Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 26


__ADS_3

Limario terus menatap tajam pria yang baru saja dia lepas maskernya,dia sudah bisa menduganya karna Limario melihat gelang yang biasa Hyunsik pakai di pergelangan tangannya.


"Ternyata kau begitu mengenaliku Limario,pria yang patah hati dan menghilang begitu saja" Hyunsik bersmirk,dia mencoba menutupi rasa takutnya dari Limario karna hanya dia seorang diri,sementara ketiga temannya entah kemana.


"Apa kau pernah melihat tubuh polos Jennie,ahh aku sangat merindukan lekuk tubuhnya yang seksi,jika saja kedua temanmu tidak mengganggu kami,mungkin kami bisa menikmati tubuhnya" Limario semakin menegang mendengar ucapan Hyunsik yang membuatnya semakin marah dan mengepalkan kedua tangannya.


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Pukulan berkali-kali Limario layangkan kearah wajah dan perut Hyunsik,hingga Hyunsik kembali terkapar di tanah dan merasakan sesuatu keluar dari mulutnya yang mengeluarkan darah,karena Limario membuat tulang rahangnya sedikit retak.


"Aww shitt,kurang ajar kau" Ujar Hyunsik sembari meludahkan darahnya.


"Bukankah kau yang lebih kurang ajar,aku rasa itu semua belum cukup setelah kau membuat Jennie merasa hancur akibat ulah kalian,dan aku tidak akan mengampuninya,kalian harus mendekam di penjara membusuk disana aku memastikan" Tukas Limario yang kembali menarik kerah Hyunsik agar kembali berdiri.


Hyunsik yang mendengar gertakan Limario,dia kembali merasakan takut jika sampai Limario benar-benar membawanya ke kantor polisi,dengan tangan yang masih bebas,Hyunsik mengambil belati yang dia selipkan di pinggangnya,dan bersiap untuk menusukkan belatinya kearah perut Limario.


"Tidak semudah itu kau membawaku" Limario menengok kearah Hyunsik dan.


Bleshh...


"Akhh... " Suara pekikan dan tusukan menjadi satu.


Hyunsik menusuk perut Limario menggunakan belatinya,dia tersenyum penuh kemenangan dan kembali memperdalam tusukannya.


"Selamat tinggal Limario,kita akan kembali bertemu di alam baka" Tukas Hyunsik lalu menarik belatinya dengan kasar di perut Limario,hingga darah segar mengalir begitu saja.


"K..au..tidak akan aku biarkan per..gi" Limario mencoba melangkah mengejar Hyunsik,namun rasa sakit dan darah yang semakin mengalir deras di area perutnya membuat Limario tertahan,perlahan dia mengambil ponsel di sakunya dan segera menghubungi Jisoo agar dia dan Seulgi segera mencari keberadaan Hyunsik yang masih tak jauh dari tempat mereka.


"Jangan beritahu para wanita,aku tidak ingin membuat Jennie kembali merasa ketakutan,segera kalian menjaganya di pintu keluar dan hubungi polisi,aku yakin Hyunsik bersama teman-temannya dan berhati-hatilah" Limario melirik sekilas kearah luka tusukan yang Hyunsik lakukan padanya.


"Mereka membawa senjata tajam,sementara aku akan menemui Jennie dan yang lainnya" Limario mengakhiri panggilannya bersama Jisoo barusan,lalu kembali memasukan ponselnya kedalam saku celananya.


"Kenapa sangat sakit,bertahanlah Limario,ingat Jennie bersamamu kau harus membawanya pulang dengan selamat" Limario bermonolog dirinya sendiri,lalu membuka jaketnya dan melilitkan di bagian perutnya yang terluka,dia hanya ingin menutupi lukanya agar tidak di ketahui Jennie dan yang lainnya.

__ADS_1


Setelah menutupi lukanya,Limario mencoba melangkahkan kembali kakinya untuk menemui Jennie,dia berusaha untuk menahan rasa sakitnya walaupun butiran keringat mulai membasahi wajahnya yang mulai memucat.


"Bukankah sangat enak Jendeuk" Kata Irene setelah dia memberikan jagung bakar untuk Jennie yang baru saja dia pesankan.


