
Irene dan Seulgi mereka berdua baru saja menikmati sarapan pagi hari ini,keduanya kembali bersama-sama karena Seulgi sudah memaafkan irene,karena Irene akan memenuhi persyaratan yang Seulgi lontarkan kemarin.
"Aku akan mengantarkanmu nanti untuk bertemu dengan tuan Lee" Ucap Seulgi sambil melirik kearah Irene yang sedang mengunyah makanannya,Irene pun dengan perlahan menelan makanannya sebelum membalas ucapan Seulgi barusan.
"Nde,sayang,tapi sebelumnya aku harus membicarakan ini dengan Jennie" Tukas Irene yang sudah memutuskan akan keluar dari KIM'S Agensi,dia sudah memikirkan matang-matang,karena dia lebih memilih hubungannya bersama Seulgi.
Mendengar ucapan Irene barusan,Seulgi lantas beranjak dari kursinya dan menghampiri Irene,kemudian dia memeluk irene dari belakang,melingkarkan kedua tangannya di pudak Irene.
"Aku akan selalu membahagiakanmu Bae,biarlah aku yang bekerja,kau hanya fokus kuliah saja,dan nanti jika kau ingin kembali menjadi model ? Maka aku izinkan,asalkan bukan di tempat itu,di luar sana masih banyak agensi terbaik yang menerimamu tanpa menjadikan aktrisnya bahan media play hanya untuk menaikkan saham,sungguh aku sangat kecewa pada saat itu" Jelas Seulgi panjang lebar,alasan Seulgi memberikan syarat itu,tentu demi kebaikan Irene,dia tidak ingin Irene bertahan di agensi itu yang menurutnya buruk.
Irene mendongakkan kepalanya,dia menatap Seulgi dengan ukiran senyuman manis di bibirnya,dia tentu merasa sangat beruntung memiliki Seulgi yang selalu memperhatikannya termasuk pekerjaannya,jadi bukan alasannya untuk tetap memilih Seulgi.
"Gomawo ! Karena selalu memperhatikanku" Ucap Irene dengan tulusnya,Seulgi lantas menarik tubuh Irene yang sekarang berdiri di hadapannya,dia pun segera memeluk tubuh kekasihnya itu dengan perasaan sayang nya.
"Karna kau kekasihku dan aku akan selalu memperhatikanmu bae" Balas Seulgi sembari mengusap bahu Irene.
Skip...
Dugh...
Dugh...
Pintu mobil tertutup bersahutan,dua mobil sport yang baru saja sampai bersamaan di tempat yang sama,pemilik mobil itu tak lain pasangan Jennie,Limario dan Irene,Seulgi,mereka tidak merencanakan sebelumnya tetapi keduanya tak di sangka datang bersamaan,Irene yang memang ingin menyampaikan sesuatu pada Jennie terlebih dahulu pun dia merasa bersyukur karena mereka bertemu sebelum memasuki gedung Agensi.
__ADS_1
"Jennie_ya.... kemarilah ada yang ingin aku bicarakan padamu" Panggil Irene sedikit berteriak memanggil Jennie yang berjarak dengannya.
"Honey,bisakah kamu menggandengku ? Sungguh aku masih merasakan nyeri di sekitaran sensitifku" Jennie melirik Limario dan sedikit berbisik agar hanya Limario yang mendengarnya,Limario yang mengerti dengan kekasihnya itupun dia segera menggandeng tangan Jennie,mengupayakan agar Jennie berjalan berhati-hati,karena kekasihnya sepertinya susah berjalan akibat gempuran yang dia lakukan padanya. ( maklum pertama kali 🤣 )
"Hati-hati sayang,maaf karenaku kamu jadi sulit berjalan" Limario jadi merasa bersalah dengan Jennie,melihat kekasihnya yang berajalan sangat lambat,itu menandakan bahwa kekasihnya kesakitan olehnya,apalagi melihat ekspresi Jennie yang sesekali mengigit bibir bawahnya,dia mungkin berusaha menahan rasa perihnya itu.
"Ckk,sudah aku katakan hon,jangan meminta maaf,lagi pula Irene Unnie pernah mengatakan padaku,bahwa jika sudah terbiasa nanti tidak akan sakit lagi dan satu lagi,aku menikmatinya" Sela Jennie yang tak mau Limario terus meminta maaf padanya,lagi pula semua terjadi karena dia mengizinkannya dan dia juga menginginkannya.
