapan yang tak kalah sarkasnya,dia sudah merasa menahan perasaan perihnya melihat kedekatan Jennie dan kekasihnya di tambah lagi dengan Ulah Mark yang semakin membuatnya merasakan perasaan sakit yang menggebu.
Jennie ingin sekali mendekati Limario dan menenangkan sahabatnya itu yang mulai tersulut,namun belum sempat Jennie beranjak,Nancy lebih dulu menghampiri Limario.
"Lim oppa,aku sudah menunggumu sejak tadi" Nancy mengaitkan Jemarinya pada tangan Limario dan berusaha untuk mengajaknya untuk keluar dari kantin dan menghindari pertengkaran.
"Kajja Oppa" Limario tak berkata apa-apa lagi namun dia memilih untuk mengikuti Nancy yang membawanya keluar dari kantin.
"Woah... Sepertinya aku akan mengajak Limario untuk double date dengan kita beb" Jennie yang tak mengerti dengan usulan Hyunsik,dia langsung kembali meliriknya dengan sedikit menyipitkan matanya.
"Maksud oppa apa? Tanya Jennie sekali lagi.
"Bukankah sudah jelas jika sahabatmu itu tengah menjalin hubungan dengan Nancy junior nya" Balas Hyunsik begitu saja,yang meyakini Nancy dan Limario sepertinya sangat begitu dekat.
Jennie mengerutkan alisnya dan mengibaskan rambutnya kebelakang,entah kenapa kata-kata Hyunsik membuatnya merasa panas dan bad mood,di tambah lagi dia dengan begitu jelas melihat Nancy yang langsung begitu saja menggandeng tangan Limario.
"Beb,kau mau kemana ? Habiskan makananmu dulu sayang" Hyunsik mencoba menahan Jennie,namun Jennie yang sudah merasa bad mood,dia langsung menyingkirkan tangan Hyunsik yang menahan bahunya.
"Aku kenyang,maaf oppa aku mau langsung ke kelas saja" Jennie mencoba memaksakan senyumannya.
.
.
.
.
Seulgi dan Jisoo yang di telfon oleh irene,mengenai Limario dan Mark,mereka berdua baru saja menghampiri Rose dan Irene yang masih berada di kantin.
"Dimana Limario" Tanya Jisoo yang tak melihat keberadaan Limario.
Rose menghela nafasnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Jisoo yang sekarang duduk di sebelahnya.
"Dia pergi bersama Nancy"
"Lebih tepatnya Nancy yang tiba-tiba saja datang dan membawa Limario keluar dari kantin" irene menambahkan perkataan Rose.
Jisoo dan Seulgi yang mendengarkan penuturan Rose dan Irene,mereka berdua cukup terkejut dan melihat satu sama lain lalu tersenyum.
__ADS_1
"Mungkin saatnya Limario untuk Move on" Cletuk Seulgi begitu saja,Jisoo yang berada di hadapannya pun langsung melayangkan jitakannya tepat di kening lebar Seulgi.
Tuk...
"Mana mungkin Limario melupakan Jennie begitu saja,sementara dia sudah menyukainya sejak mereka masih ingusan" Tukas Jisoo tanpa basa-basi karna menurutnya Limario bukan tipe yang mudah berpaling.
"Yayaya... Terserah pemikiranmu saja,aku hanya kasihan dengannya,yang mencintai seseorang namun seseorang itu menyukai orang lain,euuh pasti sangat menusuk disini" Seulgi menyentuh dadanya sendiri seperti tengah mendrama. Irene yang melihat tingkah Random Seulgi,dia hanya terkekeh sambil menunduk.
"Pabbo..." Ucap Irene dengan suara pelannya.
"Baby,sepertinya aku ingin muntah melihat aktor dadakan itu berakting" Keluh Jisoo di samping Rose yang masih bergelayut manja padanya.
"Kamu juga sama sepertinya my Chuu,kalian tidak ada bedanya" Jisoo mencekungkan bibirnya ke bawah seolah tak terima dirinya disamakan oleh Seulgi.
"Yaakk,mana bisa kau menyamakanku dengan beruang itu baby, Chiken dan bear tidak bisa menjadi saudara kembar" Rose memijat keningnya,dia semakin dibuat pusing dengan tingkah kekasihnya itu.
"No..No..No, tidak akan pernah sama" Timpal Seulgi lagi yang juga tak terima di samakan oleh Jisoo.
"Eonni,sepertinya aku kepanasan disini,ayo kita pergi,sebelum kedua makhluk ini membuatku semakin kepanasan" Irene mengangguk tersenyum menyetujui ajakan Rose,karna dia juga sudah merasa pusing mendengar Jisoo dan Seulgi yang terus berdebat.
"Baby...
"Baechuu
Teriak Jisoo dan Seulgi yang tak mau mereka ditinggalkan begitu saja oleh kedua gadis itu yang mereka sukai.
...♡♡♡♡♡♡...
Jennie yang sedari tadi mencari Limario,dia cukup merasa gusar karna belum juga melihat keberadaan nya itu.
"Apa mereka di tempat latihan Limario" monolog Jennie yang sudah berkeliling dari kelas Limario hingga di taman belakang sekolah,namun satu tempat belum ia datangi yaitu lapangan basket tempat Limario biasa berlatih.
"Aku kesana saja" Jennie kembali melangkahkan kakinya menuju lapangan basket,berharap dia menemukan Limario disana.
Di lapangan basket Limario dan Nancy duduk berdampingan di kursi yang berada di pinggir lapangan.
"Euuh... mataku" Nancy seketika tersentak saat matanya sepertinya kelilipan sesuatu yang membuat satu matanya terasa mengganjal.
"Biar aku periksa" Limario mendekati Nancy yang baru saja kelilipan dengan posisi Limario berdiri di hadapan Nancy sambil sedikit membungkuk untuk memeriksa mata Nancy yang kelilipan.
"Ini hanya debu kecil,biar aku tiup" Limario mulai meniup kecil tepat di mata Nancy yang kelilipan dengan perlahan.
Jennie mencengkram kancing seragamnya begitu erat,perlahan air matanya mulai menetes saat melihat Limario yang sedang bersama Nancy yang terlihat sedang berciuman.
__ADS_1
Bersambung....