"Iya eonni,aku menyukainya" Jawab Jennie dengan sekilas tersenyum,sejujurnya sedari tadi dia terus mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Limario,dia merasa khawatir tiba-tiba karna Limario pergi begitu saja entah kemana.


"Nini..." Panggil Limario dengan suara yang sedikit bergetar,Jennie yang mendengar panggilan itupun dia menoleh kearah belakangnya yang ternyata Limario sudah berada di belakangnya dengan senyuman manis di wajah tampannya yang sedikit pucat.


"Aku mencarimu,dari mana saja" Tanya Jennie dengan tatapan sendunya.


"Maaf membuatmu mencariku,aku hanya pergi ke toilet tadi" Jawab Limario sambil mengepalkan kedua tangannya yang sangat berkeringat karna dia menahan rasa sakit di perutnya.


"Jisoo dan Seulgi,kemana mereka Lim" Ujar Rose yang mulai menyadari ketidakberadaan kedua pria itu. Limario terdiam saat Rose menanyakan mereka,namun dia mencoba setenang mungkin untuk membalasnya.


"Jisoo memberitahuku jika mobilnya sedikit bermasalah,dan Seulgi menemaninya mencari bengkel terdekat" Tukas Limario yang membuat Rose hanya mengangguk dan kembali melahap jagung bakarnya,Sementara Jennie terus memperhatikan Limario yang sedari tadi tampak berkeringat wajahnya padahal cuaca saat ini sangat dingin.


"Lim,apa kau baik-baik saja,kenapa kau berkeringat sekali,sementara cuaca sangat dingin,dan Jaketmu ? Kenapa kamu tidak memakainya" Jennie bertanya sembari mengambil tisu di tas nya dan langsung mengelap keringat Limario yang menetes,membasahi wajahnya.


"Aigoo,kau sangat pucat Limario" Irene yang ikut memperhatikannya pun langsung menunjuk wajah Limario yang memucat dan Jennie pun juga menyadari perubahan wajah Limario yang sangat memucat serta bibirnya yang mengering.


"Lim,katakan padaku apa kau baik-baik saja" Jennie yang merasa khawatir,dia menangkup kedua pipi Limario dan merasakan suhu kulit Limario yang sangat dingin.


"Nini,aku menyayangimu,maafkan aku yang tidak bisa menjagamu"


Limario kehilangan kesadarannya saat dia mengatakan itu,Jennie yang merasakan Limario tak bergerak pun,dia berusaha menggoyangkan tubuh Limario yang berada di pelukannya,Rose dan Irene dia juga mendekat kearah Limario dan Jennie yang terlihat kesusahan menahan tubuh Limario yang lebih tinggi darinya.


"Lepas jaketnya eonni,Limario mungkin kedinginan" Perintah Rose yang langsung dilakukan oleh irene,dia perlahan membuka ikatan lengan Jaket Limario yang melilit di perutnya,namun sedetik demikian Irene di buat terkejut dengan noda darah yang tercetak di kaos dalam putih Limario.


"Kamjagiya,darah" Kejut irene dan membuat Rose dan Jennie juga meliriknya,mereka tak kalah syok melihat itu,begitupun Jennie yang langsung sedikit menyingkap kaos Limario,dan dia sangat terbelalak saat melihat luka tusukan yang masih menganga dengan darah yang terus mengalir.


"Rose...hubungi ambulan cepat" Jennie sedikit mengeraskan suaranya dan dengan sigap,Rose segera menghubungi ambulan,Jennie merasa sedih bercampur rasa takut jika terjadi sesuatu pada Limario,melihat luka dan darah yang sangat banyak membuatnya semakin terisak dan mencoba mengeratkan pelukannya sambil menahan pendarahan di luka Limario menggunakan tangannya yang dilapisi oleh jaket Limario berharap mengurangi pendarahan yang sedari tadi mungkin terus mengalir.


"Kenapa kau menahannya,siapa yang melukaimu Lim, Hiks...Hisks..."  Jennie terisak tak kuasa melihat orang yang selalu menjaganya merasakan sakit seperti saat ini,dia sangat ketakutan jika terjadi sesuatu pada Limario.


Bertahanlah Lim..