"Jadi kamu menginginkannya lagi nanti sayang" Cletuk Limario yang merasa di berikan lampu hijau lagi oleh Jennie,Jennie hanya bisa menganga tak percaya kekasihnya itu sepertinya tidak akan memberikan istirahat untuknya,dia pun segera menggeleng.
"Tidak untuk hari ini honey,aku harus bekerja" Tolak Jennie secara halus,sementara Limario hanya mendesah pasrah.
"Ekhemm... kenapa kau berjalan seperti itu Jenn" Tanya Irene yang sedari tadi memperhatikan cara Jalan Jennie yang tidak seperti biasanya,Jennie pun seketika dia di buat kikuk oleh pertanyaan Irene barusan,mana mungkin dia berkata jujur penyebab ini semua,meskipun wanita yang lebih dewasa darinya itu selalu ceplas ceplos soal hubungan ranjangnya bersama Seulgi.
"Ah ne...benar,Nini sedang kram" Jawaban kikuk Limario membuat Irene merasa heran dengan keduanya yang sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya.
"Aigoo...ada apa dengan lehermu Jennie_ya,apa seorang vampire baru saja menghisap lehermu" Seulgi yang sedari ikut memperhatikan keduanya yang tampak aneh pun dia sepertinya mengetahui sesuatu yang baru saja kedua pasangan sejoli itu,sepertinya keduanya baru saja menikmati malam yang indah.
"Mungkinkah vampire itu yang berada di sebelahmu Jenn? Aku rasa kalian baru saja menikmati malam yang panjang" Tambah Irene yang semakin memanasi keduanya,yang saat ini terlihat semakin menundukkan wajah keduanya yang mulai memerah menahan rasa malunya karena tanda-tanda itu tertangkap oleh Irene dan Seulgi, yang lebih berpengalaman dari pada mereka.
"Aku menyerah,kami memang sudah melakukannya" Jujur Limario,membuat Irene,Seulgi dan Juga Jennie melirik kearahnya.
"Mwo...pantas saja kau tidak membalas pesanku dan Jisoo semalam untuk bermain Game,ternyata kau memiliki permainan lebih seru,apa kau memakai pengaman Lim" Cerca Seulgi yang menyelidiki Limario.
__ADS_1
"Tidak!! Sahut Limario bebarengan dengan Jennie,mereka berdua pun baru menyadarinya bahwa semalam dan pagi tadi Limario tidak menggunakan pengaman dan Jennie pun tidak meminum pil anti hamil.
Puk...
Seulgi dan Irene menepuk jidat mereka sendiri sambil menggelengkan kepalanya tak percaya dengan pasangan polos yang berada di depannya ini,bagaimana bisa keduanya melakukannya tanpa persiapan.
"Astaga Jendeuk,apa kau tidak belajar dari kesalahan Rosie ? Sepertinya aku akan memiliki dua keponakan dari kalian berdua nanti" Dengus Irene yang masih syok mendengar pengakuan keduanya,Jennie pun lantas mendongakkan wajahnya.
"Bukankah kau dan Seulgi lebih dulu melakukannya Unnie" Jennie balik menyerang Irene,tetapi justru Irene makin merasa wanita yang di depannya benar-benar polos.
"Pabbo_ya, tentu aku meminum pil setiap kali melakukannya benarkan bear" Seulgi mengacungi Jempol dengan senyuman sipitnya,Jennie pun kembali tertunduk karena dia benar-benar tidak mengingat akan hal itu,melihat Jennie yang kembali tertunduk,Limario pun merangkul kekasihnya,mencoba memberikan ketenangan untuknya berharap semua baik-baik saja,lagi pula jika Jennie hamil,tentu saja dia akan bertanggung jawab karena itu ulahnya.
"Sepertinya aku tidak akan membahasnya sekarang bear" Tukas Irene berbicara pada Seulgi,saat ini sepertinya bukan waktu yang tepat,mengingat mereka sudah jauh membahas topik lain.
"Nde,kau benar" Balas Seulgi yang mengerti situasi saat ini.
Aku rasa hanya 2 kali melakukannya tidak akan bermasalah bukan. Batin Jennie yang masih terbesit ucapan Irene sejak tadi.
Bersambung...
Jangan lupa like,follow dan komen biar makin semangat authornya...
See u bye bye yeorobun...
__ADS_1