Hyunsik tersenyum sumringah saat melihat ketiga temannya tengah menunggunya di pintu keluar pasar malam Myeondong,dia mempercepat langkahnya dan merangkul ketiganya dengan wajah yang sangat berseri karna dia baru saja kembali melihat Jennie dan sudah menghabisi Limario yang tidak akan menghalanginya lagi.

__ADS_1


"Sepertinya kita akan kembali bersenang-senang" Kata Hyunsik yang membuat Kai,Lucas dan Mark mengrenyitkan dahinya heran.


"Maksudmu apa" Hyunsik melepaskan rangkulannya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan sombong.


"Aku baru saja melihat Jennie lagi dan bonusnya aku juga sudah menghabisi Limario dengan tanganku sendiri" Hyunsik memperlihatkan belatinya yang masih ada sisa darah Limario di ujung belatinya. Kai,Lucas dan Mark mereka berdua malah terbelalak mendengar ucapan Hyunsik barusan,bukannya senang Justru mereka semakin merasa takut jika saja Hukuman mereka semakin bertambah akibat tindakan ceroboh Hyunsik.


"Apa kau tidak memakai otakmu sebelum berbuat ? Bodoh" Kai mendorong kasar Hyunsik yang membuatnya menatap heran Kai yang tampak tidak bahagia dengan apa yang sudah dia lakukan.


"Aku tidak ingin ikut campur dalam urusan ini lagi,aku pergi" Lucas mengangkat kedua tangannya keatas,menandakan dirinya sudah tidak mau lagi ikut dalam masalah itu lagi.


"Yatuhan apa yang kau lakukan semakin membuat semuanya rumit,bagaimana jika dia mati dan polisi mengetahuinya,kau yang melakukannya dan kita semua akan terseret dalam kasus ini"


Bugh... Mark meninju wajah Hyunsik,dia sangat marah dan tak habis pikir atas tindakan yang Hyunsik lakukan.


"Sudahlah Mark,sebaiknya kita pergi sebelum polisi melakukan pencarian tentang pelaku penusukan Limario" Kai menekankan perkataannya sambil melirik sinis Hyunsik yang menurutnya dia sangat bodoh dan tak berguna.


Mark dan Lucas mengangguki nya,mereka bertiga meninggalkan Hyunsik yang tersenyum getir melihat mereka bertiga yang mulai melangkah.


"Kalian tidak akan pergi semudah itu brengsek" Kai,Mark,Lucas bahkan Hyunsik menengok asal suara itu,betapa terkejutnya mereka saat melihat keberadaan Jisoo dan Seulgi bersama beberapa Polisi yang menodongkan senjata kearah mereka semua.


"Diam di tempat atau kami akan menembak kalian" Ujar salah satu Polisi sedikit membentak yang membuat keempatnya terdiam dan memilih menuruti perintah polisi,yang langsung menahan mereka dengan memborgol masing-masing dan menggiringnya menuju mobil polisi yang terparkir tak cukup jauh.


Jisoo melihat mendekat kearah Polisi yang membawa Hyunsik.


"Kau akan membusuk di penjara karna kau telah membuat Jennie menderita" Hyunsik hanya tersenyum sekilas lalu menatap Jisoo yang tak kalah tajam seolah dia tidak takut dengan kata ancaman Jisoo padanya.


"Benarkah ? Tapi sebelum itu aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku sudah membuat temanmu Limario sekarat saat ini,ha..ha..ha aku pastikan dia tidak akan selamat karna belatiku berhasil menembus perutnya" Sarkas Hyunsik yang bahkan tanpa beban dan rasa bersalah mengatakannya.


"Kau gila"


Bugh...


Seulgi mendengar itupun tanpa ragu melayangkan pukulan mentahnya kearah mulut Hyunsik yang kembali mengeluarkan darah.


Jisoo membeku,matanya mulai berkaca-kaca saat Hyunsik mengatakan itu,dan dengan cepat Jisoo berlari menuju tempat mereka tadi,berharap semua yang di katakan Hyunsik hanya bohong dan sahabatnya baik-baik saja.


"Jisoo_ya,tunggu" Seulgi ikut menyusul Jisoo yang berlari dengan cepat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2